×

Investasi Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, serta Strategi dalam Penerapannya

August 5, 2020 | No Comments

Dalam menjaga aset keuangan, selain investasi jangka panjang, ada opsi lain yang bisa kamu terapkan, yaitu investasi jangka pendek.

Investasi memang menjadi suatu kegiatan yang diminati oleh banyak orang belakangan ini. Instrumen yang disediakan pun beraneka ragam, mulai dari emas, reksa dana, hingga obligasi. 

Kendati demikian, setiap orang memiliki tujuannya masing-masing dalam berinvestasi, termasuk dalam jangka pendek.

Lantas, apa pengertian dari investasi yang bersifat jangka pendek? Jangan khawatir, berikut Glints akan menjelaskannya kepadamu.

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

investasi jangka pendek adalah

© Freepik.com

Untuk memahami jenis investasi yang satu ini, ada baiknya kamu harus mengerti definisinya terlebih dahulu.

Dilansir dari Investopedia, investasi jangka pendek adalah investasi yang bersifat sementara dan pada umumnya dapat mudah ditarik lagi dalam jangka waktu pendek.

Secara sederhana, investasi ini memang tidak mengacu pada jangka panjang sehingga dapat dicairkan kapan pun investor mau.

Rata-rata, orang yang melakukan investasi ini akan mencairkannya menjadi uang tunai dalam waktu 3-12 bulan.

Meskipun hanya bersifat sementara, jenis investasi ini memang menjadi salah satu strategi tersendiri bagi para investor.

Melansir The Balance, dengan melakukan investasi jangka pendek, seseorang dapat mengambil keuntungan dari kenaikan suku bunga yang berubah dari waktu ke waktu.

Investasi ini jelas berbeda dengan investasi jangka panjang yang rata-rata bisa lebih dari satu tahun.

Untuk itu, setiap orang memiliki tujuannya masing-masing dalam berinvestasi, entah untuk jangka panjang ataupun jangka pendek.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 7 Ciri Investasi Bodong yang Wajib Kamu Pahami

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Jangka Pendek

investasi jangka pendek

© Freepik.com

Setiap investasi memiliki plus dan minusnya masing-masing, begitu juga dengan investasi jangka pendek.

Nah, berikut adalah beberapa keunggulan dan kelemahan yang akan kamu dapatkan jika menerapkan investasi yang satu ini:

1. Kelebihan

Menurut Corporate Finance Institute, kelebihan pertama yang didapatkan dari investasi jangka pendek adalah fleksibilitas yang akan didapatkan dari investor dalam mencairkan uang.

Sebab, ia tidak perlu menunggu asetnya menjadi matang untuk dapat dikonversi menjadi uang tunai.

Selain itu, keuntungan lain yang ditawarkan adalah investor dapat mengambil keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat.

Dengan demikian, investasi yang satu ini cocok bagi kamu yang tidak ingin menunggu waktu lama dalam mendapatkan keuntungan dari investasi.

Kendati demikian, tetap perhatikan cara-cara yang tepat dalam berinvestasi jangka pendek agar tidak salah langkah.

2. Kelemahan

Dikarenakan hanya bersifat jangka pendek, investor harus mempunyai keahlian serta meluangkan waktu yang banyak dalam memonitor pergerakan nilai instrumen investasi.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan jual beli.

Ini salah satu poin minus dari investasi jangka pendek.

Selain itu, pajak dan inflasi berpotensi mengurangi return dari investasi ini.

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Investasi Reksa Dana Turun

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

investasi jangka pendek

© Freepik.com

1. Reksa dana

Instrumen investasi yang satu ini sering kali menjadi opsi bagi investor pemula.

Sebab, saat ini sudah banyak aplikasi ataupun situs website yang bisa digunakan untuk membeli reksa dana secara online.

Pada umumnya, ada empat jenis reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.

Jika berminat untuk investasi jangka pendek, mungkin reksa dana bisa menjadi salah satu opsimu.

Selain mudah digunakan, reksa dana juga mudah jika ingin melakukan diversifikasi portofolio.

2. Deposito

Selain reksa dana, kamu juga bisa menggunakan deposito untuk berinvestasi jangka pendek. Dibandingkan dengan reksa dana, deposito memiliki risiko yang lebih rendah.

Selain risikonya rendah, deposito juga saat ini sudah bisa ditemui di hampir semua bank. Saat kamu menyimpan sejumlah uangmu ke dalam bank, nanti nilainya akan naik karena adanya bunga.

Kendati demikian, kamu juga harus menentukan waktu yang tepat dalam menyimpannya ke dalam bank.

Baik dalam jangka waktu tiga bulan, enam bulan atau bahkan hingga satu tahun, semua tergantung dengan kebutuhanmu.

Kelemahan dari deposito adalah bunga yang kamu dapatkan tidak cukup kuat untuk mengalahkan inflasi yang terjadi per tahunnya.

3. P2P lending

Berinvestasi lewat P2P lending juga bisa menjadi opsimu jika hanya bertujuan untuk jangka pendek. Saat ini, kamu bisa menjumpai perusahaan fintech yang sudah diawasi oleh OJK secara langsung.

Dilansir dari OJK, berikut ada beberapa perusahaan yang resmi dibawah naungannya:

  • Danamas
  • Investree
  • Amartha
  • Uang Teman
  • Kredit Pintar
  • dan lain-lain

Tinggal pilih salah satu, lalu berinvestasi ke dalamnya. Nanti, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari suku bunga pinjaman.

Strategi Investasi Jangka Pendek

© Freepik.com

Setelah memahami rangkaian pembahasan mengenai investasi yang satu ini, pastinya kamu memiliki ketertarikan untuk mencobanya.

Nah, sebelum itu, ada baiknya kamu harus memperhatikan strategi di bawah ini:

1. Tentukan instrumen investasi

Jangan sembarangan dalam memilih instrumen investasi. 

Untuk memilihnya, kamu harus mempelajari semua instrumen investasi yang ada, mulai dari keuntungan, kerugian, serta cara kerjanya.

Setelah mempelajarinya satu per satu, kamu akan paham mana instrumen investasi yang cocok untuk digunakan.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu melakukan monitoring aset keuanganmu setelah menentukan instrumen investasi.

2. Lakukan diversifikasi

Strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu strategi yang tepat untuk dilakukan dalam investasi jangka pendek.

Hal tersebut dilakukan guna melindungi aset keuanganmu dari kerugian.

Sebagai contoh, kamu telah berinvestasi di dalam reksa dana. Namun, tiba-tiba harga saham turun sehingga harus melakukan diversifikasi portofolio.

Misalnya, kamu membagi aset menjadi 40% di reksa dana dan 60% di P2P lending. Keadaan tersebut bisa kamu ubah lagi tergantung situasi yang terjadi.

3. Jangan panik

Kunci utama dari berinvestasi adalah jangan pernah panik. Walaupun nilainya mengalami penurunan, jangan langsung buru-buru untuk menjualnya. Sebab, kita tidak akan pernah tahu ke depannya akan seperti apa.

Baca Juga: Berbagai Plus Minus Menabung dan Investasi agar Kamu Tak Bingung Memilih

Nah, itu dia penjelasan mengenai investasi jangka pendek beserta serba-serbinya. Apakah kamu semakin tertarik untuk berinvestasi jangka pendek?

Jika masih ragu untuk memulainya, kamu bisa berdiskusi terlebih dahulu mengenai investasi beserta masalah keuangan lainnya di Glints Komunitas.

Di sana, ada banyak sekali pengguna yang melakukan diskusi sehingga kamu bisa mendapatkan pengetahuan baru terkait investasi.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, gabung Glints Komunitas sekarang juga!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up