LoA Jurnal: Pengertian dan Cara Mendapatkannya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Bagi kamu yang sedang berusaha agar penelitianmu diterbitkan di sebuah jurnal, wajib mengetahui apa itu LoA jurnal.
Di beberapa jurusan perguruan tinggi, LoA ini bahkan menjadi salah satu syarat kelulusan yang perlu dipatuhi, terutama untuk jenjang S2 dan S3.
Namun, tak menutup kemungkinan aturan tersebut juga diberlakukan bagi mahasiswa jenjang S1.
Langsung saja pelajari lebih lanjut lewat artikel Glints berikut ini!
Apa Itu LoA Jurnal?
Dilansir dari Unit Pengelola Jurnal UMSU, Letter of Acceptance atau LoA jurnal adalah sebuah surat yang menyatakan bahwa artikel yang didaftarkan ke dalam sebuah jurnal dinyatakan lolos untuk terbit.
Ini merupakan dokumen penting bagi peneliti, akademisi, dan mahasiswa karena menandakan bahwa paper atau artikel ilmiah mereka telah sukses melalui proses peer review dan layak dipublikasikan.
Seperti yang kita ketahui, artikel yang diterbitkan di dalam suatu jurnal artinya sudah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh jurnal tersebut.
Selain menjadi bukti bahwa artikel akan diterbitkan, dokumen ini juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan akademis.
Misalnya, untuk menyelesaikan program studi pascasarjana, daftar beasiswa, atau mendapatkan promosi di jabatan akademik seperti dosen.
LoA biasanya diterbitkan oleh jurnal akademik seperti Sinta atau Scopus.
Cara Mendapatkan LoA Jurnal
Berikut adalah gambaran proses dari awal hingga seseorang bisa memperoleh LoA jurnal.
1. Memilih jenis jurnal
Langkah pertama adalah memilih jurnal yang sesuai dengan topik paper yang kamu buat.
Pastikan jurnal tersebut menerima topik atau ruang lingkup penelitianmu.
Sebaiknya pilih jurnal yang sudah diakui di bidang studimu, supaya bisa meningkatkan juga kredibilitas paper yang nantinya akan diterbitkan.
2. Menyiapkan draf paper dengan baik
Kualitas draf sangat menentukan diterima atau tidaknya pengajuan paper-mu.
Untuk meningkatkan peluang lolos, ikuti format dan gaya penulisan yang diminta oleh jurnal.
Perhatikan juga panduan yang diberikan terkait penulisan tiap bagian seperti abstrak, pendahuluan, metode, hasil, diskusi, hingga kesimpulan.
Untuk memastikan bahwa bahasa yang digunakan sudah jelas dan minim kesalahan tata bahasa, kamu bisa menggunakan jasa proofreading profesional.
Sebab, ini bisa menjadi penilaian penting terutama jika paper-mu ditulis dalam bahasa asing.
3. Perhatikan prosedur pengiriman jurnal
Proses berikutnya untuk memperoleh LoA jurnal ialah mempelajari prosedur pengajuannya.
Setiap jurnal memiliki pedoman pengumpulan atau submission yang berbeda. Jadi, bacalah dan ikuti pedoman masing-masing penerbit.
Pedoman yang dimaksud biasanya berkenaan dengan:
- Format file. Pastikan manuskrip dikirim dalam format yang diminta, misalnya Word atau PDF.
- Penulisan referensi dan kutipan. Ikuti gaya referensi yang ditetapkan jurnal, misalnya, APA, MLA, atau Chicago.
- Cover letter. Tulis surat pengantar yang mencakup judul artikel, ringkasan singkat, dan alasan mengapa artikelmu cocok untuk jurnal tersebut.
4. Memulai tahapan registrasi
Jika semuanya sudah siap, artinya kamu sudah bisa mulai melakukan registrasi submission paper penelitian.
Proses pengajuan biasanya dilakukan secara online melalui sistem manajemen jurnal.
Prosedurnya juga bisa berbeda-beda untuk tiap jenis jurnal.
Umumnya, berikut adalah gambaran proses registrasinya:
- Membuat akun di platform jurnal.
- Mengisi formulir pengajuan yang mencakup informasi penulis, judul, abstrak, dan kata kunci.
- Upload draft paper dan dokumen pendukung lainnya.
5. Proses peer review
Dilansir dari Simon Fraser University, peer review merupakan proses di mana para ahli di bidang tersebut menilai kualitas dan validitas penelitianmu.
Proses ini dapat memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Selama proses ini berlangsung, kamu mungkin diminta untuk melakukan revisi berdasarkan panduan dari reviewer.
Jika sudah tidak ada lagi revisi dari reviewer dan penelitianmu dinyatakan diterima, jurnal akan mengirimkan LoA sebagai bukti penerimaan.
Setelah revisi, kamu perlu mengirim ulang draf terbaru tersebut.
6. Menerima LoA
Setelah dinyatakan lolos, pihak penyeleksi akan mengirimkan letter of acceptance.
Di dalam LoA tersebut, ada rincian informasi penting yang perlu kamu perhatikan, seperti tanggal publikasi, proses publikasi, dan rincian lainnya.
Simpan LoA dengan baik, karena akan menjadi dokumen penting untuk berbagai keperluan akademis di kemudian hari.
Demikian rangkuman mengenai apa itu LoA jurnal hingga gambaran cara mendapatkannya.
Mau baca lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan? Ayo, baca artikel lain di Glints Blog!
Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, terutama yang berkaitan dengan istilah-istilah akademik, proses penelitian, dan lain sebagainya.
Jadi, kamu akan lebih familier dengan proses pembelajaran di kuliah.
Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!
