Mengenal Pekerjaan Content Planner dan Perannya di Dunia Digital Marketing

Diperbarui 13 Des 2023 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alifia Seftin Oktriwina

Content planner adalah posisi yang saat ini tengah naik daun di dunia digital marketing. Hal ini terutama terkait dengan berkembangnya media sosial saat ini.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Pekerjaan ini sering kali beririsan dengan posisi content strategist. Bahkan dalam beberapa perusahaan, tugas content planner diserahkan kepada content strategist.

Lalu, apa sebenarnya tanggung jawab dari pekerjaan ini? Apa yang membedakan content planner dengan content strategist? Simak rangkuman Glints berikut.

Siapa Itu Content Planner?

content planner adalah

© Freepik.com

Menurut Righ Source Marketing, content planner adalah orang yang bertanggung jawab atas perencanaan konten secara keseluruhan.

Setelah content strategist merancang strategi konten yang dibutuhkan, orang dengan posisi ini akan mengimplementasikannya dalam bentuk jadwal yang terencana.

Ia akan membuat topik berdasarkan strategi konten, memilih jenis konten dan taktik tertentu untuk menangani tujuan dan preferensi audiens, kemudian mengatur semuanya ke dalam kalender editorial.

Dengan begitu, semua orang yang terlibat seperti content writer dan desainer grafis mengetahui tugas dan deadline mereka masing-masing.

Baca Juga: Langkah-langkah Belajar Digital Marketing Bagi Pemula

Tugas dan Tanggung Jawab Content Planner

© Rawpixel.com

Tugas dan tanggung jawab seorang content planner berkisar pada perencanaan konten. Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab yang dijalankan pekerjaan ini.

1. Membuat perencanaan konten

Seperti nama pekerjaannya, content planner bertugas membuat perencanaan konten.

Perencanaan konten ini dapat dibuat dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, sekali sebulan, sekali empat bulan, bahkan sekali setahun.

Jangka waktu ini disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil riset yang dilakukan oleh content strategist sebelumnya.

Baca Juga :  Perbedaan Account Manager dan Sales, Apa Saja, ya?

Perencanaan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Ia harus mempertimbangkan informasi apa yang ingin diterima oleh konsumen dan dalam bentuk apa informasi tersebut disampaikan.

Ia juga harus mempertimbangkan momen-momen apa saja yang akan dimanfaatkan dalam campaign. Hal tersebut misalnya adalah perayaan hari besar agama atau HUT RI.

2. Mengatur dan memastikan kalender editorial berjalan dengan baik

Menurut DivyHQ, tugas seorang content planner adalah membuat kalender editorial yang dapat diakses dan digunakan oleh semua orang dalam bidang digital marketing.

Kalender editorial akan memberikan gambaran tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi. Misalnya, kapan tenggat desain, kapan content writer harus menyerahkan tulisannya, hingga kapan konten tersebut harus tayang.

Kalender ini juga dapat digunakan untuk memantau jalannya campaign agar tetap sesuai dengan rencana dan strategi yang disepakati.

Baca Juga: Content Development: Pengertian, Tanggung Jawab, serta Skill yang Harus Dikuasai

Skill yang Dibutuhkan Content Planner

© Unsplash.com

1. Memahami SWOT

Analisis SWOT adalah teknik perencanaan strategis yang digunakan untuk membantu seseorang atau organisasi mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terkait dengan persaingan bisnis atau perencanaan proyek.

Hal tersebut akan memudahkan seorang content planner dalam melakukan perencanaan. Analisis ini akan memberikan gambaran mengenai brand dan produk yang akan dikampanyekan.

Teknik analisis ini juga dapat digunakan untuk memahami konsumen yang dapat membantu proses perencanaan konten.

2. Berpikir kreatif

Ide adalah “nyawa” dari setiap konten. Tanpa kreativitas, campaign yang akan dijalankan tidak akan menarik minat audiens.

Seperti bidang kreatif lainnya, kamu harus memiliki jiwa kreatif jika ingin menjadi seorang content planner.

Hal ini karena kamu tidak hanya akan membuat rencana konten yang terjadwal, tetapi juga memastikan konten yang akan ditayangkan dapat menarik perhatian audiens.

Baca Juga :  Lowongan Kerja BUMN 2026: Jadwal Rekrutmen Bersama, Syarat & Cara Daftar

3. Memahami tren

Sebagai content planner, kamu juga harus mampu menangkap momen-momen penting yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan promosi.

Kamu tidak hanya harus memahami tren yang berhubungan dengan industri tempatmu bekerja. Kamu juga harus memahami tren-tren lain yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan promosi.

Selain itu, kamu juga harus dapat memanfaatkan topik yang sedang hangat diperbincangkan audiens di media sosial dan meramunya menjadi sebuah rencana konten yang menarik.

Tentu saja, konten seperti ini harus segera ditayangkan agar audiens masih merasakan momennya ketika membaca atau melihat konten tersebut.

Baca Juga: Pelajari 5 Pertanyaan Interview Pekerjaan Digital Marketing

Nah, itu dia yang perlu diketahui mengenai pekerjaan seorang perencana konten.

Pekerjaan ini memang hampir mirip dengan content strategist. Akan tetapi, ada beberapa perbedaan mendasar dalam tanggung jawabnya.

Apakah kamu tertarik dengan pekerjaan ini? Kamu dapat memulainya dengan mencari lowongan pekerjaan content planner yang ada di Glints, lho!

Segera buat akun profesionalmu di Glints dan temukan pekerjaan impianmu sekarang juga!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon