8 Cara Menulis Subjek Email yang Menarik dan Banjir Klik

Tayang 08 Mei 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Sebagai tulisan pertama yang dibaca oleh penerima email, kamu harus tahu cara untuk menulis subjek menarik untuk email marketing-mu.

    Dikutip dari Hubspot.com terdapat beberapa elemen penting yang harus dimiliki oleh subjek email yang efektif seperti urgensi, personalisasi, penawaran, ketepatan waktu, relevansi, dan lainnya. 

    Makanya, Glints sudah menyiapkan beberapa cara menulis subjek email di bawah ini untuk kamu cermati.

    Cara Menulis Subjek Email

    Merangkum Business Insider dan MailChimp, berikut ini adalah beberapa cara menulis subjek email yang dapat kamu terapkan:

    1. Menciptakan urgensi atau penawaran terbatas

    Hal pertama yang harus dimiliki subjek email adalah kepentingan mendesak atau urgensi.

    Rasa urgensi akan mendorong konsumen atau penerima email untuk membuka dan membaca email yang diterima darimu.

    Selain itu, rasa urgensi juga akan mendorong konsumen untuk melakukan tindakan atas email yang mereka terima.

    Contoh penawaran terbatas dalam subjek email seperti “spesial hari ini”, “promo 24 jam”, dan sebagainya. 

    Baca Juga: Tingkatkan Traffic dan Penjualan, Ketahui Cara Segmentasi Email Marketing

    2. Kalimat yang deskriptif, singkat, dan manis

    © Unsplash.com

    Subjek email yang deskriptif tidak harus panjang dan bertele-tele.

    Deskriptif adalah informasi yang terdapat pada subjek email menyampaikan manfaat dari penawaran yang diberikan. 

    Subjek email yang panjang umumnya membuat penerima email malas dan enggan untuk membaca.

    Oleh karena itu, subjek yang deskriptif tetapi spesifik, singkat, dan menggunakan pilihan kata yang baik bisa membuat konsumen tertarik membacanya. 

    3. Personalisasikan subjek

    Kesan akrab dengan pelanggan sebagai penerima email menjadi hal yang penting untuk diciptakan dalam subjek.

    Personalisasi subjek dapat dilakukan dengan menggunakan nama awal dari penerima email. 

    Dengan melakukan personalisasi, email yang dikirimkan akan memberi nilai tambah karena ditujukan khusus kepada individu sebagai penerima.

    Pelanggan akan merasa spesial dengan email yang dikirimkan dan akan meningkatkan click through rate yang lebih tinggi, misalnya: “Selamat Ulang Tahun Andi, ada kejutan untuk kamu!”

    4. Subjek email harus menggambarkan isi

    cara blok spam

    © Unsplash.com

    Isi email yang kamu kirimkan sebaiknya tergambar pada subjek. Relevansi subjek dan isi sangat penting agar pelanggan tidak merasa tertipu dengan subjek yang dicantumkan.

    Jika dalam subjek kamu memberikan janji atau penawaran, pastikan kamu memberikan penawaran tersebut pada isi email yang dikirimkan.

    Jangan membuat subjek email hanya untuk clickbait, karena itu akan membuat pelanggan merasa dibohongi dan kesal.

    Baca Juga: 6 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari saat Mengirimkan Email Newsletter

    5. Buat pelanggan merasa spesial

    Secara psikologis, seseorang akan merasa senang jika diperlakukan dengan baik dan spesial.

    Demikian halnya dengan pelanggan sebagai penerima email, pemilihan kata dan juga ungkapan dalam subjek email untuk pelanggan harus dibuat dengan spesial.

    Perlakuan ini akan memberikan kesan loyal pelanggan dan perasaan istimewa dari perusahaan yang mengirimkan email.

    Kalimat yang digunakan seperti, “Penawaran terbaik hanya untuk kamu” atau “Penawaran terbatas cuma untuk yang setia”.

    6. Batasi tanda baca

    © Unsplash.com

    Tanda baca yang terlalu banyak akan membuat subjek email tidak efektif.

    Usahakan tidak menggunakan lebih dari tiga tanda baca, demikian halnya dengan karakter khusus.

    Penggunaan tanda baca yang banyak akan memberikan kesan spam pada email yang dikirimkan.

    Selain itu, penggunaan huruf kapital juga penting untuk diperhatikan agar email tersebut tidak memberikan kesan mengganggu.

    7. Kirimkan pada waktu yang tepat

    Subjek email yang efektif dan bagus jika dikirimkan pada waktu yang tepat meningkatkan kemungkinan untuk dibuka dan dibaca oleh pelanggan. 

    Contohnya saat kamu ingin memberikan penawaran hadiah untuk hari kasih sayang.

    Satu minggu atau beberapa hari sebelum hari kasih sayang adalah waktu yang tepat untuk melakukan penawaran lewat email. 

    Kemungkinan email dibuka dan dibaca akan lebih besar jika dibandingkan kamu mengirimkan email dua bulan sebelum Valentine.

    8. Gunakan alamat pengirim email

    Email yang merupakan spam biasanya menggunakan nama pengirim yang tidak jelas.

    Maka, penting untuk mengirimkan email dengan nama pengirim yang jelas agar pelanggan tidak ragu untuk membuka email. 

    Subjek email marketing yang menarik biasanya dikemas dalam bahasa dan kalimat yang juga menarik.

    Baca Juga: Kapan Sebenarnya Waktu Terbaik untuk Mengirim Email Marketing?

    Itulah delapan cara membuat subjek email menarik agar email marketing-mu dibuka pelanggan.

    Melakukan kreasi dalam membuat subjek email namun tidak berlebihan adalah hal yang baik agar informasi yang dikirimkan kepada pelanggan dapat diterima dengan baik.

    Selain soal subjeknya, Glints juga punya tips dan trik menarik saat menulis isi dari email marketing-mu.

    Yuk, temukan dan baca artikelnya dengan klik di sini, sekarang juga!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait