Pahami Siklus Bursa Saham agar Tahu Waktu yang Tepat untuk Investasi
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Analisis teknikal dan fundamental memang penting dalam investasi saham, tetapi memahami siklus bursa saham juga tak kalah penting, lho.
Saham apa pun yang akan kamu beli cenderung akan mengalami fase-fase siklus yang sudah umum terjadi.
Tentunya, posisi saham dalam siklus tersebut akan berpengaruh terhadap keputusan investasimu.
Pasalnya, ketika saham memasuki suatu fase tertentu, bisa jadi aset tersebut tidak baik untuk investasi.
Agar lebih paham, yuk, langsung saja simak penjelasan lengkap Glints dalam artikel ini.
Isi Artikel
Apa Itu Siklus Bursa Saham?
© Forbes.com
Semua aspek dalam hidup memiliki suatu pola tertentu, begitu pula pasar saham.
Nah, hal ini disebut dengan siklus bursa saham.
Karena dinamakan siklus, maka polanya berulang-ulang.
Siklus ini bisa saja berjangka pendek maupun panjang.
Misalnya, seorang investor cenderung memantau siklus dalam jangka panjang. Sementara, trader yang perubahan portofolionya cepat lebih cocok menilai siklus jangka pendek.
Melansir Investopedia, secara umum sebuah siklus memiliki beberapa fase yaitu naik, memuncak, menurun, dan kemudian mati.
Ketika satu siklus pasar selesai, siklus baru akan mulai setelahnya.
Saat sebuah sekuritas berada di suatu fase siklus, responnya terhadap perubahan di pasar saham bisa berbeda-beda.
Jadi, tidak semua saham berada pada posisi yang sama.
Bisa jadi, suatu sekuritas performanya mengungguli yang lain.
Pemahaman investor tentang hal ini bisa berdampak signifikan terhadap keuntungan yang bisa didapatkan ketika investasi atau trading.
Kalau ingin memaksimalkan keuntungan yang didapatkan, kemampuan membaca siklus ini penting untuk melengkapi pertimbanganmu selain analisis teknikal dan fundamental.
Siklus Bursa Saham dan Kondisi Ekonomi
© Time.com
Sebagai investor, kamu bisa menggunakan pemahamanmu soal siklus bursa saham untuk memilih mana saham yang menunjukkan performa sesuai keinginan dan mana yang tidak.
Menurut The Balance, evaluasi siklus pasar saham penting dilakukan sebelum melakukan transaksi saham, baik membeli atau menjual.
Selain melihat grafik di pasar saham, investor juga perlu selalu mengikuti berita perkembangan ekonomi.
Pasalnya, kondisi ekonomi dunia dan negara sangat berpengaruh terhadap kondisi bursa saham, berikut juga siklusnya.
Ekonomi yang baik bisa menjaga laju pasar saham yang positif.
Sementara, ketika terjadi penurunan seperti misalnya resesi, maka pasar saham cenderung menunjukkan performa negatif.
Akan tetapi, ini pun tergantung jenis perusahaan dan industri operasinya.
Investor berpengalaman biasanya menggunakan bermacam-macam indikator performa saham dan meninjau siklus lampau untuk memperkirakan fluktuasi di bursa saham.
Saat pasar tampaknya akan turun, kamu harus segera merencanakan tindakan, misalnya cut loss atau berpindah dari satu aset ke aset lainnya.
Hal ini disebut tactical asset allocation, di mana seorang investor melakukan perubahan portofolio berdasarkan perubahan situasi pasar.
Fase Siklus Bursa Saham
© Tradebrains.in
Dari gambar contoh tersebut, bisa dilihat bahwa ada empat fase utama, yaitu akumulasi, mark-up, distribusi, dan mark-down.
Nah, penjelasan masing-masing fase adalah sebagai berikut.
1. Akumulasi
Fase pertama dalam siklus ini terjadi setelah suatu aset di bursa saham mencapai titik terendahnya.
Saat itu terjadi, biasanya value investor yang telah melakukan pertimbangan matang biasanya mulai melakukan pembelian saham sebuah perusahaan.
Ini berarti perusahaan tersebut masih memiliki nilai dan dianggap bisa berkembang lagi.
Pada posisi ini, pasar dikatakan bearish dan harga saham rendah.
2. Mark-up
Fase selanjutnya dalam bursa saham adalah fase mark-up.
Ketika pasar berada pada posisi ini, berarti kondisinya telah stabil untuk beberapa saat dan siap untuk melambung lebih tinggi.
Semakin banyak orang yang berinvestasi.
Fase ini juga sering disebut sebagai kondisi bullish.
3. Distribusi
Fase mark-up dalam siklus pasar saham adalah ketika kondisi bullish mulai berubah menjadi mixed sentiment.
Perubahan harga saham biasanya tidak signifikan untuk beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Akan tetapi, fase ini biasanya tidak berlangsung lama.
4. Mark-down
Fase mark-down adalah fase terakhir dalam siklus bursa saham.
Saat fase ini, harganya menurun drastis dan grafiknya menurun.
Kalau kamu terlambat menjual saham yang sudah dibeli di awal, kemungkinan besar kamu akan mengalami kerugian ketika asetmu masuk ke fase ini.
Nah, itulah 4 fase penting dalam siklus bursa saham yang perlu kamu ketahui.
Asah kejelianmu dalam memperhatikan gejolak grafiknya agar terhindar dari kerugian saat investasi, ya.
Supaya kamu bisa menjadi investor yang lebih andal dan bisa mengelola uang dengan baik, yuk, ikut kelas di Glints ExpertClass.
Ada kelas-kelas seputar dunia finansial yang dibawakan oleh pakar berpengalaman.
Tak perlu diragukan lagi, ilmunya pasti sangat bermanfaat untukmu.
Cek kelas yang tersedia dan segera daftar sebelum terlambat, ya!
