Learning Agility: Pengertian, Jenis, dan Komponennya
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Di dunia kerja yang terus berkembang, kemampuan untuk beradaptasi dan belajar hal baru menjadi sangat penting. Inilah mengapa learning agility adalah salah satu soft skill yang semakin dicari oleh perusahaan.
Terutama untuk kamu yang berada di awal karier, memiliki skill ini bisa membantu menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri.
Jadi, sebenarnya apa itu learning agility? Berikut Glints berikan paparan mengenai learning agility yang perlu kamu ketahui.
Isi Artikel
Apa Itu Learning Agility?
Learning agility adalah kemampuan untuk terus belajar dari pengalaman, beradaptasi dengan situasi baru, dan mengadopsi pola pikir yang berbeda.
Dalam bahasa Indonesia, learning agility dapat diartikan menjadi ketangkasan belajar. Sederhananya, learning agility bisa membuat kamu tetap tangkas dan merasa nyaman meskipun berada di situasi yang kurang mengenakkan.
Kamu akan terbiasa menghadapi perubahan, mencari masukan, serta mengevaluasi diri untuk terus berkembang.
Learning Agility di Dunia Kerja
Mengutip Indeed, dalam dunia kerja, skill ini sangat penting karena menunjukkan fleksibilitas dan keterbukaan terhadap inovasi.
Bagi kamu yang baru memulai karier, memiliki learning agility bisa jadi nilai tambah di mata atasan.
Mereka cenderung mencari karyawan yang tidak hanya mengandalkan pengetahuan lama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan baru dengan solusi kreatif. Pasalnya, skill ini bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang bagaimana kamu belajar dari proses tersebut.
Dalam penerapannya di dunia kerja, beberapa contoh learning agility adalah:
- Seorang staf digital marketing yang biasanya bertanggung jawab akan aset-aset dan strategi digital perusahaan diminta untuk menjalani sebuah offline event. Meskipun pengetahuan dan kemampuannya di bidang ini masih minim, ia berusaha untuk mendalami materi belajar lewat Youtube. Ia juga bertanya kepada senior-seniornya yang sudah lebih berpengalaman untuk menjalankan acara serupa.
- Seorang HR manager yang sudah bertahun-tahun bergelut di suatu perusahaan memutuskan untuk pindah ke sebuah perusahaan baru yang bergerak di industri yang berbeda pula. Ia dihadapkan dengan sistem baru, gaya manajemen baru, istilah-istilah yang asing, serta orang-orang yang baru pula. HR manager ini lantas membuka diri dan mau belajar dengan orang-orang baru, termasuk yang posisinya di bawahnya, meskipun ia sudah punya pengalaman bertahun-tahun.
Jenis-Jenis Learning Agility
Dikutip dari AIHR, ada beberapa jenis learning agility yang bisa kamu pelajari dan terapkan di tempat kerja:
Mental Agility
Mental agility berhubungan dengan kemampuan kamu untuk melihat sesuatu dari berbagai perspektif. Kamu terbuka terhadap ide-ide baru dan tidak takut untuk bertanya.
Misalnya, saat menghadapi proyek baru, kamu tidak hanya mengikuti metode lama, tetapi juga mencari cara inovatif untuk meningkatkan hasil.
People Agility
Jenis lainnya dari learning agility adalah people agility, yang mengacu pada kemampuan kamu untuk bekerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang.
Dalam tim, kamu menghargai perbedaan pendapat dan melihatnya sebagai peluang untuk belajar.
Misalnya, saat bekerja dengan rekan dari divisi lain, kamu bisa memahami sudut pandang mereka dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan bersama.
Change Agility
Kamu mungkin sudah sering mendengar bahwa perubahan adalah hal yang pasti di dunia kerja.
Dengan change agility, kamu tidak hanya menerima perubahan, tetapi juga menyambutnya dengan antusias. Kamu selalu siap mencari cara baru yang lebih efektif untuk menyelesaikan pekerjaan.
Results Agility
Hasil adalah indikator keberhasilan yang jelas. Orang yang memiliki results agility akan terus mencari cara untuk mencapai target, bahkan dalam situasi yang sulit. Selain itu, mereka juga siap membantu rekan kerja mencapai hasil terbaik.
Self-awareness
Self-awareness adalah kemampuan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Kamu akan lebih mudah menerima masukkan atau saran, dan menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki kinerja.
Dengan self-awareness, kamu lebih siap untuk berubah dan berkembang.
Komponen Learning Agility
Berikut adalah komponen learning agility yang perlu kamu perhatikan, agar dapat diterapkan dengan maksimal dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Keingintahuan
Kamu harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan selalu bertanya dan mencari tahu, kamu bisa menemukan cara baru untuk meningkatkan performa.
Keterbukaan terhadap kritik dan saran
Kritik dan saran adalah bahan bakar utama dalam proses belajar.
Jadi, jangan ragu untuk meminta pendapat dari atasan atau rekan kerja, lalu gunakan informasi tersebut untuk memperbaiki diri.
Kemampuan reflektif
Setelah menyelesaikan tugas atau proyek, luangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang berjalan baik dan apa yang bisa diperbaiki.
Sikap reflektif ini akan membantu kamu tumbuh lebih cepat.
Komitmen terhadap perubahan
Dunia kerja terus berubah, dan kamu perlu siap menghadapi perubahan tersebut.
Dengan learning agility, kamu akan lebih mudah beradaptasi dan menemukan cara terbaik untuk mengatasi tantangan baru.
Demikian informasi mengenai learning agility, dari pengertian, jenis, hingga komponennya.
Bagi kamu yang masih di tahap awal karier, learning agility adalah salah satu soft skill yang paling dicari oleh perusahaan.
Dengan kemampuan ini, kamu bisa membuktikan bahwa kamu siap belajar, berkembang, dan menghadapi tantangan apapun.
Selain paparan di atas, masih banyak tren yang akan populer dalam berbagai bidang karier di tahun-tahun mendatang.
Kamu bisa mempelajarinya dengan baca kumpulan artikel yang sudah Glints siapkan. Klik di sini untuk akses dan baca kumpulan artikelnya secara gratis!
