×

Jangan Takut! Ini Pilihan Bijak Investasi untuk Pemula

May 14, 2020 | No Comments

ingin memulai untuk investasi? Jika kamu pemula, kamu tidak perlu takut untuk mencobanya.

Sebab, di artikel ini Glints akan menjelaskan investasi yang cocok untuk pemula serta tips suksesnya. Yuk disimak!

Baca Juga: Memulai Investasi Yang Tepat Untuk Milenial

4 Pilihan Investasi untuk Pemula

investasi untuk pemula

© Unsplash.com

Ada banyak jenis investasi yang layak dicoba untuk pemula. Mulai dari emas, reksa dana, deposito, dan saham.

Emas, reksadana, deposito, dan saham menjadi pilihan paling umum untuk pemula atau orang yang baru pertama kali berinvestasi. 

Di luar keempat saham tersebut, masih banyak jenis investasi lain, seperti peer to peer landing, hingga yang lain, seperti rumah dan surat berharga.

Namun, jenis tersebut cukup jarang dipilih oleh investor pemula.

1. Investasi emas

Emas dianggap sebagai salah satu jenis investasi yang paling cocok untuk pemula.

Hal ini dikarenakan stabilitas kenaikan emas yang cukup baik, sehingga membuatnya jarang mengalami penurunan secara signifikan.

Pertumbuhan nilai emas amat menggiurkan. Bagaimana tidak? Pada 2011 lalu, harga emas hanya sekitar Rp400.000 per gram.

Angka tersebut meningkat hingga Rp500.000 per gram. Memasuki awal tahun 2020, angkanya melonjak hingga hampir Rp800.000 per gram.

Untuk mulai berinvestasi emas, kamu bisa memulainya dengan melakukan pembelian emas ANTAM di beberapa situs jual beli emas.

Jika ingin lebih mudah, kamu dapat membelinya di beberapa e-Commerce.

2. Investasi reksadana

Reksadana adalah metode investasi melalui manajer investasi. Manajer investasi yang dipilih nantinya akan menempatkan dana dari pemodal untuk diinvestasikan di beberapa hal, seperti saham, obligasi, deposito, dsb.

Menurut alokasinya, reksadana dibagi menjadi empat jenis, yakni pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.

Empat jenis tersebut memiliki tingkat keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda karena memiliki alokasi instrumen yang berbeda-beda pula.

Pemula disarankan untuk mencoba reksa dana pasar uang. Hal ini dikarenakan potensinya untuk mendapatkan keuntungan lebih besar daripada deposito di bank.

Oh iya, untuk memulai reksa dana kamu dapat memulainya dengan modal Rp100.000, lho.

3. Deposito

Deposito di bank boleh dibilang sebagai pilihan terbaik investasi untuk pemula.

Selain mampu memberikan keuntungan dibandingkan menabung biasa, deposito juga memberikan proteksi keuntungan, sehingga kemungkinan untung akan lebih besar.

Meski demikian, deposito memiliki nilai minimal. Sebagian besar bank menetapkan Rp10.000.000 sebagai minimal deposito.

Di mana ada pula bank yang menerapkan angka yang lebih besar.

Selain itu, deposito juga memiliki jangka waktu pengambilan, sehingga tidak dapat diambil sewaktu-waktu.

Biasanya jangka waktu yang ditetapkan adalah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan setahun.

4. Investasi saham

Saham sebenarnya kurang disarankan untuk pemula. Meski kemungkinan mendapatkan timbal balik yang besar, risiko saham yang tidak menentu membuatnya tidak dianjurkan untuk pemula, apalagi yang baru memulai investasi.

Bagi pemula yang ingin berinvestasi di saham, coba mulai dengan mendaftar di virtual stock yang disediakan oleh beberapa aplikasi saham.

Dengan mempelajarinya, kamu akan tahu bagaimana saham bekerja, kapan waktu untuk membeli, dan menjualnya.

Apabila memang benar-benar berminat untuk berinvestasi di saham, cobalah untuk membeli saham blue chip.

Blue chip adalah sebutan untuk saham yang memiliki kinerja baik selama berada di lantai bursa.

Baca Juga: Kelemahan dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Bagi Pemula

5 Tips Investasi bagi Pemula

investasi untuk pemula

© Unsplash.com

Apabila kamu sudah yakin untuk melakukan investasi, ada beberapa tips dari Life Hack yang bisa kamu lakukan.

Tips ini akan mengajarkan kamu bagaimana berinvestasi dengan cermat demi masa depan yang lebih baik.

1. Tentukan tujuan investasi

Tujuan utama orang berinvestasi jelas untuk mendapatkan uang lebih banyak, tetapi tujuan lain orang melakukan investasi tentu berbeda.

Ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangan terkait tujuan lain dari investasi.

2. Berinvestasi lebih awal

Semakin cepat kamu berinvestasi, maka akan semakin mudah kamu menjangkaunya.

Hal ini dikarenakan biaya investasi akan terus naik setiap tahunnya. Salah satu contohnya adalah emas.

Semakin lama harga emas akan naik, semakin menundanya, semakin besar pula uang yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan emas tersebut.

3. Perhatikan keuangan kamu

Sebelum memulai investasi, kamu harus memastikan pemasukan dan pengeluaran terlebih dulu.

Pastikan investasi tidak akan mengganggu pengeluaran rutinmu, seperti makan dan transportasi, serta kebutuhan mendesak yang lain.

Tanpa memetakannya, investasi kamu justru akan menjadi bumerang dan merusak anggaranmu yang lain.

4. Pelajari investasi yang kamu pilih

Sebelum memastikan investasi yang dipilih, hal yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari investasi yang cocok buat kamu.

Ini berkaitan dengan cara pembelian, potensi kenaikan setiap tahunnya, hingga pendapat orang-orang mengenai investasi tersebut. 

5. Diversifikasi investasi

Bagian ini khusus buat kamu yang memiliki anggaran lebih untuk investasi.

Ada banyak orang mengatakan bahwa akan lebih baik investasi di lebih dari satu jenis.

Hal ini dikarenakan potensi kamu mengalami kerugian cenderung terbuka, meski tidak menutup kemungkinan juga rugi dengan melakukan diversifikasi.

Jika masih bingung, coba bergabung ke komunitas Glints untuk mendiskusikannya lebih jauh.

Kamu juga bisa berdiskusi seputar masalah karier, hanya dengan sign up saja!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up