Attribution Modeling, Strategi untuk Pastikan Prioritas Marketing yang Tepat
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Sebagai marketer, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memahami pelangganmu, salah satunya adalah dengan melakukan attribution modeling.
Strategi ini merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan efektivitas upaya marketing yang kamu lakukan.
Pasalnya, tanpa attribution modeling, akan sedikit sulit untuk mengetahui mana yang harus jadi prioritasmu saat merencanakan sebuah campaign.
Ingin tahu lebih dalam tentang strategi ini?
Yuk, langsung saja baca penjelasan dari Glints dalam artikel di bawah ini.
Isi Artikel
Apa Itu Attribution Modeling?
© Forbes.com
CallRail mendefinisikan attribution modeling sebagai strategi digital marketing yang bersifat analitik.
Attribution modeling adalah kegiatan menganalisis dan menentukan credit atau nilai tertentu pada setiap marketing touchpoint yang ada dalam customer journey.
Jadi, seorang marketer akan memantau perjalanan seseorang ketika akan melakukan pembelian. Mulai dari mencari produknya hingga memutuskan untuk check out.
Dengan cara ini, para marketer bisa memahami bagian mana dari customer journey dan marketing touchpoint yang paling banyak menghasilkan lead.
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui mana channel marketing yang bisa membawa keuntungan paling besar ketika sebuah campaign dilakukan.
Jadi, keputusan-keputusan yang dilakukan pun akan tepat dan membuahkan hasil yang maksimal.
Tipe-Tipe Attribution Model
© Problemasreales.com
Menurut Adjust, ada banyak cara untuk melakukan attribution modeling.
Nah, berikut adalah beberapa tipe attribution modeling yang sering digunakan oleh para marketer profesional.
1. Single-touch model
Single-touch model adalah model atribusi yang memberikan credit pada satu touchpoint dalam customer journey seorang lead.
Nah, model ini sendiri terbagi lagi menjadi lima jenis, yaitu:
- first touch model
- qualified lead model
- lead creation model
- last non-direct click model
- last model
Karena attribution model ini hanya memberi credit pada titik awal kontak, ia memiliki kekurangan.
Kekurangannya yaitu adalah marketer kemungkinan besar jadi kurang memperhatikan proses pembelian seorang pelanggan secara keseluruhan.
Akan tetapi, ini bukan berarti single-touch model adalah pilihan yang buruk.
Hanya saja, model ini lebih cocok untuk tipe customer journey tertentu.
2. Multi-touch model
Multi-touch model adalah tipe attribution modeling yang memberi solusi terhadap kekurangan yang ada ketika menggunakan single-touch model.
Dengan model ini, marketer diharuskan untuk memberi credit untuk sumber traffic atau titik awal interaksi yang berbeda-beda.
Berikut adalah jenis-jenis attribution dengan multi-touch model:
- linear attribution
- time decay attribution
- u-shaped attribution
- w-shaped attribution
- z-shaped attribution
Model ini dianggap lebih komprehensif dan mampu memberi lebih banyak insight dibanding single-touch model.
Memilih Tipe Model Atribusi
© Ctisoluciones.com
Setelah melihat banyak model atribusi untuk melakukan attribution modeling, mungkin pertanyaan yang timbul di benakmu adalah bagaimana memilih yang tepat untuk customer journey-mu.
Nah, perlu dipahami bahwa customer journey satu produk dengan lainnya tidak sama.
Jadi, keputusan ini tergantung dari seberapa rumit customer journey yang telah dirancang untuk bisnismu.
Biasanya, semakin banyak iklan yang dipasang, maka akan ada semakin banyak juga interaksi dari berbagai channel tersebut.
Umumnya, seorang calon pelanggan akan berinteraksi dengan brand-mu beberapa kali sebelum melakukan pembelian.
Kalau begitu, multi-touch model adalah pilihan yang tepat.
Sementara, bagi proses customer journey yang lebih sederhana, single-touch model lebih disarankan.
Model ini juga lebih cocok bagi customer journey yang melibatkan media digital.
Akan tetapi, pada dasarnya tidak ada tipe atribusi yang paling bagus dibanding yang lainnya.
Marketer bebas untuk melakukan trial and error untuk menemukan mana yang paling cocok dan menghasilkan data relevan.
Nah, itulah sekilas penjelasan Glints tentang attribution modeling.
Attribution modeling adalah strategi marketing yang cukup penting untuk dilakukan.
Kalau selama ini kamu merasa campaign marketing-mu kurang berhasil, attribution modeling adalah salah satu cara untuk membantu dalam perbaikan strategi.
Sebagai marketer, kita memang harus selalu mempelajari strategi-strategi baru yang bermacam-macam untuk mencapai kesuksesan.
Jadi, tentunya penting untuk memperluas pengetahuanmu.
Tak usah bingung mencari di mana bisa mendapat ilmu pengetahuan baru di bidang marketing dari profesional yang berpengalaman.
Glints ExpertClass adalah tempat kamu bisa belajar langsung dari pakar dan memperdalam ilmumu.
Menarik, kan? Yuk, klik di sini untuk cek kelas-kelasnya!
