6 Tips untuk Menulis Surat Pengunduran Diri dari Pekerjaanmu

Diperbarui 05 Apr 2022 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Setelah beberapa lama berkarier di tempat kerjamu yang sekarang, kamu akhirnya membuat keputusan bulat untuk mengundurkan diri. Kamu sudah merencanakan untuk mengambil kesempatan yang lebih menjanjikan di tempat lain. Kini, batas antara dirimu yang sekarang dan petualangan baru di luar sana adalah surat pengunduran diri yang harus kamu berikan untuk atasan di kantor.

    Namun, jangan terburu-buru. Menulis surat pengunduran diri bukanlah hal yang sepele. Banyak hal yang harus kamu perhatikan, mulai dari alasan pengunduran diri hingga cara penyampaian. Jangan sampai surat pengunduran diri yang kamu berikan pada atasan malah meninggalkan kesan buruk dan menjauhkan hubungan antara kamu dan kolega lain di kantor setelah kamu pergi. Apa saja hal yang harus diperhatikan dalam menulis surat pengunduran diri?

    Baca Juga: Resign kerja sebelum dapat yang baru? Ketahui dulu 3 hal ini

    1. Berikan jeda waktu

    pertanyaan interview growth mindset

    © Pexels.com

    Jangan terlalu mendadak dalam memberikan surat pengunduran diri kepada atasan. Waktu pemberian surat pengunduran diri sebaiknya tidak kurang dari dua pekan sebelum tanggal pengunduran diri yang kamu inginkan. Dalam surat pengunduran diri, jangan lupa cantumkan tanggal persis pengunduran yang kamu sudah rencanakan. Hal ini sangat penting bagi atasanmu untuk tetap bisa mengatur ritme kerja perusahaan sembari mengatur ulang pendelegasian tugas. Tidak hanya itu, jika kamu memberikan surat pengunduran diri secara mendadak, kamu akan meninggalkan kesan buruk pada perusahaan. Surat pengunduran diri yang mendadak akan memberi kesan bahwa kamu terburu-buru.

    Bila kamu terpaksa meninggalkan perusahaan secepatnya, kamu harus memberikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada atasan dan HRD di surat pengunduran diri yang kamu tulis. Tunjukkan bahwa kamu aware dengan waktu pemberian surat pengunduran diri yang terlalu mendadak agar atasanmu bisa memahami kondisimu saat ini. Bukalah dialog untuk membicarakan rencana kepergianmu yang mendadak tersebut. Bila perlu bantulah atasan dan orang-orang di kantor untuk membuat rencana kerja baru yang bisa digunakan setelah kamu benar-benar meninggalkan perusahaan.

    2. Tidak perlu terlalu detail

    surat pengunduran diri

    © Freepik.com

    Tidak perlu menuliskan alasan yang terlalu detil pada surat pengunduran diri yang kamu berikan pada atasan. Selain itu kamu juga tidak perlu mencantumkan apa rencana kamu selanjutnya atau berapa gaji di perusahaan tempat kamu berpindah kerja. Jangan bertele-tele dengan menuliskan hal-hal yang tidak relevan di surat pengunduran diri. Tulis secara singkat, jelas, namun tetap sopan untuk menjaga perasaan atasanmu.

    Jika kamu terpaksa menyampaikan alasan dengan kondisi tertentu, perhatikan lagi cara penulisannya, jangan sampai kamu dianggap meremehkan perusahaan tempatmu bekerja saat ini dengan menyebutkan alasan-alasan yang bersifat personal seperti tidak betah atau gaji yang terlalu sedikit. Surat pengunduran diri bukanlah ajang untuk menjelek-jelekkan nama perusahaan. Bahkan jika kamu terpaksa mundur dengan alasan yang kurang mengenakkan, tetap tulis surat pengunduran diri dengan elegan dan profesional.

    3. Jangan lupa berterima kasih

    par car wawancara

    © Thebalancecareers.com

    Selama beberapa bulan atau mungkin bertahun-tahun bekerja di perusahaan yang sekarang pasti banyak hal yang kamu telah dapatkan. Surat pengunduran diri adalah media yang tepat untuk menyampaikan rasa terima kasihmu. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar merasakan manfaat selama bekerja di tempat tersebut. Berikan kesan yang baik pada atasanmu. Tidak perlu terlalu panjang dan berbelit-belit, cukup beberapa kalimat yang bisa menunjukkan rasa terima kasihmu pada perusahaan.

    Perjalanan kariermu masih panjang. Kamu tidak pernah tahu kapan takdir akan mempertemukanmu dengan atasanmu di masa depan. Mungkin suatu urusan bisnis, mungkin kamu butuh bantuan beliau, mungkin juga sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga untuk orang-orang yang pernah membantumu selama ini di perusahaan. Sebelum kamu meninggalkan kantor, buatlah jejaring yang kuat dengan orang-orang di perusahaan lama untuk mendukung perjalananmu di masa depan.

    4. Tawarkan bantuan

    marketer berdasarkan zodiak

    © Pexels.com

    Saat kamu memutuskan untuk mengundurkan diri, ada kemungkinan perusahaan tempatmu bekerja mengalami transisi untuk menyesuaikan keadaan sebelum kamu benar-benar pergi dari kantor. Di dalam surat pengunduran diri yang kamu berikan pada atasan, sampaikan bahwa kamu siap membantu proses transisi tersebut. Hal ini bisa kamu lakukan jika kamu mampu dan kondisimu memungkinkan untuk membantu. Salah satu hal yang mungkin bisa kamu lakukan untuk membantu proses transisi tersebut adalah melakukan training pada karyawan yang akan menggantikan posisimu setelah kamu pergi.

    5. Pertanyaan penting

    surat pengunduran diri

    © Freepik.com

    Ketika kamu memutuskan untuk mengundurkan diri ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu antara kamu dan perusahaan, misalnya uang kompensasi dan hal administrasi yang lain. Agar semuanya menjadi clear, ajukan pertanyaan tentang hal-hal tersebut dalam surat pengunduran diri. Untuk pertanyaan yang berkaitan tentang uang kompensasi, gaji terakhir, dan fasilitas karyawan seperti asuransi, sebaiknya kamu juga mengirimkan surat pengunduran diri serupa kepada HRD.

    Saya sarankan untuk membaca kembali surat perjanjian kerja yang dulu kamu dapatkan dan tanda tangani di awal masa kerja. Baca dengan teliti, jangan sampai ada hal-hal yang sebenarnya adalah hakmu yang belum ditunaikan oleh perusahaan. Begitu pula sebaliknya, apakah ada hak perusahaan yang masih belum kamu kerjakan. Misalnya, dalam surat pengunduran diri kamu bisa tuliskan pertanyaan kepada siapa kamu harus mengembalikan barang-barang dan fasilitas yang kamu dapat seperti kendaraan bermotor atau laptop. Pastikan kamu tidak meninggalkan masalah dan tanggungan setelah keluar dari perusahaan lama, agar perjalanan kariermu selanjutnya berjalan mulus. Gunakan surat pengunduran diri untuk menyelesaikan semua masalah tersebut.

    Baca Juga: Sudahkah Kamu Mendapatkan Kepuasan Kerja? Jawab dulu 7 Pertanyaan ini

    6. Berikan Informasi Kontak

    marketer berdasarkan zodiakl

    © Freepik.com

    Jangan lupa cantumkan kontakmu yang dapat dihubungi dalam surat pengunduran diri yang kamu akan berikan ke atasan, baik itu nomor handphone, alamat surat elektronik, atau alamat rumah. Hal ini sangat bermanfaat bila perusahaan lama ingin menghubungimu untuk suatu urusan pekerjaan. Sebaliknya, kamu juga mungkin masih membutuhkan mereka untuk urusan tertentu. Jalinlah hubungan yang baik meskipun nanti kamu dan mereka sudah tidak berada di tempat yang sama.

    Itu tadi 6 tips bisa kamu praktikkan untuk membuat surat pengunduran diri. Hal-hal di atas harus kamu sesuaikan lagi berdasarkan pengalaman komunikasimu dengan atasan atau HRD di perusahaan tempatmu bekerja. Selain itu perhatikan juga budaya perusahaan mengenai prosedur pengunduran diri. Kamu juga bisa bertanya-tanya pada kawan-kawan yang sudah terlebih dahulu mengundurkan diri mengenai hal tersebut. Pastikan surat pengunduran diri yang kamu tulis memberi kesan yang mendalam pada atasan dan HRD untuk tetap menjaga hubungan baik dengan mereka. Siapa tahu, kelak takdir membawamu bekerja di tempat yang sama, kan?

    Baca Juga: Jenuh di Kantor? Kembalikan Semangat Kerja dengan 7 Cara ini!

    Ingin membaca tips dan trik lain seputar karier dan dunia profesional seperti artikel ini? Glints adalah website yang dipersembahkan untuk kamu para profesionl muda. Untuk kamu yang masih mencari pekerjaan, di Glints juga terdapat segudang informasi lowongan kerja full-time, part-time, magang, hingga project-based. Kamu juga bisa mengunggah informasi diri dan melamar di pekerjaan yang kamu inginkan. Semua fasilitas di atas bisa kamu dapatkan dengan sign up di Glints sekarang juga!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      One response to “6 Tips untuk Menulis Surat Pengunduran Diri dari Pekerjaanmu”

      1. aya says:

        thank you atas sarannya

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Artikel Terkait