7 Perbedaan Artikel dan Jurnal, Mahasiswa Wajib Tahu!
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Masih banyak yang mengira bahwa artikel dan jurnal adalah hal yang sama, padahal keduanya punya perbedaan yang cukup kontras.
Jangan khawatir karena artikel Glints berikut akan menjelaskan perbedaannya satu per satu.
Mulai dari segi penulis, pembaca, tujuan dibuat, hingga proses publikasinya.
Melihat perbedaan dari bebagai aspek dapat membantumu lebih mudah memahami bedanya artikel dan jurnal. Yuk, langsung saja disimak sampai akhir!
1. Definisi
Pertama-tama, mari kita bahas definisi jurnal dan artikel terlebih dahulu.
Menurut Univeristy of Florida, artikel merupakan tulisan yang dapat berbentuk:
- opini
- berita
- penelitian
- ulasan
- instruksi
Artikel biasanya diterbitkan di surat kabar, majalah, buku, bahkan jurnal.
Nah, sementara itu, jurnal adalah kumpulan artikel ilmiah yang umumnya diterbitkan secara rutin dan membahas topik dalam disiplin ilmu tertentu.
Jadi, kalau kita sedang membahas konteks penelitian ilmiah, dapat dikatakan bahwa artikel adalah bagian dari jurnal.
Akan tetapi, istilah artikel sendiri punya arti yang cukup luas dan bisa merujuk pada bentuk tulisan lain seperti yang telah disebutkan di atas.
2. Sifat
Perbedaan artikel dan jurnal berikutnya terletak pada sifat keduanya.
Dari definisi di atas, sudah mulai terlihat bahwa artikel dan jurnal punya sifat yang cukup berbeda.
Artikel bersifat nonfiksi dan informatif. Di sisi lain, jurnal bersifat edukatif dan akademis.
Artikel biasanya ditulis berdasarkan isu yang sedang hangat atau topik yang menarik perhatian penulisnya.
Karena bersifat akademis, jurnal selalu dilatar belakangi oleh isu terkait perkembangan pengetahuan di bidang studi tertentu.
3. Tujuan dibuat
Menurut Key Differences, tujuan utama penulisan artikel adalah memengaruhi pembaca untuk memikirkan atau melakukan sesuatu.
Di sisi lain, jurnal bertujuan untuk memberikan penjelasan ilmiah yang relevan berkaitan dengan bidang studi tertentu.
Keduanya tentu sama-sama bertujuan untuk mengedukasi pembaca, namun caranya yang berbeda.
Artikel tentang pemanasan global di surat kabar, misalnya, dibuat agar masyarakat tahu dan sadar akan dampak pemanasan global di kehidupan sehari-harinya.
Sementara itu, jurnal tentang pemanasan global mungkin bertujuan untuk menggali dan menemukan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena tersebut secara ilmiah.
4. Penulis
Perbedaan artikel dan jurnal yang juga cukup mencolok terletak pada penulisnya.
Artikel seperti berita atau tulisan di media digital ditulis oleh seseorang yang bekerja di bidang tersebut, seperti jurnalis atau content writer.
Di sisi lain, jurnal biasanya ditulis oleh para ahli atau akademisi dengan tujuan memperluas pengetahuan di kalangan ilmuwan atau profesional.
Penulis artikel ilmiah di dalam jurnal juga biasanya berafiliasi dengan perguruan tinggi tertentu.
Selain itu, tak menutup kemungkinan peneliti dari lembaga penelitian atau asosiasi tertentu ikut menulis sebuah artikel ilmiah untuk publikasi jurnal.
Nama-nama penulis artikel ilmiah beserta asal institusinya biasanya bisa langsung terlihat di halaman depan.
5. Isi
Isi sebuah artikel sangat berbeda-beda, tergantung topik dan jenis tulisan.
Artikel berita dan ulasan di sebuah website, misalnya, tentu memiliki struktur tulisannya masing-masing.
Namun secara garis besar, isi artikel cenderung lebih ringkas dan langsung pada topik.
Entah itu berisi penjelasan mengenai fakta, opini, atau ulasan.
Artikel tidak selalu didasarkan pada penelitian ilmiah, dan jarang menyertakan referensi yang mendalam seperti jurnal.
Sementara itu, jurnal berisi artikel ilmiah yang struktur dan kontennya sangat teknis dan mendalam, mencakup:
- kajian teoritis
- metodologi penelitian
- analisis data
- referensi literatur
6. Proses publikasi
Perbedaan utama selanjutnya antara artikel dan jurnal adalah tahapan yang harus dilalui hingga publikasi.
Baik artikel maupun jurnal, keduanya sama-sama melalui proses pengecekan dan penyuntingan untuk memastikan kesalahan yang minimal.
Akan tetapi, proses publikasi artikel cenderung lebih sederhana.
Sebab, artikel biasanya harus dipublikasi dengan cepat, terutama berita dan konten website karena terikat dengan tren atau isu terkini.
Publikasi jurnal ilmiah melewati proses tinjauan yang lebih ketat, biasa dikenal dengan sebutan peer review.
Peer review melibatkan ahli di bidang terkait yang akan memeriksa validitas dan kualitas penelitian sebelum diterbitkan.
Proses ini memakan waktu lebih lama, karena penelitian harus diuji kebenarannya.
7. Pembaca
Perbedaan terakhir bisa dilihat dari audiens atau pembacanya.
Dari perbedaan-perbedaan di atas, dapat terlihat bahwa artikel dan jurnal nampaknya dibuat untuk segmentasi publik yang berbeda.
Artikel ditulis untuk audiens umum, terutama untuk tulisan di media populer seperti portal berita atau konten website.
Gaya bahasanya juga mudah dipahami. Tak jarang penulis memakai bahasa informal untuk menyesuaikan target audiensnya.
Jurnal ilmiah memang sedari awal ditulis untuk komunitas akademis atau profesional.
Itulah mengapa gaya bahasa yang digunakan juga tentunya lebih teknis dan sering kali membutuhkan pemahaman khusus tentang topik yang dibahas.
Demikian pembahasan mengenai perbedaan artikel dan jurnal yang perlu kamu ketahui.
Mau baca lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan? Ayo, baca artikel lain di Glints Blog!
Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, terutama yang berkaitan dengan istilah-istilah akademik, tugas kuliah, dan lain sebagainya.
Jadi, kamu akan lebih familier dengan proses pembelajaran di kuliah.
Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!
