6 Etika Bertemu Klien untuk Bentuk Kesan yang Baik
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Beberapa waktu lalu, pengguna media sosial Twitter sempat berdiskusi tentang etika ketika bertemu klien.
Baik itu klien freelance, partner bisnis, prospek sales, dan lain sebagainya.
Menurut mereka, memakai barang branded adalah salah satu etika tidak tertulis yang dapat membantu membuat pertemuan berjalan lebih lancar.
Benarkah demikian? Sebenarnya, apa sajakah etika dasar yang perlu diketahui agar kamu bisa membentuk first impression atau kesan pertama yang baik di mata klien?
Berikut Glints berikan beberapa tipsnya untukmu!
1. Datang tepat waktu
Sebelum membahas mengenai penampilan, hal utama yang harus kamu ingat adalah ketepatan waktu.
Ini adalah salah satu caramu menghargai waktu yang telah diluangkan oleh klienmu.
Jika kamu datang terlambat, dikhawatirkan akan ada kesan kurang baik yang timbul di benak mereka.
Usahakan untuk mengabari mereka dari jauh hari atau beberapa jam sebelum meeting apabila ada suatu hal mendesak dan mendadak yang mungkin membuatmu telat.
Kemampuan manajemen waktumu akan terlihat dari seberapa baik kamu merencanakan durasi perjalanan ke tempat meeting (jika dilakukan secara offline) dan mengantisipasi hambatan yang mungkin terjadi.
2. Saat menyiapkan penampilan, utamakan kenyamanan dan kualitas
Nah, sekarang mari kita bahas mengenai pakaian, tas, atau sepatu yang kamu kenakan. Apakah harus selalu memakai barang branded?
Sebenarnya, salah satu alasan mengapa orang memilih untuk memakai barang branded adalah karena kenyamanan dan kualitasnya.
Kalau kamu memang memilih untuk pakai barang branded, pastikan jangan hanya melihat merknya saja, tapi pikirkan apakah barang tersebut akan membuatmu nyaman atau justru mengganggu?
Pada saat memilih tas, misalnya, pastikan kamu membawa tas dengan ukuran yang pas dan desain yang memudahkanmu merapikan barang-barang di dalamnya.
Jadi, saat mengeluarkan laptop, kamu tak perlu repot-repot membongkar semua isi lalu memasukkannya kembali.
Jika memakai barang branded hanya karena prestise atau untuk mengesankan klien saja, dikhawatirkan kamu akan mengesampingkan hal yang lebih penting, yaitu kepraktisan dan kegunaannnya.
Yang terpenting, kamu menyiapkan penampilan yang sesuai dengan tempat dan klienmu, serta menjaga kebersihan diri dan barang-barang yang dibawa.
3. Jangan sampai ada peralatan yang tertinggal
Etika bertemu klien selanjutnya adalah datang dengan keadaan yang benar-benar siap, apalagi jika rapat diadakan secara tatap muka.
Biasanya, akan ada materi atau dokumen-dokumen yang harus kamu siapkan.
Jika ada dokumen yang tertinggal, rusak, kotor, dan lain sebagainya, klien mungkin berpikir kamu tergesa-gesa dan tidak menyiapkan meeting dengan matang.
Hal yang sama juga berlaku ketika kamu menjadi peserta meeting. Jangan lupa untuk siapkan dokumen atau perlengkapan yang dihimbau oleh penyelenggara.
4. Sapa semua orang dengan baik
Dilansir dari Business News Daily, etika bisnis pada akhirnya berakar pada interpersonal skill seseorang.
Pastikan untuk menjabat tangan, menjaga kontak mata, dan bersikap ramah pada setiap orang.
Selain itu, kamu harus benar-benar mendengarkan mereka secara aktif.
Klien pasti akan merasa kehadirannya dihormati jika kamu terlihat tulus mendengarkan dan tertarik dengan apa yang mereka ucapkan.
Jika kamu rapat dengan klien yang datang dari daerah atau negara lain, usahakan pelajari kultur mereka. Jangan sampai kamu secara tidak sadar melakukan gestur yang kurang sopan.
5. Bicara secara bergantian
Mungkin ini merupakan etika dasar bertemu klien yang sudah kamu ketahui, tapi cukup sering dilupakan orang-orang ketika meeting berlangsung.
Apalagi saat meeting berjalan dengan sangat produktif, di mana orang-orang punya banyak ide untuk didiskusikan.
Nah, pastikan kamu tidak memotong pembicaraan siapa pun.
Bila perlu, angkat tangan atau beri sinyal terlebih dahulu ketika ingin mengucapkan sesuatu, agar lawan bicaramu juga bisa mengerti dan mempersilakan.
Kendalikan semangat dan antusiasmu dengan baik, ya.
6. Hindari beberapa hal berikut
Selain kelima hal di atas, masih ada beberapa detail kecil yang cukup menimbulkan kesan buruk jika kamu abaikan. Berikut beberapa di antaranya yang dilansir dari Indeed:
- Tidak memerhatikan gestur nonverbal, misalnya mengetuk-ngetuk pulpen ke meja atau menggerakkan kaki hingga menyebabkan suara keras yang mengganggu orang lain.
- Mendiskusikan hal di luar topik sehingga mengulur waktu meeting.
- Meletakkan tas atau barang-barangmu di sembarang tempat.
- Bermain handphone saat orang lain berbicara.
- Sibuk mencari-cari barang di dalam tas sampai mendistraksi perhatian klien.
- Makan dan minum dengan suara mengecap yang mengganggu, atau membawa makanan yang beraroma tajam sehingga mengganggu klien.
Itulah tadi beberapa etika dasar bertemu klien.
Pada dasarnya, penampilan bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi keputusan klien untuk bekerja sama, tapi tetap termasuk etika dasar yang tidak boleh kamu sepelekan.
Mau tahu lebih banyak tips terkait dunia kerja? Yuk, baca lebih banyak artikel di Glints Blog!
Kamu akan peajari banyak cara untuk tingkatkan profesionalitas melalui berbagai skill.
Tertarik? Klik link ini untuk segera baca artikel lainnya, ya!
