Desain Grafis: Tugas, Kualifikasi, Prospek Karier, dan Gajinya

Diperbarui 09 Apr 2025 - Dibaca 13 mnt
Ditulis oleh : Chrissila Jessica

Sederhananya, desain grafis adalah elemen penting dalam komunikasi visual yang berfungsi untuk menyampaikan pesan secara efektif melalui teks, gambar, dan ilustrasi.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Perannya dalam menarik perhatian dan mempengaruhi audiens sangat dibutuhkan oleh berbagai bisnis, brand, atau bahkan individu yang ingin menonjol di pasar yang kompetitif.

Lalu, apa itu desain grafis dan bagaimana dengan prospek kariernya? Yuk, simak serba-serbinya, mulai dari tugas, skill, contoh pekerjaannya, jenjang karier, hingga gaji, dalam artikel ini!

Apa Itu Desain Grafis?

Desain grafis adalah seni merancang visual yang bertujuan menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens.

Dikutip dari Rasmussen University, berbagai elemen yang menjadi komponen penting dalam desain grafis adalah:

  • ilustrasi
  • foto
  • warna
  • garis
  • teks
  • bentuk
  • tekstur 

Dengan elemen tersebut, desain grafis membantu perusahaan mempromosikan produk, menyampaikan informasi, dan membangun identitas brand.

Beberapa contoh dari hasil desain grafis yang sering ditemui adalah brosur, poster, baliho, papan iklan, dan konten media sosial.

Tidak hanya untuk keperluan dunia kerja, desain grafis juga bisa menjadi bentuk ekspresi artistik.

Bentuk dari seni desain grafis ini dibuat oleh graphic designer, seorang profesional dalam menggunakan software desain atau metode manual, seperti menggambar, untuk menciptakan tampilan menarik.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Laptop untuk Desain Grafis Tahun 2020

Jenis-Jenis Desain Grafis

1. Desain identitas visual (visual identity design)

Jenis desain ini berfokus pada membangun identitas brand secara visual—seperti logo, warna, tipografi, dan elemen grafis pendukung.
Biasanya digunakan oleh perusahaan, startup, atau produk untuk terlihat konsisten dan mudah dikenali.

Contoh: logo perusahaan, kartu nama, panduan brand (brand guidelines)

2. Desain kemasan (packaging)

Ini adalah desain untuk bungkus produk, baik berupa kotak, botol, sachet, maupun label. Desain ini harus menarik perhatian, menggambarkan merek, dan menyampaikan informasi penting.

Contoh: desain kotak makanan, botol minuman, label skincare

3. Desain antarmuka dan web (UI & web design)

Fokus pada desain tampilan visual aplikasi atau situs, termasuk layout, tombol, warna, dan navigasi agar pengguna merasa nyaman saat mengaksesnya.

Contoh: tampilan aplikasi mobile, desain halaman website, landing page

4. Desain iklan (advertising) & marketing 

Jenis ini digunakan untuk promosi dan campaign. Desainnya harus menarik, jelas, dan bisa menyampaikan pesan pemasaran secara efektif.

Contoh: poster promo, banner media sosial, brosur, iklan digital

5. Desain Editorial dan Publikasi 

Berfokus pada tata letak dan tampilan visual untuk media cetak atau digital yang memuat banyak teks dan gambar.

Contoh: majalah, buku, katalog, e-book, company profile

6. Motion Graphics

Menggabungkan elemen visual dengan gerakan/animasi, biasanya digunakan untuk konten video atau presentasi digital.

Baca Juga :  Layout Artist, Profesi Bidang Animasi yang Banyak Dibutuhkan Perusahaan

Contoh: animasi opening video YouTube, infografis bergerak, animasi untuk media sosial

7. Desain ilustrasi 

Menciptakan gambar ilustratif yang bersifat dekoratif atau naratif, biasanya digunakan untuk buku, kemasan, merchandise, hingga kampanye digital.

Contoh: ilustrasi karakter, desain stiker, ilustrasi untuk artikel atau media sosial

8. Desain lingkungan (environmental graphic design)

Jenis desain ini menggabungkan grafis dan ruang fisik untuk menciptakan pengalaman visual di tempat nyata.

Contoh: desain wayfinding (penunjuk arah), signage kantor, booth pameran, interior toko

9. Desain fashion & merchandise 

Fokus pada visual untuk produk fisik seperti kaus, tote bag, pin, atau aksesoris. Desain harus mencerminkan identitas brand dan menarik untuk dibeli.

Contoh: desain kaus brand lokal, print untuk hoodie, tote bag komunitas

10. Desain media sosial

Jenis desain ini dibuat khusus untuk platform seperti Instagram, TikTok, LinkedIn, dll. Tujuannya agar konten terlihat menarik, profesional, dan mudah dibagikan.

Contoh: carousel Instagram, template Story, ikon highlight Story, banner LinkedIn

Tugas Desain Grafis

Selain berpikir dan membuat konsep secara visual, ada beberapa tugas serta tanggung jawab dari seorang graphic designer.

Berikut contohnya yang dikutip dari Career Explore:

1. Mengubah ide menjadi bentuk desain visual

Salah satu tugas utama graphic designer adalah mengubah ide atau pesan menjadi desain visual yang menarik, seperti logo, brosur, dan iklan.

Harapannya dengan hasil desain visual tersebut, mereka dapat menyampaikan informasi dengan cara yang jelas dan efektif, sehingga audiens yang melihat dapat memahami pesan yang ingin disampaikan.

2. Meneliti target audiens

Sebelum mulai mendesain, desainer perlu memahami siapa yang akan melihat hasil karya mereka.

Dalam praktiknya, desainer akan menerima brief yang berisi informasi tentang target audiens klien, berikut desain yang diinginkan, seperti warna, gaya, dan tata letak yang akan menarik bagi audiens tersebut.

Setelahnya, desainer akan menerapkan pemahaman ini ke dalam draf desain untuk memastikan pesan yang disampaikan tepat sasaran dan efektif.

3. Bekerja sama dengan klien

Dalam kesehariannya, seorang graphic designer akan sering berkolaborasi dengan klien, orang-orang di bidang kreatif lainnya, seperti copywriter, hingga tim pemasaran.

Kolaborasi ini dapat berupa diskusi atau brainstorming, untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan telah memenuhi konsep yang diinginkan klien dan mendukung strategi pemasaran perusahaan.

4. Mengembangkan dan mempresentasikan draf visual

Tugas graphic designer selanjutnya adalah menggunakan software desain untuk membuat dan mengembangkan konsep menjadi draf ilustrasi seperti poster, brosur, papan reklame, atau konten sosial media.

Proses ini mencakup memilih elemen desain, seperti warna, font, dan tata letak, yang akan mempengaruhi tampilan dan daya tarik desain akhir.

Setelah selesai, desainer bertugas mempresentasikan hasil karya tersebut pada klien dan tim terlibat untuk menerima feedback.

Masukan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai acuan untuk revisi agar sesuai dengan harapan klien.

Baca Juga :  Jabatan Fungsional ASN: Definisi, Contoh, dan Tugasnya

Melalui tugas-tugas di atas, dapat disimpulkan bahwa desain grafis memiliki berbagai fungsi penting, terutama dalam memenuhi kebutuhan perusahaan atau merek, terutama dalam media sosial.

Skill dan Kualifikasi Graphic Designer

Tiap-tiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri sehingga latar belakang pendidikan formal lain terkadang masuk pertimbangan.

Terlepas dari itu, ada keahlian khusus jika ingin menggeluti dunia kerja desain grafis, berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Kreativitas

Menurut Monster, salah satu contoh skill penting untuk berkarier di bidang desain grafis adalah kreativitas yang tinggi.

Kamu akan dihadapkan oleh banyak proyek dengan tema dan gaya yang berbeda sehingga kamu harus membedakan setiap proyek.

Jangan lupa untuk mencari banyak sumber sebagai sarana inspirasi.

Kreativitas dapat diasah dengan rajin melihat referensi agar mata terlatih melihat karya-karya yang menginspirasi.

2. Komunikasi

Seorang desainer tugasnya tidak hanya mengomunikasikan pesan lewat gambar, lho! Mereka juga harus memiliki skill komunikasi baik lisan maupun tulisan.

Bekerja menjadi seorang desainer sudah pasti akan berhubungan banyak dengan klien.

Selain komunikasi, seorang desainer harus bisa mendengarkan, baik itu kemauan klien maupun saran dan kritik.

3. Aplikasi Adobe

Memiliki keahlian dalam menggunakan software desain mutlak dibutuhkan.

Beberapa contoh software yang sering digunakan dalam desain grafis adalah Adobe, dari Photoshop sampai Ilustrator.

Walaupun kamu paham dalam penggunaan software lain, namun dasar dari penggunaan Adobe tetap harus kamu kuasai.

Pasalnya, perusahaan biasanya menyediakan Adobe sebagai alat untuk membut ilustrasi. Hal ini membuatmu harus mampu untuk menyesuaikan diri.

4. Presentasi

Tidak semua klien mengerti bidang desain. Maka dari itu, seorang desainer harus memiliki skill presentasi yang baik.

Desainer harus menjelaskan bagaimana proses sampai alasan mengapa memilih style tersebut untuk karya yang dibuatnya.

5. Manajemen waktu

Contoh lainnya yang harus dimiliki seorang profesional di bidang desain grafis adalah manajemen waktu.

Bisa jadi seorang desainer tidak memegang satu proyek saja, sehingga manajemen waktu sangat dibutuhkan. Ini penting agar deadline dapat diselesaikan secara tepat waktu.

Seorang desainer grafis harus bisa mengatur prioritas. Jangan sampai kamu dicap tidak profesional karena sering lewat deadline.

Menjadi desainer juga berarti harus siap untuk bekerja secara cepat dan responsif.

Baca Juga: 9 Kursus Desain Grafis Online bagi Kamu yang Masih Pemula

Ragam Pekerjaan di Bidang Desain Grafis

Kamu mungkin sudah terbayang, ya, kalau seorang desainer grafis pasti akan berhubungan dengan hal-hal kreatif, seperti menggambar atau desain lainnya.

Tapi, pada praktik sebenarnya, bidang ini memiliki berbagai jenis pekerjaan yang masing-masing menonjolkan gambaran apa itu desain grafis dengan unik.

Contohnya, sebagai berikut.

1. User experience designer

Desainer UX bertugas merancang tampilan dan fitur dalam produk digital, seperti website dan aplikasi.

Tujuannya agar pengguna dapat menggunakan dan berinteraksi dengan website atau aplikasi terkait dengan nyaman.

Baca Juga :  Mau Kerja Sebagai Animator di Perusahaan Tepercaya? Intip 7 Lowongannya Berikut

2. Desainer web

Desainer web spesialis dalam membuat tampilan situs web yang menarik sekaligus fungsional.

Mereka berperan penting dalam menyusun tata letak, tipografi, hingga elemen visual lainnya agar website terlihat menarik dan mudah dinavigasi.

Dalam dunia kerja desain grafis, peran ini sangat penting karena visual yang baik harus selaras dengan pengalaman pengguna yang nyaman.

3. Ilustrator

Ilustrator bekerja menciptakan karya visual untuk berbagai media, mulai dari buku novel, komik, buku pelajaran, majalah, hingga kampanye iklan.

Peran ini sering kali memiliki gaya khusus atau fokus pada ilustrasi tertentu, seperti ilustrasi buku anak-anak atau medis.

4. Desainer branding dan identitas

Desainer branding bertanggung jawab menciptakan identitas visual untuk perusahaan, produk, atau organisasi.

Seperti namanya, tugas utama mereka adalah mendesain logo, kemasan, hingga elemen visual lainnya yang memperkuat identitas sebuah brand.

Dalam ranah desain grafis, branding sangat penting karena berfungsi membangun kesan pertama dan memastikan brand mudah dikenali.

5. Desainer cetak

Dalam dunia kerja, desainer cetak adalah ahli dalam bidang pembuatan desain grafis yang akan dicetak, seperti brosur, kartu nama, atau kemasan produk.

Mereka bekerja sama dengan percetakan untuk memastikan hasil akhir sesuai dengan desain.

Desain grafis cetak ini adalah salah satu aspek penting dalam bidang desain grafis, terutama dalam industri periklanan dan pemasaran tradisional.

6. Motion graphic designer

Motion graphic designer adalah profesional dalam membuat animasi, video, dan grafik bergerak.

Umumnya, mereka bekerja pada berbagai proyek, seperti iklan animasi, video penjelasan, dan judul pembuka untuk film serta acara televisi.

Jenjang Karier Graphic Designer

Pekerjaan di bidang desain grafis adalah salah satu bidang yang selalu akan dibutuhkan di era digital ini.

Banyak sekali perusahaan atau brand yang membutuhkan bantuan desainer untuk membangun sebuah branding.

Perkembangan kariernya dapat digambarkan sebagai berikut

  • junior graphic designer
  • graphic designer
  • senior graphic designer
  • creative director/art director/studio manager

Tidak semua perusahaan akan memiliki progress yang sama. Meski begitu, semakin lama kamu berlatih, semakin tinggi juga skill yang kamu miliki.

Hal ini juga akan berbanding lurus dengan gaji yang diterima.

Terkadang, orang dengan kemampuan desain grafis juga bisa terlibat dalam sisi desain yang lain.

Adobe misalnya, menggambarkan bahwa mereka bisa pula beralih ke sisi user experience (UX) design.

Gaji Desainer Grafis

Jika skill dan kualifikasi yang kamu miliki sesuai, tentu tidak ada salahnya coba memulai karier dalam bidang desain grafis.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Glints, kisaran gaji untuk desainer grafis di tahun 2024 adalah Rp4.oo0.000 hingga Rp7.000.000.

Baca Juga: 6 Kunci Kesuksesan Membangun Karier di Industri Seni

Demikian informasi mengenai apa itu desain grafis, tugas, jenis pekerjaannya, hingga gajinya.

Nah, apakah kamu berminat terjun langsung ke dunia desain grafis dengan menjadi desainer?

Kalau iya, kamu bisa menemukannya di Glints, lho. Ada beragam lowongan pekerjaan graphic designer yang sesuai untukmu.

Makanya, yuk, cek lowongan kerja terbaru sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon