Bekerja Secara Asynchronous: Arti, Manfaat, dan Tantangannya

Tayang 10 Sep 2022 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Nika Audina

Pandemi Covid-19 membentuk berbagai sistem baru dalam dunia kerja. Selain WFH dan WFA, sistem lainnya adalah bekerja secara asynchronous.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dilansir Remote, asynchronous work membebaskan karyawannya untuk mengatur pelaksanaan kerja sesuai dengan jadwal mereka sendiri. 

Dalam prakteknya, komunikasi antar karyawan dalam tim tidak dilakukan secara intens dan bersamaan.

Nah, yuk, ketahui lebih lengkap soal bekerja secara asynchronous dan kenapa saat ini penting dilakukan dalam rangkuman Glints berikut!

Baca Juga: 10 Cara Ampuh Mengatasi Digital Fatigue untuk Para Pekerja

Pengertian Bekerja Secara Asynchronous

Secara sederhana, bekerja secara asynchronous adalah praktik kerja yang tidak mengharuskan semua anggota tim atau karyawan untuk memiliki jam kerja yang sama. 

Masing-masing individu atau pekerja bisa memaksimalkan produktivitas sesuai dengan timetable, kecepatan, dan kebiasaannya.

Dikutip dari NoHQ, dengan bekerja secara asynchronous, karyawan dibolehkan untuk berkolaborasi serta menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan jadwal khusus.

Beda dari synchronous working di mana karyawan diharuskan untuk terus online dan berkomunikasi di jam-jam tertentu.

Asynchronous working memungkinkan komunikasi dan kolaborasi dalam tim berlangsung sesuai waktu produktif masing-masing pekerja.

Penerapan asynchronous work ini akan menguntungkan pekerjaan yang sifatnya fleksibel. 

Work Life menjelaskan, adanya perbedaan prioritas kerja hingga zona waktu membuat asynchronous diyakini meningkatkan produktivitas dan memberi kemudahan.

Bekerja secara asynchronous menawarkan fleksibilitas, kesediaan, dan zona waktu yang beragam.

Manfaat Bekerja Secara Asynchronous

Akan ada beberapa manfaat yang kamu dapatkan dari bekerja secara asynchronous, antara lain:

1. Komunikasi yang lebih baik 

Mengutip Huler, bekerja secara asynchronous memberikan manfaat yang baik untuk komunikasi antar tim dan pekerja. 

Baca Juga :  Investasi Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, serta Strategi dalam Penerapannya

Jika sebelumnya tim dan perusahaanmu bekerja secara synchronous, maka komunikasi akan menjadi tantangan ketika kamu di masa transisi.

Namun, saat sudah terbiasa dan perusahaan memiliki kerangka juga proses yang dijadikan acuan, komunikasi tim akan lebih baik. 

Saat komunikasi antar pekerja lebih baik, mereka akan merasa lebih memiliki tujuan dan arti dalam bekerja.

Selain itu komunikasi yang lebih baik pada asynchronous work juga membantu mengurangi perasaan overwhelming dan distraksi. 

2. Fleksibilitas

Pandemi membawa banyak kebiasaan baru yang menawarkan fleksibilitas, termasuk saat bekerja secara asynchronous. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu manfaat yang paling besar dari asynchronous work adalah fleksibilitas terkait zona waktu. 

Bukan hanya membantu koordinasi pekerja dengan zona waktu berbeda, namun juga memberikan personal space untuk pekerja.

Bekerja secara asynchronous memungkinkan pekerja untuk memiliki kesempatan mengidentifikasi dan melihat waktu paling produktifnya. 

Akan lebih mudah juga untuk mengupayakan work-life balance dalam dunia kerja.

3. Karyawan yang lebih berdaya

Bekerja secara asynchronous berarti memberikan kepercayaan yang besar kepada tim dan rekan kerja. Percaya bahwa dari mana saja mereka bekerja, maka akan diselesaikan dengan baik.

Namun, dengan begitu, ini juga bisa membentuk pemberdayaan karyawan. Maksudnya, karyawan bisa bekerja secara mandiri dan menjadi lebih produktif, inovatif, dan kreatif.

Baca Juga: 9 Perusahaan yang Menerapkan Sistem Kerja WFA secara Permanen

4. Rendah tekanan dengan outcomes yang baik

Bekerja secara synchronous terkadang membuat pekerja burnout karena rutinitas dan jam kerja yang terus terulang serta menyesuaikan kecepatan kerja dengan orang lain.

Melalui asynchronous work, perusahaan bisa membentuk kerangka tertentu untuk menerapkan sistem kerja ini dan mengatur batasan jelas sehingga mengurangi tekanan.

Baca Juga :  Pelajari Return on Equity (ROE) dan Perannya dalam Menilai Performa Keuangan

Selain itu, penggunaan platform kerja digital dan tools kolaborasi bisa membantu pelaksanaan asynchronous work. 

Tantangan Asynchronous Working 

Asynchronous work yang tidak disertai kerangka perencanaan bisa berbalik menjadi kelemahan dalam penerapannya. 

Berikut adalah beberapa tantangan yang mungkin akan hadir dari penerapan kerja secara asynchronous:

1. Memprioritaskan komunikasi daripada produktivitas

Menerapkan kerja secara asynchronous memang akan memperbaiki komunikasi dengan tim dan rekan kerja. 

Namun, ini juga bisa menjadi tantangan tersendiri untuk produktivitas kerja. Karyawan bisa saja ketinggalan informasi penting saat sedang tidak mengecek email. 

Oleh karena itu perlu adanya kerangka dan acuan yang baik untuk diterapkan perusahaan. 

2. Kurangnya istirahat dan overworking 

Sama halnya dengan tantangan yang juga dihadapi sistem kerja baru pasca pandemi, overworking menjadi tantangan tersendiri. 

Siap sedia selama 24 jam  tentu bukan hal yang normal dan menyenangkan saat bekerja.

Belum lagi jika pekerja sudah berkeluarga atau memiliki tanggung jawab lain.

Jika tidak dipikirkan dengan baik, asynchronous work akan mengancam work-life balance pekerja. 

3. Proses yang tidak efisien 

Perusahaan seringkali bertumpu pada kecepatan pengambilan keputusan dan efisiensi kerja. 

Saat bekerja secara asynchronous dan tidak dilakukan dengan benar, maka akan menghasilkan kerja yang lambat dan tidak efisien. 

Saat ini terjadi, tentunya akan berdampak pada keseluruhan pekerjaan dan program yang sedang berjalan. 

Cara untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan mencari grey area antara asynchronous dan synchronous work.

Saat kerangka tersebut sudah terbentuk, maka tantangan ini bisa diminimalisir.

Baca Juga: 5 Latihan Manajemen Waktu Bantu yang Tingkatkan Produktivitas

Itulah serba-serbi bekerja secara asynchronous yang Glints telah rangkum.

Kebiasaan new normal memang memiliki banyak adaptasi yang perlu dilakukan, salah satunya dengan cara kerja. 

Baca Juga :  Habit Tracker: Apa Itu, Kegunaan, dan Cara Membuatnya

Bagaimana sistem dan kebiasaan kerja suatu perusahaan tentu memengaruhi produktivitas karyawannya. 

Bekerja secara asynchronous akan meningkatkan produktivitas kerja jika perusahaan menerapkan kerangka yang baik dan sesuai.

Selain sistem kerja, banyak dampak pandemi yang mulai dirasakan oleh pekerja.

Masa New Normal membuat definisi bekerja hingga lokasi kerja jadi abu-abu atau berbeda dari sebelumnya.

Nah, yuk, ketahui apa saja perubahan di masa New Normal dalam artikel-artikel yang telah Glints siapkan.

Temukan dan baca ragam artikelnya dengan klik di sini!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon