4 Cara Mengutip dari Jurnal yang Harus Kamu Ketahui

Tayang 21 Jun 2024 - Dibaca 4 mnt

Isi Artikel

    Mahasiswa wajib mengetahui cara mengutip informasi dari jurnal yang benar sesuai dengan standar format atau style yang ditentukan.

    Kamu dapat pastikan ke dosen pembimbing penelitianmu mengenai standar format atau style yang harus digunakan.

    Jika tidak, kemungkinan kamu akan diberikan cukup banyak revisi akibat penulisan kutipan yang tidak sesuai.

    Supaya tidak salah mengutip, simak penjelasan cara-caranya yang telah Glints siapkan di bawah ini, yuk!

    1. Ketahui jenis jurnal artikel

    Pertama-tama, kamu harus tahu dulu jenis artikel jurnal yang kamu pilih sebagai rujukan.

    Jenis-jenis jurnal ini ada cukup banyak, baik dilihat dari bentuknya maupun jumlah penelitinya.

    Sebab, berbeda jenis, berbeda pula format kutipan yang nantinya harus kamu ikuti, terutama ketika penelitianmu ditulis dalam bahasa Inggris.

    Untuk kutipan di dalam paragraf pada penelitian bahasa Indonesia, tidak ada aturan yang terlalu beragam.

    Namun, lain halnya dengan penulisan daftar pustaka. Oleh karena itu, kamu tetap perlu mengetahui jenis jurnal yang dikutip.

    Apa pun jenis jurnalnya, ketika ditulis di daftar pustaka nanti, peneliti setidaknya harus menuliskan informasi dasar, seperti nama peneliti jurnal, tahun penerbitan, judul penelitian, volume, issue, dan keterangan halaman.

    2. Ketahui jenis kutipan langsung dan tidak langsung

    Sederhananya, kutipan langsung adalah kutipan dari ide atau konsep orang lain yang ditulis ulang dalam bentuk aslinya. Jadi, tidak ada sedikit pun kata-kata yang diubah.

    Sementara itu, kutipan tidak langsung adalah kutipan dari ide atau konsep seseorang yang telah diolah menggunakan kata-kata peneliti sendiri.

    Namun, kalimat yang kamu parafrase atau rangkai ulang harus tetap sesuai dengan intisari ide aslinya.

    Sebagai peneliti, umumnya kamu bebas memilih jenis kutipan yang mana saja sesuai kebutuhan.

    Contoh kutipan langsung:

    Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).

    Contoh kutipan tidak langsung

    Seperti yang dijabarkan oleh Gorys Keraf (1983:3), argumentasi pada dasarnya adalah tulisan dengan tujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar percaya akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

    Baca Juga: Transkrip Nilai: Apa Itu, Fungsi, Cara Mendapatkannya

    3. Mulai kutip informasi di dalam paragraf

    Cara mengutip dari jurnal untuk ditulis ke dalam paragraf juga berbeda-beda, tergantung pada jenis jurnal yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.

    Jika peneliti jurnal terdiri dari 2 orang, kamu hanya perlu menuliskan nama belakang, tahun terbit, dan halamannya saja.

    Contoh:

    Hubungan dengan diri sendiri sangat mempengaruhi bagaimana cara kita tampil secara profesional (Nairne dan Wilkinson, 2018: 106).

    Apabila peneliti jurnal lebih dari 2 orang, kamu perlu menuliskan nama belakang penulis pertama saja disertakan “dkk”, tahun terbit, dan halamannya.

    Contoh:

    Hubungan dengan diri sendiri sangat mempengaruhi bagaimana cara kita tampil secara profesional (Nairne, dkk 2018: 106).

    4. Tulis sumber jurnal di daftar pustaka

    Setelah dikutip di dalam paragraf, jangan lupa untuk mencantumkannya di daftar pustaka. Berikut adalah beberapa contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal, dikutip dari Perpustakaan UGM.

    Apabila kamu mengutip dari jurnal online, format penulisannya adalah:

    Nama peneliti. (Tahun). Judul. Nama jurnal, vol. jurnal(terbitan): halaman. Link jurnal

    Contoh:

    Ahmann, E., Tuttle, L. J., Saviet, M., & Wright, S. D. (2018). A descriptive review of ADHD coaching research: Implications for college students. Journal of Postsecondary Education and Disability, 31(1): 24-58. https://www.ahead.org/professional-resources/publications/jped/archived-jped/jped-volume-31

    Sementara itu, berikut format penulisan daftar pustaka dari jurnal cetak:

    Nama peneliti. (Tahun). Judul. Nama jurnal, vol. jurnal(terbitan), halaman.

    Contoh:

    Kyratsis, A. (2014). Talk and interaction among children and the co-construction of peer groups and peer culture. Annual Review of Anthropology, 33(4), 231-247.

    Baca Juga: Cara Antiribet untuk Membuat Daftar Pustaka di Microsoft Word

    Demikian rangkuman Glints mengenai cara mengutip data atau informasi dari jurnal.

    Mau baca lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan? Ayo, baca artikel lain di Glints Blog!

    Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, terutama yang berkaitan dengan istilah-istilah akademik, tugas kuliah, dan lain sebagainya.

    Jadi, kamu akan lebih familier dengan proses pembelajaran di kuliah.

    Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait