Crowdsourcing Marketing: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Ditulis oleh : Trias Ismi
Engagement dengan audiens menjadi salah satu hasil penting dalam strategi bisnis. Itulah mengapa crowdsourcing marketing adalah strategi yang harus dicoba oleh marketer.
Strategi yang satu ini dapat membantu brand terhubung dengan audiens dan terbantu dalam menyebarkan awareness serta informasi.
Penerapan crowdsourcing marketing membuat brand mendapat wawasan langsung dari publik yang bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan kampanye.
Makanya, Glints akan menjelaskan seperti apa konsep crowdsourcing dalam marketing dan bagaimana strategi tersebut bisa bermanfaat bagi bisnis.
Yuk, baca rangkuman selengkapnya di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu Crowdsourcing Marketing?
Menyadur Indeed, crowdsourcing marketing adalah strategi yang melibatkan pengumpulan informasi dari publik.
Strategi marketing ini memungkinkan audiens menyumbangkan ide-idenya untuk perusahaan dengan mudah.
Biasanya perusahaan menggunakan strategi ini untuk mengumpulkan masukan dari audiens untuk proses riset pasar, pembuatan kampanye, hingga memperkenalkan produk baru.
HubSpot menambahkan, strategi ini juga biasanya dipakai perusahaan saat mengembangkan materi pemasaran seperti logo, jingle, atau iklan.
Cara kerja crowdsourcing marketing
Ada beberapa hal yang perlu ditentukan sebelum mulai mencoba strategi ini, yaitu:
- menentukan tujuan
- memahami siapa targetnya
- apa saja yang ingin dicapai dari strategi ini
Setelah memutuskan hal-hal di atas, langkah selanjutnya adalah menentukan apa platform terbaik yang akan digunakan.
Pastikan memilih platform yang sesuai dengan target audiens serta apa tujuan yang ingin dicapai oleh bisnis.
Melansir The Balance, ada beberapa platform yang populer seperti Kickstarter atau Amazon Mechanical Turk.
Jenis Crowdsourcing Marketing
Crowdsourcing marketing adalah strategi yang selalu berkembang dan memiliki jenis-jenis yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis.
Berikut ini jenis-jenisnya:
1. Crowdfunding
Mencari investor yang bersedia mendanai sebuah project memang tak mudah. Makanya, crowdfunding biasanya jadi solusi.
Strategi yang satu ini memungkinkanmu untuk mengumpulkan uang melalui platform online.
Misalnya, kamu bekerja di sebuah perusahaan startup yang belum memiliki banyak dana dari investor. Kamu bisa memanfaatkan crowdfunding untuk mencari tambahan dana.
Kamu bisa mencoba menjelaskan proyek yang akan dikerjakan dalam sebuah video dan mempostingnya di platform crowdfunding.
Jika berjalan lancar, audiens yang tertarik dengan proyek tersebut akan memberikan bantuan dana dan ikut berkontribusi.
2. Crowdwisdom
Jenis crowdsourcing marketing yang selanjutnya adalah crowdwisdom.
Biasanya perusahaan menggunakan crowdwisdom untuk mencari masukan dan pendapat dari sekelompok audiens.
Menurut SproutSocial, situs Yahoo Answers atau InnoCentive menjadi platform yang biasanya digunakan perusahaan untuk mencari pendapat dari audiens.
Platform tersebut memungkinkan orang untuk berbagi pemikiran mengenai topik-topik yang kompleks.
3. Microtasking
Perusahaan bisa memanfaatkan microtasking untuk memecah proyek besar menjadi beberapa proyek kecil yang bisa segera ditugaskan ke audiens.
Misalnya, perusahaan memiliki 5.000 foto yang memerlukan teks. Nah, kamu bisa membuat proyek di mana audiens bisa membantu menuliskan teks untuk beberapa foto.
Tentunya, perusahaan juga harus menawarkan sejumlah uang atau kompensasi sesuai dengan tingkat kesulitan proyek yang dikerjakan.
4. Crowdcontest
Jenis crowdsourcing yang satu ini memungkinkan perusahaan untuk membuat kontes yang bisa diikuti oleh banyak audiens.
Contohnya perusahaan ingin membuat logo baru untuk proses branding. Lalu, perusahaan bisa mengadakan kontes pembuatan logo.
Nantinya, perusahaan bisa menggunakan logo terpilih dan memberikan kompensasi yang sesuai kepada pemenang.
Manfaat Strategi Crowdsourcing Marketing
Ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh bisnis dari menerapkan strategi crowdsourcing marketing, yaitu:
1. Meningkatkan interaksi dengan pelanggan
Manfaat pertama dari menerapkan strategi crowdsourcing marketing adalah kemudahan untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan.
Tentu hal tersebut bisa menghasilkan pelanggan yang loyal karena pendapat mereka dihargai dan diberikan kesempatan untuk berkontribusi pada brand.
2. Menambah data pelanggan
Saat melakukan crowdsourcing perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan ide, informasi, dan dana yang dibutuhkan.
Biasanya proyek crowdsourcing mengharuskan peserta untuk mengisi data demografi, kebiasaan membeli, dan informasi lainnya.
Data-data tersebut tentu berguna bagi perusahaan agar bisa paham dengan basis pelanggan yang dimilikinya saat ini.
3. Kurasi konten
Lewat strategi ini brand bisa dibantu dalam menentukan seperti apa konten yang akan ditampilkan.
Pelanggan akan merasa dihargai saat brand menampilkan konten berdasarkan ide-ide yang mereka berikan.
Apalagi jika brand mengikutsertakan konten yang dibuat oleh audiens. Tentu hal itu bisa membangun kepercayaan yang lebih baik di antara brand dan pelanggan.
4. Meningkatkan penjualan
Manfaat selanjutnya dari menerapkan strategi crowdsourcing marketing adalah meningkatnya penjualan bisnis.
Lewat kampanye crowdsourcing, brand bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas. Dengan begitu, kesempatan mendapatkan pelanggan baru lebih terbuka lebar.
Apalagi dengan crowdsourcing membuat pelanggan lebih terlibat sehingga bisa membuat mereka tertarik untuk menggunakan produk atau layanan dari brand.
Jika produk atau layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, pastinya mereka akan membeli atau menggunakan produkmu lagi.
Tak hanya menjadikan mereka pelanggan loyal, hal tersebut juga bisa meningkatkan penjualan dalam jangka waktu panjang.
5. Mendorong inovasi
Bisnis harus terus berinovasi menciptakan produk dan layanan yang lebih baik untuk pelanggannya.
Proses inovasi bisa dimudahkan dengan melakukan crowdsourcing, misalnya dengan meminta ide atau pendapat dari audiens.
Perusahaan pasti akan mendapatkan beragam ide kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk menyusun konsep produk atau layanan yang lebih inovatif.
Selain itu, brand juga bisa memahami seperti apa tren yang sedang berkembang dan mempelajarinya langsung dari audiens.
Demikianlah penjelasan yang sudah Glints siapkan mengenai crowdsourcing marketing dan beragam manfaatnya bagi bisnis.
Selain strategi tersebut, ada banyak jenis strategi marketing lain yang bisa diterapkan oleh perusahaan.
Kamu bisa membaca penjelasannya lewat artikel-artikel di bawah ini:
- Word of Mouth Marketing: Apa Itu, Pilihan Strategi, dan Keuntungannya
- Lebih Dekat dengan Strategi Marketing 4P, Dasar Segala Usaha Pemasaran
- Organic Marketing: Cara Gaet Audiens Tanpa Mengeluarkan Banyak Biaya
- Testimonial Marketing, Strategi Hemat dan Ampuh untuk Populerkan Brand-mu
- Stealth Marketing: Apa Itu, Jenis-Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan
Selain itu, kamu juga bisa menambah wawasan soal strategi marketing hanya di Glints Blog.
Ada bermacam-macam informasi seputar dunia marketing yang bisa kamu baca secara gratis, lho.
Yuk, klik link ini untuk menemukan artikel marketing menarik lainnya.
