×

Sharing Economy, Tren Bisnis yang Paling Berkembang di Seluruh Dunia

September 17, 2020 | No Comments

Meskipun sudah sangat populer, apakah kalian sudah paham dengan apa itu sharing economy? Sebenarnya bisa dibilang sharing economy adalah tren bisnis yang kini paling cepat tumbuh.

Hal itu sesuai dengan pernyataan dari The Balance SMB. Mereka menyebutkan bahwa sharing economy adalah salah satu tren bisnis yang pertumbuhannya paling cepat dalam sejarah.

Sejak tahun 2010 lalu, diketahui para investor telah menanam dana hingga 23 miliar dolar AS ke beberapa startup yang beroperasi dengan model berbasis saham.

Bahkan, diharapkan sharing economy bisa tumbuh hingga lebih dari 300 miliar dolar AS di tahun 2025 nanti.

Lantas, sebenarnya apa itu sharing economy dan bagaimana contohnya? Yuk, cari tahu lewat rangkuman yang sudah Glints persiapkan berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Beberapa Jenis Startup yang Ada di Indonesia

Apa Itu Sharing Economy?

sharing economy adalah

© Freepik.com

Menurut Investopedia, sharing economy adalah sebuah model ekonomi yang didefinisikan sebagai aktivitas berbasis peer-to-peer (P2P).

Sementara itu, Business Because mendefinisikan sharing economy sebagai sistem ekonomi di mana aset dan layanan dibagi antara individu pribadi.

Jadi, sederhananya sharing economy adalah penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pertukaran akses barang atau jasa antara dua pihak atau lebih.

Tren bisnis sharing economy sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru. Namun, berkat perkembangan teknologi dan internet, transaksi yang ada bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Attila Marton, seorang profesor dari Copenhagen Business School percaya bahwa sharing economy bisa dibagi menjadi 3 konsep yang berbeda, antara lain:

Real sharing

Pada konsep pertama ini bentuknya paling sederhana. Misalnya, Wikipedia yang muncul sebagai platform yang memungkinkan pengguna untuk berkontribusi dan membagikan pengetahuan secara sukarela.

Gift giving

Gift giving merupakan konsep yang bertujuan untuk berbagi produk atau layanan dengan harapan orang lain akan membalasnya di masa mendatang.

Konsep ini berkembang saat internet pertama kali muncul sehingga banyak website open source yang memudahkan programmer untuk melakukan coding secara gratis.

Pseudo sharing

Konsep ketiga disebut dengan pseudo sharing. Konsep yang satu ini disebut adalah hal yang paling sesuai untuk merangkum sharing economy yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Yuk, Pahami 6 Perbedaan Budaya Kerja di Perusahaan Startup dan Korporat!

Contoh Perusahaan yang Menerapkan Sharing Economy

apa itu sharing economy

© Freepik.com

Setelah mengetahui apa itu sharing economy, tentunya kamu penasaran dengan contoh perusahaan yang sukses menerapkan bisnis yang satu ini, kan?

Berikut ini beberapa contoh perusahaan yang menerapkan prinsip sharing economy, antara lain:

1. Gojek

Sharing economy adalah model ekonomi yang sangat bergantung dengan perkembangan teknologi dan internet.

Jika membicarakan contoh perusahaan yang sukses dengan menerapkan sharing economy tentunya Gojek adalah yang paling mudah diingat. 

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan perusahaan yang satu ini.

Bahkan, Gojek disebut sebagai aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia selama tahun 2019.

Dailysocial juga menyebutkan bahwa Gojek adalah platform sharing economy lokal terbesar dari Indonesia.

Pasalnya, mereka telah beroperasi hingga di 214 kota di 5 negara Asia Tenggara. Kemudian, Gojek juga telah memiliki mitra pengemudi hingga lebih dari 2 juta orang.

Perkembangan Gojek yang cukup pesat akhirnya membuat mereka menjadi startup unicorn Indonesia yang pertama.

2. Airbnb

Sejak didirikan sejak tahun 2008 lalu, Airbnb bisa bisa dibilang adalah salah satu perusahaan tersukses yang menerapkan model bisnis sharing economy.

Layanan dari Airbnb telah tersedia hingga 81.000 kota di 191 negara. Mereka juga telah memiliki lebih dari 6 juta properti yang bisa disewa oleh pelanggan.

Kehadiran Airbnb memang menjadi salah satu hal yang revolusioner dalam bisnis akomodasi.

Pasalnya, kini seseorang akan dimudahkan untuk mencari penginapan saat berwisata dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, pihak yang menyewakan properti juga sangat diuntungkan karena bisa mendapatkan penghasilan dengan mudah.

Jadi, Airbnb bisa disebut sebagai salah satu contoh perusahaan yang sukses menerapkan sharing economy.

3. Grab

Bisnis di bidang transportasi online memang sangat berkembang sejak beberapa tahun terakhir.

Selain Gojek, perusahaan yang satu ini juga telah sukses melebarkan bisnisnya hingga ke beberapa negara Asia Tenggara.

Bahkan, status Grab sudah tidak lagi menjadi startup unicorn tapi sudah menjadi level decacorn yang berarti valuasi dari perusahaan ini telah mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS.

Pada awal tahun ini, Grab juga mengumumkan telah mendapatkan investasi lebih dari 850 juta dolar AS dari Mitsubishi UFJ Financial Group Inc dan TIS Inc.

Baca Juga: Gig Economy: Definisi serta Dampaknya Terhadap Pekerja dan Perusahaan

Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya kamu sudah sedikit paham dengan apa itu sharing economy, kan?

Faktor pendorong sharing economy adalah pertumbuhan teknologi yang semakin pesat. 

Itulah mengapa bisnis dengan penerapan sharing economy lebih disukai pengguna karena lebih cepat dan praktis.

Selain informasi seperti di atas, kamu juga bisa mendapatkan info menarik lainnya dengan berlangganan newsletter dari Glints.

Yuk, segera daftarkan dirimu sekarang juga untuk mengakses info serta tips paling update dan terpercaya langsung ke inbox-mu. 

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up