Riset Produk: Definisi, Manfaat, dan Metodenya

Tayang 12 Jun 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Dalam mengembangkan produk, riset produk adalah salah satu proses yang tidak boleh dilewatkan.

    Tanpa melakukan riset, besar kemungkinan produkmu tidak akan bisa memenuhi kebutuhan konsumen.

    Tentunya hal tersebut akan memengaruhi penjualan dan pendapatanmu nantinya.

    Nah, di artikel ini Glints akan memberikan ulasan seputar apa itu riset produk. Penasaran? Yuk, cek artikelnya berikut ini!

    Apa Itu Riset Produk?

    riset produk adalah

    © Pexels.com

    Menurut Hotjar, riset produk adalah proses mengumpulkan informasi seputar tujuan suatu produk, arah pengembangan, dan solusi apa saja yang bisa ditawarkan ke konsumen melaluinya.

    Riset produk dapat dilakukan melalui survei dan mempelajari target audience untuk mengetahui kebutuhan atau hal yang diinginkan dari produkmu.

    Tidak hanya itu, riset produk juga memungkinkan idemu untuk memenuhi permintaan pasar.

    Riset produk juga biasanya dilakukan dalam 4 tahap siklus produk berikut:

    1. Sebelum peluncuran produk

    Di tahap ini, kamu mengidentifikasi dan melakukan screening terhadap ide produk baru.

    Hal utama yang harus kamu lakukan dalam tahap riset produk ini adalah;

    • mencari tahu fitur apa saja yang bisa dikembangkan berdasarkan kebutuhan konsumen
    • bagaimana mengembangkan produk yang market-fit

    2. Testing dan feedback

    Di tahap ini, kamu bisa mencari tahu bagaimana konsumen bereaksi terhadap produk yang baru dikembangkan olehmu.

    Pelajari apa yang konsumen sukai atau tidak sukai dan pikirkan cara bagaimana kamu bisa memberikan improvement untuk menyenangkan mereka.

    Kamu bisa melakukan testing dan feedback secara in house atau menawarkan program trial ke konsumen yang tergabung dalam grup kecil.

    3. Soft launch produk

    Tahap selanjutnya dalam melakukan riset produk adalah soft launch. Di mana, tahap ini digunakan untuk menganalisis seberapa efektif dan bergunanya produkmu di mata konsumen.

    Sehingga, pada tahap ini kamu bisa mendapatkan banyak feedback dari prospek lalu mengetahui perubahan apa saja yang bisa dilakukan sebelum merilis produk ke pasar.

    Jika soft launch dari produkmu tidak sukses, maka produk harus melalui tahapan riset lagi dan evaluasi besa-besaran.

    4. Post launch

    Dalam tahap post launch, produk yang dikembangkan telah dirilis sepenuhnya di pasaran.

    Di tahap ini, riset produk dilakukan untuk mengetahui perilaku dan respons konsumen terhadap produk barumu.

    Sehingga, riset produk dalam tahap ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen dan mencari tahu apabila ada bug atau kekurangan serta fitur yang bisa diperbaiki.

    Baca Juga: Product Insights: Kumpulan Data yang Tingkatkan Nilai dan Kualitas Produk

    Manfaat Riset Produk

    riset produk adalah

    © Pexels.com

    Di pembahasan sebelumnya, Glints sudah memberitahumu bahwa riset produk adalah tahapan penting dalam product development. Mengapa demikian?

    Hal ini karena riset produk memiliki beragam manfaat yang bisa didapatkan olehmu ketika melakukannya.

    Nah, mengutip dari MBA Skool, berikut beberapa manfaatnya.

    • bisa membuat produk yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen
    • produk yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen lebih baik lagi
    • mengetahui permasalahan yang dialami konsumen ketika menggunakan produkmu dan langsung mengatasinya
    • membuatmu lebih mudah dalam melakukan inovasi terhadap produk
    • memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan produk kompetitor
    • menyesuaikan kebutuhan konsumen dengan business goals-mu
    Baca Juga: User Experience vs Customer Experience: Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?

    Metode Riset Produk

    riset produk adalah

    © Pexels.com

    Metode-metode ini dapat dilakukan tergantung tujuan yang ingin dicapai.

    Menyadur dari Lucid, berikut adalah beberapa metode riset produk untukmu.

    1. Concept testing

    Concept testing adalah proses mencari tahu apa persepsi konsumen terhadap ide produkmu.

    Proses ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk mengevaluasi respons konsumen terhadap beragam aspek dari produkmu.

    2. Price testing

    Proses mencari tahu dengan melakukan survei terhadap beberapa kelompok untuk mengetahui demand elasticity atau korelasi antara permintaan produk dan harga.

    Dengan begitu, kamu bisa mengetahui berapa harga yang bisa dibebankan ke konsumen untuk mencapai profit maksimal tanpa dianggap terlalu mahal.

    3. Product test

    Sebelum merilis produk, kamu dapat menguji bagaimana produkmu akan diterima oleh audiens.

    Karena itu, dalam metode ini suatu produk akan ‘dirilis’ ke berbagai segmen konsumen saja.

    Ketika melakukan product test, gunakan beragam taktik pemasaran, harga, hingga metode distribusi untuk mengetahui strategi apa yang bisa menghasilkan respons terbaik dari konsumen.

    4. Focus group

    Metode selanjutnya dalam melakukan riset produk adalah focus group. Di mana, kamu mengumpulkan orang-orang yang menggunakan produkmu dalam satu kelompok.

    Kamu bisa memberikan pertanyaan seputar aspek-aspek produkmu seperti harga, kualitas, hingga apakah produkmu user friendly ke kelompok tersebut.

    Dalam metode focus group, kamu bisa melakukan survei atau wawancara ke kelompok melalui pihak ketiga untuk menghilangkan bias.

    5. Product demo

    Setelah melakukan riset pasar, produk kompetitor, dan prospek konsumen, kamu bisa melakukan test model untuk produkmu.

    Kamu bisa menunjukkan produkmu ke kelompok yang berisi prospek konsumen dan mendapatkan feedback dari mereka.

    Jika produkmu berbentuk digital, kamu bisa mencari beta tester yang dapat menjadi prospek user-mu.

    6. Product survey

    Metode product survey adalah salah satu cara efektif untuk mengetahui apa yang dirasakan prospek konsumen terhadap produkmu.

    Ketika melakukan survei, kamu bisa menanyakan pendapat konsumen seputar elemen produk dan bagaimana perbandingan desain produkmu dengan kompetitor di pasar.

    Kamu dapat melakukan survei ini secara online, melalui telepon, tatap muka, atau melalui email.

    Baca Juga: Temukan Ide dan Rancangan Desain yang Tepat dengan Proses Conceptual Design

    Nah, itu adalah beberapa hal seputar riset produk yang perlu kamu ketahui.

    Intinya, tanpa melakukan riset, produk yang sedang kamu kembangkan belum tentu akan terjual seperti yang diharapkan karena tidak bisa memenuhi kebutuhan target audience.

    Selain melakukan riset, masih ada hal lain yang perlu kamu perhatikan ketika sedang melakukan pengembangan produk. Apa saja itu?

    Tenang saja, kamu bisa menemukan jawabannya dengan memilih dan membaca beragam artikel terkait di Glints Blog.

    Tertarik? Klik di sini untuk menambah wawasan pengembangan produkmu sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait