Strategi Jitu saat Rekruter Meminta “Juallah Barang Ini” saat Wawancara
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Tak sekadar mengajukan pertanyaan, kadang kala, rekruter juga meminta “juallah barang ini” saat interview kerja.
Biasanya, permintaan itu disampaikan kepadamu yang melamar kerja di bidang sales.
Kira-kira, seperti apa trik menjawabnya? Glints sudah merangkumnya dalam artikel ini.
Akan tetapi, sebelumnya, kita bahas mengapa rekruter memintamu berjualan saat wawancara. Yuk, simak!
Mengapa Rekruter Mengajukan Pertanyaan Ini?
Sales andal tentu harus menguasai skill komunikasi. Saat rekruter mengatakan “juallah barang ini,” kemampuan tersebut bisa dinilai.
Tak hanya itu, banyak yang tidak pasti dalam proses penjualan. Keduanya akan memaksamu berpikir dan bertindak secara spontan.
Nah, menurut The Balance Careers, kemampuanmu berpikir dan bertindak spontan bisa dinilai saat kamu praktik berjualan. Itulah mengapa pertanyaan ini muncul.
Tips menjawab Pertanyaan
Sekarang, kita bahas deretan tips merespons permintaan berjualan saat wawancara.
1. Tetap bersikap positif
Permintaan “juallah barang ini” bisa terasa mengagetkan. Meski demikian, cobalah untuk tetap tenang.
Tampilkan kesan antusias dan optimis di depan rekruter. Dengan begitu, seperti dituliskan Indeed, kamu bisa dinilai mampu menghadapi tekanan.
2. Pakai teknik tertentu
Selanjutnya, coba pakai teknik penjualan tertentu. Dirangkum dari HubSpot, ada beberapa jenis metode yang bisa kamu pakai:
a. Value-added
Pertama, ada value-added selling. Teknik ini menekankan keunggulan produk yang kamu jual.
Misalnya, kamu diminta menjual apel. Contoh kalimat yang kamu gunakan yakni:
- Apel ini ditanam tanpa pestisida.
- Ini adalah apel yang paling manis sedunia, telah disertifikasi oleh Badan X.
- Apel ini ditanam dengan teknik khusus sehingga lebih ramah lingkungan.
Teknik ini memang mudah dilakukan. Akan tetapi, kamu tak tahu tingkat ketertarikan calon pembeli terhadap barangmu.
Misalnya, kamu tak suka dengan apel yang terlalu manis. Saat ditawari apel termanis di dunia, kamu tentu kurang tertarik membelinya.
b. Solution-based
Teknik merespons permintaan “juallah barang ini” selanjutnya adalah solution-based selling.
Misalnya, kamu diminta menjual buah jeruk. Alih-alih langsung menawarkan keunggulan produk, kamu bertanya dulu pada calon pembeli.
Kira-kira, apa yang menurut mereka penting saat membeli jeruk? Apakah jeruk tersebut harus tahan lama, manis, harganya murah, atau ada aspek lain yang penting?
Setelah itu, barulah kamu menjual keunggulan yang sesuai dengan calon pembeli. Saat mereka suka jeruk yang manis, kamu menjelaskan tingkat kemanisan jerukmu jika dibandingkan dengan jeruk lainnya.
Dengan bertanya, kamu tahu apa yang penting menurut calon pembeli. Setelah itu, kamu menawarkan produk yang sesuai dengan itu. Ini bisa memperbesar peluang pembelian.
c. Problem-creation
Terakhir, ada problem-creation selling. Seperti namanya, kamu akan membuat calon pembeli menyadari masalah yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
Misalnya, kamu diminta berjualan pulpen saat wawancara kerja. Nah, kamu tidak langsung menawarkan keunggulan pulpen tersebut. Kamu juga tak menanyakan aspek terpenting sebuah pulpen menurut calon pembeli.
Saat rekruter mengatakan “juallah barang ini”, respons pertamamu adalah menyampaikan apa yang selama ini tak disadari calon pembeli.
Misalnya, kamu menjelaskan bahwa, saat tintanya habis, pulpen tak bisa dipakai lagi. Pembeli harus membeli pulpen baru.
Sistem tersebut membuat pembeli harus mengeluarkan uang terus-menerus. Tak hanya itu, sampah plastik dari pulpen juga lebih banyak.
Akhirnya, kamu menawarkan sebuah pulpen sebagai solusi. Tinta pulpennya bisa diisi ulang. Selain itu, pulpennya terbuat dari plastik daur ulang.
3. Lakukan closing
Terakhir, lakukan closing. Closing adalah kalimat penawaran yang bisa mendorong pembelian produkmu.
HubSpot menuliskan, ada beberapa teknik closing yang bisa kamu pakai, yakni:
- Now or never, misalnya “ada diskon 20%, hanya berlaku hari ini”.
- Summary, misalnya “pulpen ini ramah di kantong dan lingkungan, ingin beli berapa, Kak?”.
- dan lain-lain
Demikian tips-tips menjawab pertanyaan “juallah barang ini”. Terus latih dirimu menjawab pertanyaan ini, ya. Dengan begitu, peluangmu diterima kerja jadi membesar.
Selain diminta berjualan saat wawancara, masih ada pertanyaan wawancara sales lain yang harus kamu pelajari.
Kira-kira, apa sajakah itu? Yuk, klik tombol di bawah ini untuk membacanya! Ada juga panduan menjawabnya agar proses interview-mu makin lancar.
