Desain Memphis: Arti, Sejarah, Contoh, dan Trik Penerapannya
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Sempat naik daun di era 80-an, kini, gaya desain Memphis kembali dilirik. Bahkan, gaya desain itu masuk ke jajaran tren desain grafis 2022.
Memangnya, seperti apa bentuk dari desain yang satu ini? Selain itu, seperti apa penerapannya di dunia desain grafis?
Glints punya jawabannya dalam artikel ini. Yuk, simak selengkapnya!
Isi Artikel
Apa Itu Desain Memphis?
Kita mulai pembahasan dengan apa itu Memphis design. Mengutip MasterClass, seperti yang sudah Glints jelaskan, Memphis merupakan salah satu gaya visualisasi dengan ciri khas pop dan retro.
Selain itu, mengutip Homes Studio, ciri khas desain Memphis adalah:
- kombinasi warna neon, pastel, dan primer
- bentuk-bentuk geometris
- pola yang berulang
Penerapannya sendiri bermacam-macam, seperti:
- desain furnitur
- desain kain
- desain keramik
- desain grafis
- dan lain-lain
Akan tetapi, dalam artikel ini, Glints akan fokus pada gaya Memphis di bidang desain grafis.
Sejarah Desain Memphis
Desain Memphis lahir di Milan, Italia pada 1981. Saat itu, ada banyak arsitek dan desainer industri yang mendesain produk dengan tampilan gelap dan “serius”.
Ettore Sottsass merasa bahwa desain tersebut monoton. Akhirnya, melansir Hommes Studio, Sottsass melakukan pertemuan dengan 22 desainer lain untuk membuat gebrakan aliran desain.
Desainer-desainer tersebut membangun organisasi bernama Memphis Group alias Memphis Milano. Gaya desain Memphis juga ikut lahir.
Memphis diambil dari judul lagu Bob Dylan, Stuck Inside of Mobile with the Memphis Blues Again, yang diputar terus-menerus selama pertemuan desainer tadi berlangsung.
Meski awalnya tak disukai, penggunaan gaya desain tersebut melejit dan menjadi tren pada tahun 80-an. Bahkan, 99designs menuliskan, penerapannya juga melebar dari desain furnitur ke desain grafis dan fashion.
Tren tersebut juga tak terbatas di Italia saja. Muda-mudi di Amerika Serikat menyukai gaya desain Memphis. Kamu bisa menjumpainya di desain pakaian hingga logo MTV.
Tak sampai di situ saja, lho. Melansir Digital Synopsis, seperti yang sudah Glints singgung, pola desain Memphis kembali naik daun di 2022.
Contoh Penerapan Memphis Graphic Design
Setelah memahami apa itu dan sejarah Memphis design, kita intip contoh penerapannya di dunia desain grafis, yuk!
1. Desain background
Pertama-tama, ada desain background. Menurut 99designs, ini adalah penerapan Memphis design yang paling umum dijumpai.
Memang, seperti yang sudah Glints jelaskan, Memphis identik dengan gaya pop dan warna berani. Warna berani itu sering kali dihindari saat mendesain background.
Akan tetapi, karena punya pola berulang, Memphis tetap cocok dijadikan desain background.
2. Desain gambar feature
Sedang mendesain landing page, cover buku, atau bahkan cover album? Coba pakai gaya desain Memphis.
Sekilas, ciri khas Memphis yang ramai dan berpola kurang cocok dengan gambar feature. Akan tetapi, kalau kamu bisa melakukan modifikasi, gaya Memphis justru membuat grafismu makin menarik.
Coba pilih pola-pola bentuk abstrak alih-alih gambar. Trik ini bisa membuat unsur Memphis-mu lebih kalem dan tak terlalu mencuri perhatian.
3. Kombinasi gaya Memphis dan tekstur
Siapa bilang gaya Memphis tak bisa digabung dengan gradien atau elemen 3 dimensi? Nyatanya, kombinasi itu justru menghasilkan visualisasi yang menarik.
Tak hanya itu, lho. Mengutip 99designs, Memphis bisa kamu gabung dengan unsur cat air, ilustrasi sketsa, dan lain-lain.
4. Lettering dengan gaya Memphis
Ide penggunaan gaya desain Memphis selanjutnya adalah lettering. Kamu bisa meng-overlay gambar dan pola, langsung ke huruf-huruf.
5. Kombinasi gaya Memphis dan geometri lembut
Terakhir, ada kombinasi gaya Memphis dengan geometri lembut. Memang, keduanya terasa kurang cocok.
Memphis identik dengan bentuk-bentuk geometri yang tegas. Sementara itu, geometri lembut berkaitan dengan lingkaran dan lekukan yang sama sekali tidak tegas.
Meski begitu, pola-pola mengulang di Memphis bisa kamu adaptasikan dengan bentuk geometri lembut. Hasil modifikasi itu unik dan menarik, lho.
Trik Membuat Grafis dengan Gaya Memphis
Terakhir, kita bahas trik-trik membuat grafis dengan gaya desain Memphis. Dirangkum dari Envato Tuts+, berikut informasinya:
- ulang-ulang bentuk geometri hingga membentuk pola
- eksplorasi warna muted, jangan terpaku pada warna bold
- agar suasana 80-an lebih terasa, lakukan eksperimen dengan bentuk geometri retro
Demikian penjelasan Glints soal desain Memphis. Pertimbangkan gaya yang satu ini untuk pembuatan visualisasimu, ya!
Kalau ingin bandingkan Memphis dengan gaya visualisasi lainnya, tak perlu bingung. Kamu tinggal klik link di bawah ini untuk membaca artikel-artikel seputar gaya desain terkait, hanya di Glints Blog:
