Divergent Thinking: Pengertian dan Cara Menerapkannya di Tempat Kerja

Tayang 27 Mar 2022 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Rena Widyawinata

Dunia kerja saat ini yang dinamis memunculkan banyak pola pikir relevan dan dapat kamu praktikkan. Salah satunya adalah divergent thinking.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Sebenarnya, jenis pola pikir ini sudah dikenal sejak 1950-an, lho.

Memangnya seperti apa, sih, divergent thinking itu dan bagaimana penerapannya dalam bekerja?

Yuk, simak penjelasan lengkap dari Glints di bawah ini.

Apa Itu Divergent Thinking?

membangun tim startup

© Asianblurb.com

Divergent thinking adalah proses berpikir untuk menghasilkan banyak solusi, jawaban, atau ide unik dari permasalahan yang dihadapi, dilansir dari Airfocus,

Sedangkan menurut University of Washington, divergent thinking bertujuan untuk mendapatkan banyak ide tentang suatu topik dalam waktu singkat.

Maka, bisa disimpulkan bahwa divergent thinking adalah proses berpikir yang cenderung spontan, imajinatif, dan visioner.

Baca Juga: 5 Gaya Pengambilan Keputusan dan Beragam Karakteristik Uniknya

Bedanya dengan Convergent Thinking

© Freepik.com

Mengutip ulasan di Psychology Today, kebanyakan orang terbiasa berpikir dengan convergent thinking.

Convergent thinking bisa diartikan sebagai pola pikir yang fokus hanya pada solusi terbaik.

Nah, dari pengertian ini, dapat disimpulkan:

  • Keputusan dalam divergent thinking adalah solusi atau jawaban sponta dan unik. Sementara convergent thinking membutuhkan proses berpikir dan pertimbangan mata dalam pengambilan keputusan.
  • Secara tujuan, divergent thinking ingin menyelesaikan sebuah masalah dengan cepat. Sementara convergent thinking fokus pada solusi atau ide yang diyakini paling ideal.
  • Maka, tak heran kalau hasil dari convergent thinking biasanya adalah ide yang cukup terbatas dan butuh waktu yang lebih lama dibanding divergent thinking.

Namun, di balik perbedaan di atas, convergent dan divergent thinking adalah pola pikir yang saling melengkapi.

Baca Juga: Hati-hati, 5 Mindset Ini Bisa Membahayakan Kariermu

Pentingnya Divergent Thinking

meningkatkan strategi content marketing

© Freepik.com

1. Memperbesar kemungkinan terbaik

Divergent thinking bisa membuka peluang seluasnya untuk segala kemungkinan terbaik.

Baca Juga :  6 Cara Mengatur Mindset agar Sukses dalam Karier

Dengan pola pikir pada umumnya, kamu mungkin tidak akan terpikirkan solusi-solusi out of the box.

Baca Juga: 6 Cara untuk Mengasah Kemampuan Berpikir Out of the Box

2. Lebih fleksibel

Melatih divergent thinking adalah cara yang tepat supaya kamu bisa lebih adaptif dan fleksibel dalam situasi sesulit apa pun.

Ini tentunya amat penting karena perkembangan teknologi yang serba pesat di dunia kerja.

Semua masalah bisa dibilang adalah tantangan baru yang butuh pemecahan masalah baru pula.

3. Memupuk semangat dalam tim

Semakin banyak kemungkinan solusinya, semua orang dalam tim akan punya kesempatan yang sama untuk membagikan ide mereka.

Jadi bukan cuma satu atau dua orang saja yang boleh bersuara.

Hal ini bisa membantu memupuk semangat dan kekompakan tim dalam mencapai satu tujuan bersama.

Cara Menerapkan Pola Pikirnya

mindset

© Freepik.com

Ingat, divergent thinking adalah pola pikir yang harus dilatih terus-menerus, tidak bisa instan, ya.

Karena itu, coba tips-tips yang dilansir dari berbagai sumber ini secara rutin, ya.

1. Melakukan hal yang berbeda dari biasanya

Sesekali, coba cara lain untuk melakukan tugas meskipun kamu sudah terbiasa dengan cara yang selama ini digunakan.

Misalnya, kamu selalu menyajikan laporan ke manager-mu dalam bentuk tertulis. Nah, sekarang coba untuk membuatnya dalam bentuk visual.

2. Perbanyak brainstorming

Biasakan untuk melakukan brainstorming dengan rekan-rekanmu, baik yang se-tim maupun tidak.

Brainstorming membuka kesempatan luas untuk menghadirkan ide yang lebih banyak dan  mungkin tidak terpikirkan kalau kamu berusaha memecahkan masalah seorang diri.

Baca Juga: 6 Cara Membuat Sesi Brainstorming Menjadi Efektif dan Efisien

3. Membuat mind map

Dengan mind map, kamu bisa melihat masalah utamanya secara visual, di tengah-tengah.

Baca Juga :  Lebih Sehat Earphone atau Headset, ya? Ini Jawaban Lengkapnya

Dari situ, kamu bisa membuat cabang dan turunan sebanyak-banyaknya. Bahkan setiap cabang pun bisa bercabang lagi tanpa batas.

Ini akan lebih efektif dalam menghasilkan banyak ide ketimbang menggunakan tabel untuk membandingkan plus minus berbagai solusi.

4. Rutin menulis jurnal

Kalau kamu rutin menulis jurnal, kamu akan terbiasa menuliskan beragam ide yang tiba-tiba muncul.

Pasalnya, ide bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Bahkan ketika kamu tidak sedang meeting dengan tim.

Nah, itulah serba serbi divergent thinking yang telah Glints rangkum untukmu.

Ternyata melatih pola pikir divergent tidak terlalu sulit, bukan? Yang penting kamu sudah mulai membiasakan diri demi karier yang terus naik.

Kamu juga bisa terus mengembangkan diri dengan membaca lebih banyak artikel soal pola pikir di dunia kerja.

Yuk, temukan dan baca ragam artikel menarik yang telah Glints siapkan dengan klik di sini!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon