Ada Kesalahan di Email Lamaran Kerja? Atasi dengan 4 Langkah Ini!

Tayang 19 Des 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Saat sudah mengirim CV lamaran kerja, baru sadar ada salah di emailmu?

    Jangan panik dulu, ya!

    Hal ini normal terjadi, kok. Bahkan, kadang tetap terjadi meski kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk memeriksa lampiran dan komponen email lainnya.

    Pertanyaannya, haruskah kamu mengirim email baru? 

    Apakah justru sebaiknya mengirim email susulan berisi permintaan maaf dan lampiran yang benar?

    Tanpa basa-basi lagi, Glints akan membahas langkah yang tepat saat ini terjadi.

    Yuk, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini!

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Salah saat Mengirim CV?

    1. Tetap tenang dan analisis situasi

    salah saat mengirim cv

    © Freepik.com

    Langkah pertama yang harus diambil saat sadar bahwa kamu salah saat mengirim CV adalah tenang terlebih dahulu.

    Kalau panik, bisa saja kamu akan membuat kesalahan untuk kedua kalinya ketika berusaha memperbaiki kesalahan yang pertama.

    Perhatikan dulu seberapa besar kesalahan itu.

    Misalnya, apakah hanya ada beberapa salah ketik dalam CV atau body emailmu?

    Mungkin pula kesalahannya lebih besar lagi, seperti salah melampirkan dokumen.

    Menurut Happy Faces Personnel Group, salah ketik bukan masalah yang besar.

    HR perusahaan biasanya akan memaklumi hal ini. 

    Dalam kasus ini, kamu bisa membiarkannya saja dan tidak perlu melakukan tindakan apa pun.

    Jika sebaliknya, barulah penting untuk mengambil tindakan selanjutnya.

    Baca Juga: 5 Hal yang Dilihat Rekruter dari CV Seorang Fresh Graduate

    2. Segera hubungi perusahaan

    salah saat mengirim cv

    © Freepik.com

    Sebaiknya, kamu segera menghubungi perusahaan ketika kamu menyadari kesalahan dalam lamaranmu.

    Mengirimkan email kembali pada perusahaan adalah cara terbaik dan tercepat.

    Akan tetapi, menurut The Muse, kamu bisa juga mencari email pribadi HR perusahaan yang dituju agar lebih mudah terbaca.

    3. Kirim email follow-up

    salah saat mengirim cv

    © Freepik.com

    Setelah menemukan alamat email yang paling tepat, susunlah email baru untuk memperbaiki apa yang salah saat mengirim CV pertama kali.

    Pada judulnya, jelaskan bahwa ini adalah pengiriman ulang karena ada kesalahan.

    Lalu, pada bagian isi email, sampaikan lebih lanjut bahwa kamu harus mengirimkan email kedua kalinya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

    Contoh email yang bisa dikirimkan adalah sebagai berikut:

    Selamat pagi/siang/sore, Pak/Bu [nama rekruter]

     

    Saya [namamu] yang melamar untuk posisi [posisi yang dilamar] di [nama perusahaan] pada tanggal [tanggal kirim email lamaran].

    Dalam lamaran tersebut, saya mengirimkan lampiran yang salah.

    Atas hal ini, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

    Dengan email ini, saya bermaksud melampirkan dokumen yang benar untuk proses rekrutmen.

     

    Terima kasih atas waktu yang sudah Bapak/Ibu luangkan untuk membaca email ini

    Baca Juga: Jangan Bingung, Ini 5 Cara Ampuh untuk Cek Progres Lamaran Kerjamu

    4. Relakan dan jangan terlalu dipikirkan

    salah saat mengirim cv

    © Freepik.com

    Menyadari ada hal yang salah saat sudah mengirim CV atau email lamaran kerja memang hal yang tidak menyenangkan.

    Akan tetapi, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, ya.

    Kalau kamu sudah mengirim email follow-up untuk memperbaiki kesalahan itu, berarti upaya yang dilakukan sudah maksimal.

    Tahap selanjutnya hanya menunggu dan berharap yang terbaik.

    Paling tidak, kamu bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini dan memastikannya tidak terulang untuk lamaran kerja selanjutnya.

    Baca Juga: Ingin Lamaran Kerja via Email Menarik Perhatian Rekruter? Ikuti 5 Cara Ini!

    Sebelum menekan tombol kirim untuk mengirim email lamaran, periksa dulu apa yang diketik di body email, begitu pula lampirannya.

    Jangan lupa pastikan lagi bahwa isi dari CV-mu sendiri tidak mengandung kesalahan.

    Nah, untuk tahu apa saja kesalahan umum yang perlu dihindari, kamu bisa belajar dari artikel Glints.

    Klik tombol di bawah ini, catat poin-poinnya, dan terapkan, yuk! 

    BACA ARTIKELNYA

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait