Bekerja di Open Office atau Closed Office, Ini Keuntungan dan Tipsnya
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina
Tata ruang kantor biasanya berpengaruh pada suasana tempat kerja dan mood pegawai. Lalu, tata ruang open office vs closed office yang lebih baik?
Menurut Hana, perbedaan paling mendasar dari open office dan closed office ada pada segi tata ruang dan desainnya.
Selain desainnya, yuk, simak juga rangkuman keuntungan dan tips bekerja di masing-masing tata ruang berikut ini.
Isi Artikel
Open Office vs Closed Office
Open office adalah konsep ruangan kantor yang menghilangkan penghalang atau partisi antar pegawai atau atasan dan pegawai.
Biasanya, dalam ruangan akan tersedia beberapa meja panjang. Kemudian, beberapa pekerja akan duduk dan bekerja di meja yang sama.
Meskipun duduk bersampingan, tidak ada sekat atau penghalang di antara setiap pegawai.
Open office, menurut The Perspective, dimaksudkan untuk mendorong kolaborasi antar setiap individu ketika bekerja.
Seperti yang Glints sebutkan di atas, biasanya tata ruang ini tidak memandang jabatan seseorang. Kamu bisa saja duduk di sebelah bosmu langsung.
Tata ruangan ini biasanya untuk perusahaan rintisan (startup) yang masih berjumlah tim kecil.
Sedangkan, closed office adalah konsep ruangan kantor yang tertutup dan terpisah-pisah seperti namanya.
Di kantor ini, menurut Wisestep, setiap orang memiliki ruangan atau kubikelnya masing-masing. Sehingga, akan memberimu privasi ketika bekerja.
Dalam closed office, biasanya orang yang memiliki jabatan lebih tinggi akan memiliki ruangan khusus.
Berbeda dengan open office, closed office mementingkan ketenangan untuk setiap pekerjanya.
Dengan situasi kantor yang tenang, seseorang diyakini akan menjadi lebih fokus ketika bekerja tanpa ada distraksi dari lingkungan sekitar.
Keuntungan Bekerja di Open Office
1. Meningkatkan komunikasi antar tim
Karena open office dimaksudkan untuk mendorong kolaborasi antar pegawai, hal ini secara langsung meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi.
Meningkatnya kuantitas dan kualitas komunikasi ini akhirnya akan menghasilkan kerja sama yang baik.
Open office pun memungkinkan adanya obrolan-obrolan kecil ketika bekerja hingga lebih sering membantu satu sama lain secara langsung.
2. Mencegah sakit badan dan pegal
Ketika bekerja, pastinya kamu duduk di satu posisi selama berjam-jam sehingga berisiko menyebabkan berbagai penyakit fisik.
Namun dengan konsep open office, kamu akan didorong untuk banyak berdiri dan bergerak sambil bekerja.
Bahkan, sebuah studi menyebutkan bergerak selama 5 menit sekali setiap jamnya dapat meningkatkan mood dalam bekerja dan melawan rasa lelah, tanpa menghilangkan fokus.
Tips Bekerja di Open Office
1. Jaga kebersihan tempatmu
Menurut Business News Daily, menjaga kebersihan tempatmu adalah sebuah keharusan.
Selain membuatmu lebih nyaman bekerja, orang lain pun tidak akan terganggu oleh barang-barangmu yang berantakan.
2. Hargai privasi orang lain
Meskipun tempat kerjamu terbuka, bukan berarti kamu bisa mengganggu privasi orang lain.
Kamu perlu mengetahui batasan-batasan kapan bisa mengajak rekan kerja berbicara atau berdiskusi, serta kapan mengobrol hal-hal selain pekerjaan.
3. Buat sinyal ke rekan kerja
Tentu dengan konsep open office, akan lebih banyak distraksi seperti suara bising yang akan mengganggumu bekerja.
Namun, kamu bisa berdiskusi dengan rekan kerjamu dan memberitahu tanda ke rekan kerja ketika butuh sedikit ketenangan ketika bekerja.
Keuntungan Bekerja di Closed Office
1. Meningkatkan kreativitas
Situasi yang tenang akan sangat membantumu untuk berkonsentrasi ketika melakukan proses berpikir kreatif dan mengerjakan proyek dengan lancar.
Dengan situasi closed office, kamu tidak akan mudah terganggu oleh suara diskusi dari tim lain atau bahkan gosip yang dilakukan rekan kerjamu.
2. Membuatmu dapat bekerja sesuai gaya kerjamu
Konsep closed office membantumu untuk bisa mengekspresikan diri ketika bekerja.
Dengan konsep ini, kamu bisa bekerja sesuai gaya kerja dan juga mengatur serta menyimpan barang-barang yang kamu suka di meja kerja.
Tips Bekerja di Closed Office
1. Jaga komunikasi dengan rekan kerja
Dengan konsep kantor yang tertutup, akan ada kekhawatiran komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik.
Kamu bisa menanggulanginya dengan membuat sebuah chat group dengan rekan kerja. Sehingga, komunikasi bisa berjalan dengan lancar.
2. Atur waktu kerjamu
Terkadang, memiliki tempat kerja sendiri dapat membuatmu terlalu nyaman dan akhirnya tidak produktif.
Kamu bisa mengatasinya dengan mengatur jadwal kapan kamu harus bisa membereskan pekerjaan setiap harinya agar tidak kebablasan.
3. Bawa sesuatu yang bisa memotivasimu
Kamu bisa membawa foto keluarga atau orang yang kamu sayangi, bahkan hadiah dari orang terkasih.
Dengan memajangnya di meja kerjamu, kamu jadi teringat bahwa masih ada yang akan menyemangatimu ketika bekerja.
Sehingga, dapat meningkatkan motivasi kerjamu juga, lho.
Nah, itulah perbedaan dari open office dan closed office yang harus kamu ketahui. Hal ini juga jadi pertimbanganmu saat melamar pekerjaan, apakah kantor incaranmu berkonsep open atau closed office.
Dapatkan insight dan informasi seputar tempat kerja lainnya dengan kunjungi Kanal Tips Tempat Kerja di Glints Blog. Yuk, baca kumpulan artikelnya!
