5 Tips Membangun Social Media Presence agar Brand-mu Makin Dikenal

Diperbarui 23 Nov 2022 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Membangun social media presence begitu penting bagi sebuah brand. Bukan hanya supaya lebih dikenal, tapi juga untuk membentuk persepsi publik, calon konsumen, dan konsumen setia.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Mengutip HubSpot, kamu bisa menilai social media presence-mu berhasil atau tidak lewat tingginya engagement rate, berkembangnya brand awareness, dan persepsi positif publik terhadap brand.

Makanya, untuk mendapatkan hasil-hasil tersebut, kamu bisa coba membangun social media presence lewat tips yang telah Glints rangkum di bawah ini.

Baca Juga: Strategi Digital Marketing yang Wajib Kamu Ketahui

Cara Membangun Social Media Presence

1. Membangun social media presence dengan SMART

strategi kampanye media sosial

© Freepik.com

Menurut Sprout Social, sebuah brand harus memiliki SMART. SMART sendiri terdiri dari Specific, MeasurableAchievableRelevant, dan Time-bound.

Maksud dari kelima ukuran ini adalah agar ketika kamu membangun social media presence, kamu memiliki tujuan yang jelas dan bisa diukur kesuksesannya.

Berikut cara menerapkan SMART dalam membangun social media presence.

  • Specific: brand-mu harus memiliki tujuan dan channel yang spesifik untuk menjalankan strateginya.
  • Measurable: buatlah ukuran yang jelas seperti “menaikkan total engagement sebanyak 25%”.
  • Achievable: tidak lupa, buat tujuan yang dapat diraih. Misalkan “meningkatkan conversion rate sebanyak 35% hingga akhir quarter pertama”
  • Relevant: jangan lupa untuk memikirkan relevansi dari strategimu. Contoh, apakah dengan strategi ini keberadaan brand-mu di media sosial akan semakin diketahui atau tidak.
  • Time-bound: selalu sertakan target kapan strategi ini akan memiliki efeknya. Contoh “di akhir bulan September, jumlah followers akan bertambah 1.500 orang”.

2. Pastikan kamu menggunakan platform yang tepat

membangun social media presence

© Unsplash.com

Tentunya, kamu harus tahu di mana kamu akan membangun social media presence brand-mu.

Baca Juga :  Takut Foto Dicuri? Ini 3 Cara Membuat Copyright untuk Karya Fotomu

Menurut Birmingham City Business School, dengan mengetahui platform yang akan kamu gunakan, kamu bisa mengetahui seperti apa tipe audiensmu.

Selain itu, kamu juga bisa mengetahui apa yang diharapkan dari audiens kamu dan gaya bahasa yang mereka harapkan.

Sebagai contoh, gaya bahasa dan sikap audiens di Twitter, Facebook, atau Instagram tentu saja berbeda-beda.

Oleh karena itu, pastikan kamu tahu di mana kamu akan membangun presence untuk brand-mu dan sesuaikan dengan fungsi serta fitur tiap platform.

Baca Juga: Pahami Apa Itu Brand Activation dan Bagaimana Manfaatnya

3. Memiliki kepribadian

membangun social media presence

© Freepik.com

Ketika membangun social media presence, selalu buat brand kamu bercakap dan bersikap seperti manusia.

Orang-orang tidak akan menyukai sebuah brand yang tidak memiliki kepribadian.

Hal ini karena, orang-orang saat ini ingin mengetahui sebuah brand secara personal. Karena itu, bersikap dan berkomunikasi seperti manusia pada umumnya adalah sebuah keharusan.

Selain itu, dengan menjadi manusia pun kamu akan membuat hubungan dan punya relevansi dengan audiensmu.

Tentunya hal ini pun akan menjadi sesuatu yang berharga karena potensi mereka menjadi konsumen yang loyal pun semakin besar.

4. Buat jadwal editorial

membuat jadwal

© Pexels.com

Selalu buat jadwal untuk upload konten brand-mu di media sosial.

Dengan adanya jadwal, kamu bisa tahu kapan dan di mana kamu akan membuat konten media sosial brand-mu. Selain itu, adanya jadwal pun berfungsi sebagai reminder buat kamu.

Hal ini tentu meminimalisir terjadinya kesalahan ketika upload konten atau risiko telat upload. Kamu juga bisa mengetahui kapan waktu terbaik untuk upload di media sosial.

Selain itu, adanya jadwal editorial pun bisa membantu brand kamu untuk membuat konten yang fresh setiap waktu.

Baca Juga :  6 Perbedaan CMYK dan RGB yang Penting untuk Desainmu

Tentunya, orang-orang akan merasa bosan apabila konten yang sama terus kamu unggah setiap waktu.

5. Fokus untuk membantu, bukan menjual

membantu bukan menjual

© Freepik.com

Meskipun tujuan dari social media presence adalah untuk meningkatkan penjualan, tapi bukan berarti kamu harus melakukan hard selling di media sosial setiap saat.

Hal yang perlu diperhatikan ketika membangun social media presence adalah fokus brand harus untuk membantu audiensmu dengan keluhan-keluhannya.

Kamu bisa membantu masalah yang dihadapi audiensmu atau menjawab pertanyaan mereka secara langsung atau dengan content marketing.

Dengan membantu audiensmu dengan berbagai masalahnya, kamu berpotensi untuk membangun presence yang baik dan juga membangun hubungan dengan audiensmu.

Selain itu, kamu juga berpotensi untuk mendapatkan konsumen yang loyal terhadap brand.

Baca Juga: Tahapan dan Contoh Strategi Branding yang Berhasil Dilakukan

Nah, begitulah beberapa tips dari Glints untuk membangun social media presence yang baik.

Kalau kamu ingin mendalami ilmu tentang branding dan marketing, kamu bisa ikut belajar dengan para ahli di Glints ExpertClass.

Selain mendapatkan ilmu-ilmu baru dan bermanfaat, kamu juga akan dapat kesempatan untuk membangun koneksi dengan para ahli.

Yuk, klik di sini untuk cek kelas-kelas marketing pilihan dari Glints ExpertClass!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon