Disebut Faktor Kesuksesan Perusahaan, yuk, Kenali Ownership Mentality

Diperbarui 23 Nov 2022 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Alifia Seftin Oktriwina

Dalam sebuah artikel, Forbes menyebut bahwa ownership mentality adalah salah satu faktor kesuksesan sebuah perusahaan, selain harga sahamnya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Lebih lanjut, mentalitas ini memberi karyawan rasa, tujuan, serta arah dalam bekerja. Dengan demikian, karyawan itu dapat melakukan pekerjaannya dengan optimis dan produktif.

Pola pikir ini juga dapat memberi pengaruh positif terhadap skill decision making.

Apakah kamu penasaran mengenai pola pikir ini? Yuk, cari tahu selengkapnya!

Apa Itu Ownership Mentality?

ownership mentality adalah

© Pexels.com

Ownership mentality adalah mentalitas yang mendorong seseorang untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap sesuatu, baik itu pekerjaan atau tanggung jawab lainnya.

Dalam dunia kerja, mentalitas ini akan mendorongmu untuk lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaanmu. Mentalitas ini juga akan membuatmu lebih percaya diri untuk berpendapat dan mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Atlassian menyebut mentalitas ini memberikan empat keuntungan di tempat kerja.

  • Meningkatkan kemampuan berkordinasi dalam tim secara mandiri.
  • Mendorong keinginan untuk berinovasi dan berpikir out of the box.
  • Meningkatkan semangat dalam bekerja.
  • Membantumu untuk lebih betah dan nyaman saat bekerja.

Baca Juga: Disebut Ciri Khas Milenial, Ketahui Apa Itu Entitlement Mentality

Cara Mengembangkan Ownership Mentality di Tempat Kerja

1. Miliki product mindset

etika media sosial

© Pexels.com

Masih mengutip Atlassian, dalam wawancaranya, CEO Twilio Jeff Lawson mengatakan product mindset adalah salah satu cara untuk mengembangkan ownership mentality.

Pola pikir ini menurut Lawson akan mendorongmu untuk bekerja mencapai hasil dan mempertahankan hasil tersebut.

Lebih lanjut, menurutnya mindset ini akan mempengaruhi konsumen yang dilayani, misi yang dijalani dalam melayani konsumen tersebut, dan metrik yang memberi tahu apakah pelayanan tersebut telah sesuai dengan harapannya.

Dengan memiliki product mindset, kamu akan lebih termotivasi untuk menghasilkan pekerjaan yang terbaik.

Baca Juga :  Kerja Full Time: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Part Time

2. Miliki empati terhadap konsumen

permission marketing adalah

© Freepik.com

Selain product mindset, rasa empati terhadap konsumen adalah salah satu cara yang disebut Lawson dapat mengembangkan ownership mentality.

Menurutnya, memahami konsumen adalah cara yang paling tepat untuk dapat memberikan pengalaman yang terbaik bagi konsumen.

Itu termasuk dengan menggunakan produkmu sendiri seperti yang dilakukan konsumen dan memahami masalah yang perlu dipecahkan oleh konsumenmu.

Lawson juga menunjukkan bahwa berbicara dengan konsumen secara langsung adalah cara terbaik untuk mengetahui kebutuhan dan preferensi mereka.

Mengetahui hal-hal tersebut akan memudahkanmu untuk memberikan inovasi baru sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Mengenal Silo Mentality, Pemicu Persaingan Tak Sehat di Kantor

3. Terbuka terhadap rekan kerja

cv product designer

© Freepik.com

Cara selanjutnya untuk mengembangkan ownership mentality di tempat kerja adalah dengan bersikap terbuka terhadap rekan kerja.

Transparansi membuka inovasi yang lebih cerdas dan lebih strategis. Selain dapat menghindari silo mentality yang dapat memicu persaingan tidak sehat, transparasi juga dapat membantu pekerjaanmu menjadi lebih efektif.

Saling terbuka terhadap informasi yang relevan terhadap pekerjaan akan membuatmu merasa lebih memiliki terhadap perusahaan beserta tanggung jawabnya.

4. Miliki rencana

cara membuat sales plan atau rencana penjualan

© Freepik.com

Selanjutnya, menurut The Muse, cara untuk mengembangkan ownership mentality adalah dengan memiliki rencana terhadap pekerjaanmu.

Rencana tersebut tidak perlu detail dan konkrit. Kamu hanya perlu menetapkan road map secara keseluruhan, lalu tanyakan hal berikut.

  • Apa tujuan kinerjamu pada kuartal ini untuk memenuhi tujuan perusahaan?
  • Hasil apa yang akan kamu berikan dalam tiga bulan ke depan dan bagaimana cara untuk mengetahui bahwa itu sudah selesai?

Sejajarkan rencana tersebut dengan visi tentang ke mana arah perusahaan. Sehingga, kamu akan merasa terdorong untuk mencapai sesuatu karenan merasa terlibat secara emosional.

Baca Juga :  Pelajari 80/20 Rule untuk Investasi agar Kamu Dapat Meraup Untung Maksimal

5. Berikan feedback terhadap perusahaan

© Freepik.com

Terakhir, memberikan feedback kepada perusahaan akan mendorongmu untuk memiliki ownership mentality.

Berikanlah feedback dan masukan tentang proyek dan tujuan tim.  Dorong dirimu untuk memberikan pendapat tentang keputusan penting yang mempengaruhi perusahaan.

Berikan suaramu sehingga kamu memahami bahwa kamu dapat berkontribusi untuk kesuksesan tim.

Tentu saja, mungkin tidak semua pendapatmu akan langsung ditindaklanjuti oleh perusahaan.

Namun, itu akan sangat membantu memperkaya hubungan, mendorong kolaborasi, dan meningkatkan keterlibatanmu dalam pekerjaan dan lingkungan perusahaan.

Baca Juga: Ini Alasannya Mengapa Kamu Perlu Menghindari Herd Mentality di Kantor

Nah, itu dia hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai ownership mentality.

Selain mengembangkan mentalitas ini, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaanmu.

Salah satunya, dengan mengikuti berbagai kelas dari Glints ExpertClass untuk menambah pengetahuanmu.

Di Glints ExpertClass tersedia berbagai kelas yang dipandu oleh para profesional dari berbagai latar belakang keahlian.

Yuk, klik di sini untuk cari kelas-kelas yang sesuai dengan kebutuhanmu!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon