Content Creator: Arti, Tugas, Skill, Jenjang Karier, & Cara Menjadinya

Diperbarui 24 Apr 2024 - Dibaca 15 mnt

Isi Artikel

    Pernahkah kamu melihat seseorang membuat video di YouTube, atau seseorang yang mengirim foto di feed Instagram mereka? Ya, mereka adalah content creator.

    Secara sederhana dan harfiah, content creator adalah orang yang punya tugas membuat konten. Konten yang mereka buat disebar ke berbagai platform media sosial yang tersedia, seperti YouTube, Instagram, atau Facebook.

    Namun, sebenarnya lebih dari itu, mereka bukan hanya sekadar pencipta konten semata. Mereka memiliki fungsi yang terbilang besar dalam dunia marketing sekarang ini.

    Bahkan, ada juga yang menyebut content creator sebagai penggerak content marketing.

    Lalu, apa itu content creator? Bagaimana cara menjadi salah satunya?

    Di tulisan ini, Glints akan menjelaskannya untukmu.

    Apa Itu Content Creator?

    Menurut State of Digital Publishing, content creator adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk setiap informasi di media, terutama media digital dan memiliki target audiens tertentu.

    Sementara itu, menurut HubSpot, content creator adalah orang-orang yang membuat materi (konten) dengan menambahkan nilai edukasi dan hiburan.

    Materi ini juga biasanya disesuaikan dengan keinginan atau ketertarikan dari audiens.

    Beberapa ciri content creator yang dapat kamu temui adalah:

    • Memakai banyak platform untuk menyebarkan konten mereka. Selain media sosial seperti Facebook, Instagram, atau YouTube, mereka juga memakai blog, infografik, maupun e-book untuk menyebarkan konten.
    • Tidak semua pencipta konten adalah selebriti maupun blogger kenamaan.
    • Tidak perlu menjadi figur publik untuk bisa menjadi pembuat konten.

    Perbedaan Content Creator dan Influencer

    Apakah content creator dan influencer adalah hal yang sama?

    Keduanya memang memiliki kesamaan, yaitu:

    • Membuat content digital dengan untuk membentuk audiens dan berinteraksi dengan mereka.
    • Harus memiliki kemampuan mengelola media sosial.
    • Perlu membuat konten yang autentik dan disukai oleh audiensnya.

    Namun, keduanya juga punya perbedaan, yaitu tujuan atau goal masing-masing.

    Tujuan utama para pembuat konten adalah agar bisa terhubung dengan audiens yang memiliki tujuan, nilai, dan gaya hidup yang sama.

    Meskipun influencer juga melakukan hal tersebut, mereka lebih memprioritaskan kerja sama dengan brand, monetisasi, dan memengaruhi audiensnya untuk membeli atau mengambil tindakan tertentu.

    Jadi, semua influencer bisa dikatakan sebagai content creator, namun content creator belum tentu bisa disebut sebagai influencer.

    Misalnya, kamu mengunggah review make up di Instagram, kamu sudah bisa disebut beauty content creator, tetapi belum tentu dianggap sebagai beauty influencer.

    Baca Juga: Seluk-beluk Instagram Marketing untuk Bisnis: Dimulai dari Mana, Ya?

    Tipe Konten Kreator

    Tadi kita sudah sedikit bahas. Ada beberapa jenis kreator konten. Beberapa memisahkannya berdasarkan platform yang dipilih, beberapa lainnya memisahkan berdasarkan jenis konten apa yang dibuat.

    Nah, Hubspot memisahkan tipe konten kreator berdasarkan platform yang digunakan, yaitu:

    1. Youtuber

    Seorang Youtuber sering juga disebut sebagai vlogger. Pembuat konten yang mengkhususkan diri di Youtube punya tugas untuk membuat sebuah video.

    Isi videonya bisa macam-macam, mulai dari berbagi pengalaman, membuat tutorial, ulasan produk, hingga video yang sifatnya menghibur.

    Biasanya, seorang vlogger mempunyai subscriber setia. Lewat konten-kontennya, seorang Youtuber bisa menghasilkan uang lewat adsense, sponsorship, dan menjual merchandise.

    2. Blogger

    Istilah content creator memang mungkin baru booming beberapa tahun ke belakang. Namun, sebenarnya, pekerjaannya sudah ada sejak lama.

    Blogger bisa dibilang salah satu jenis kreator konten yang paling awal.

    Tugas seorang blogger adalah membuat konten berupa tulisan, biasanya di website pribadi, klien, ataupun perusahaan. Ya, mungkin serupa dengan seorang content writer.

    3. Podcasters

    Podcaster adalah jenis content creator yang punya tugas membuat konten dalam bentuk audio. Audio ini bisa didengarkan secara live streaming ataupun download.

    Sama seperti kreator konten lainnya, seorang podcaster juga punya tema khusus dalam setiap siarannya. Mereka juga dapat berkolaborasi dengan bintang tamu agar konten yang dihasilkan lebih unik.

    4. Social media influencers

    Social media influencers bisa menggunakan berbagai platform, seperti TikTok, Twitter, atau Instagram.

    Biasanya, seorang influencer punya spesifik audiens tertentu, seperti kecantikan, gaming, travel, interior, atau makanan.

    Nah, melihat berbagai jenis kreator di atas, pekerjaan content creator ini sebenarnya cukup fleksibel. Kamu bisa menjalaninya sebagai pekerja lepas (freelancer) atau bekerja di sebuah perusahaan.

    Tentu saja, pilihan ini akan membawamu kepada skema gaji yang berbeda.

    Jika kamu memilih karier sebagai pembuat konten individu (freelance), bayarannya akan sangat tergantung seberapa besar kemampuanmu dalam membuat konten, bahkan bisa memengaruhi audiens.

    Tapi, kalau kamu memilih menjadi content creator di perusahaan atau agensi, gaji yang akan kamu terima mungkin berkisar di 4-6 juta pada level awal.

    Jenjang Karier Content Creator

    Kalau kamu berpikir seorang content creator tidak memiliki jenjang karier yang jelas, coba lanjutkan terus membaca ini,

    Kenyataannya, seorang content creator sangat bisa, lho, untuk berkembang dan menapaki posisi karier yang lebih tinggi.

    Misalnya saja, awal mulanya kamu adalah seorang Youtuber, tapi bisa saja kamu memperluas skill-mu ke media sosial lain dan menguasainya dengan baik.

    Menurut Climb, jenjang karier seorang content creator bisa saja menjadi senior content creator.

    Di posisi ini, kamu bisa memimpin sekelompok kreator yang masih junior untuk menghasilkan konten sesuai dengan arahan atau strategimu,

    Selain itu, seorang content creator juga sangat mungkin untuk bertanggung jawab di area strategi konten atau content marketing.

    Di sini kamu akan bertanggung jawab untuk membuat planning dan mengeksekusi kampanye yang akan dijalankan.

    Kualifikasi Content Creator

    Sebenarnya, siapa saja bisa menjadi content creator, terlepas dari latar belakang pendidikan maupun pengalaman kerja.

    Akan tetapi, bila kamu ingin menjadi content creator profesional yang bekerja di sebuah perusahaan atau instansi, berikut adalah kualifikasi yang perlu dipersiapkan.

    1. Pendidikan

    Kin, sebagian besar perusahaan mempekerjakan content creator dengan gelar sarjana.

    Jadi, pertimbangkan untuk mengejar kualifikasi ini.

    Namun, tak menutup kemungkinan juga ada beberapa perusahaan lain yang masih menerima lulusan SMA/sederajat.

    Jurusan apa pun bisa relevan untuk menjadi content creator, selama kamu bisa menunjukkan kemampuanmu membuat konten.

    Salah satu cara menunjukkannya adalah melaui portofolio dan pengalaman kerja.

    2. Pengalaman

    Nah, portofolio bisa kamu buat dari karya-karya yang dihasilkan selama magang, pekerjaan sebelumnya, volunteer, atau pengalaman organisasi.

    Jika tidak ada pengalaman sama sekali, coba buat project pribadi membuat sebuah konten.

    Setidaknya, rekruter bisa meninjau dan menilai contoh karyamu.

    Cara Menjadi Content Creator yang Sukses

    Menurut HubSpot, ada 9 kebiasaan yang kerap dilakukan oleh content creator yang sukses.

    Bagi kamu yang melakukan 9 kebiasaan ini, kemungkinan untuk menjadi seorang pencipta konten jempolan akan terbuka.

    1. Rajin membaca

    Membuat konten yang bagus tentu memerlukan bekal. Salah satu bekal itu bisa kamu dapat dari membaca. Rajin-rajinlah membaca, terutama soal industri yang sedang dijalani.

    Hal ini akan berpengaruh terhadap proses penciptaan konten. Kelak, konten yang dibuat akan sesuai dengan kondisi industri saat ini. Tidak hanya itu, konten juga bisa jadi akan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh audiens.

    2. Tulis setiap ide

    Menulis di sini bukan berarti kamu harus menulis esai sebanyak 1.500 kata setiap harinya. Ini bukan tentang inspirasi yang hadir dalam menulis, tetapi inspirasi yang bisa saja datang dari setiap tulisan yang dibuat.

    Biasakan untuk duduk sejenak setiap harinya, selama 10-15 menit, untuk mengeluarkan setiap ide dan pemikiran yang dimiliki.

    Tulis semua ide dan pemikiran yang ada itu. Bebas bentuknya seperti apa. Dari situ, biasanya inspirasi akan muncul

    3. Pelajari audiens

    Hal ini masih berkaitan dengan kebiasaan yang pertama. Selain mempelajari industrinya, seorang pencipta konten juga mesti mempelajari audiens dari industri tersebut.

    Pada akhirnya, audienslah yang akan menilai konten yang kita buat. Content creator yang baik, lazimnya, mengetahui audiensnya luar dalam.

    Ia bisa tahu usia, gender, lokasi tinggal, keluarga, pekerjaan, dan gaji dari audiensnya. Dari situ, konten yang sesuai bisa dibuat.

    4. Buat konten yang orisinal

    © Unsplash.com

    Konten orisinal di sini maksudnya adalah konten yang menjadi gaya dan ciri khas dari kamu. Gaya dan ciri khas inilah yang akan membedakan dari pencipta konten yang lain.

    Dewasa ini banyak content creator bertebaran. Jika tidak memiliki ciri khas, maka kamu akan terpinggirkan.

    Gunakan medium yang berbeda, atau gunakan cara pembuatan konten yang unik, sehingga hal itu akan jadi gayamu sendiri.

    5. Kurasi konten orang lain

    Yang dimaksud kurasi di sini adalah, selain membagikan konten milik orang lain, kamu harus bisa melakukan sesuatu dengan konten itu.

    Content creator yang sukses tidak hanya sekadar membagikan ulang konten yang sesuai dengan industrinya. Kamu harus berinteraksi dengan konten itu dan tunjukkan bahwa kamu adalah seorang ahli.

    Misal, di Twitter ada seseorang membagikan video. Itu adalah konten.

    Nah, kamu bisa menimpalinya dengan cara meretweet video itu, lalu kamu tambah dengan komentarmu sendiri, atau kamu bisa memasukkan gif plus video dalam komentarmu.

    Hal itu akan membuat kontenmu jadi lebih memiliki nilai informasi, apalagi jika kamu bisa menambahkan fakta lain terkait unggahan tersebut. Dengan begitu, personal brand kamu akan terbentuk juga.

    Baca Juga: Content Creator dan Influencer: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok Untukmu?

    6. Buat penilaian dari kontenmu

    Internet adalah sebuah tempat yang besar. Saking besarnya, selain jadi tempat berkumpulnya konten, ia bisa jadi tempat penilaian bagi kontenmu sendiri.

    Di sinilah maksud dari memahami penilaian atau key performance indicator (KPI) dari konten yang dibuat. Lewat beberapa matrikulasi tertentu, kamu bisa menilai apakah konten yang dibagikan sudah baik atau belum.

    Kamu bisa melihat social media, direct, dan organic traffic dari kontenmu.

    Dari situ, kamu bisa melihat kelayakan konten yang kamu buat. Kamu juga bisa melihat penilaian orang lain terhadap konten yang kamu sebarkan, apakah mereka suka atau tidak.

    Selain itu, kamu juga bisa membuat konten baru yang lebih baik berdasarkan data itu.

    7. Bangun jejaring dengan content creator lain

    Seperti halnya dalam pekerjaan lain, sebagai seorang pembuat konten, kamu harus berjejaring dengan pembuatan konten yang lain. Ini bisa jadi tempatmu untuk belajar.

    Dengan membangun jejaring, kamu akan memiliki tempat untuk berdiskusi soal seperti apa konten yang baik.

    Kamu juga akan memiliki banyak teman, serta bisa memahami dan mendengarkan banyak ide dari orang-orang yang berbeda-beda.

    8. Buat konten sebagai solusi 

    Terkadang, seorang content creator terlalu merasa bahwa dirinya adalah seorang ahli. Dalam beberapa kasus, mereka hanya mengungkapkan sesuatu yang mereka tahu saja.

    Pembuat konten yang sukses tidak seperti itu. Mereka akan menempatkan audiens di atas segalanya, serta membuat konten yang sifatnya berupa solusi. Hal itu biasanya akan membuat konten lebih banyak digemari.

    Tidak hanya itu, hal ini juga akan membuat konten lebih dihargai, karena sang pembuatnya pun berusaha menempatkan diri untuk membantu, bukan untuk menggurui.

    9. Merawat rasa ingin tahu

    Seorang pembuat konten harus memiliki rasa haus akan pengetahuan. Hal ini kelak akan membantu mereka menciptakan konten yang bervariasi dan tidak monoton.

    Selalu posisikan diri sebagai orang yang tidak tahu. Karena dengan begitu, kamu akan terus mencari tahu.

    Jangan pernah puas dengan ilmu yang sudah dimiliki, dan selalu mencari ilmu-ilmu baru setiap harinya.

    Tugas dan Tanggung Jawab Content Creator

    Mengutip dari Betterteam, beberapa tugas dan tanggung jawab utama seorang content creator adalah sebagai berikut:

    1. Menulis, meninjau, mengedit, dan membuat konten untuk platform yang digunakan perusahaan untuk marketing.
    2. Melakukan riset dan interview untuk mempelajari tren terkini serta dalam pengembangan konten.
    3. Bekerja sama dengan tim kreatif untuk mempersiapkan materi promosi.
    4. Menggunakan media sosial untuk consumer engagement, merespons komplain, dan mempromosikan produk/layanan perusahaan.
    5. Berkolaborasi dengan departemen internal untuk melakukan campaign mulai dari proses hingga evaluasi.
    6. Monitoring media sosial dan company website.
    7. Meningkatkan traffic melalui konten yang dibuat.

    Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Content Creator

    Dikutip dari Indeed, untuk menjadi kreator konten andal, ada beberapa skill yang kamu butuhkan, antara lain:

    1. Research-driven

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pembuat konten harus melakukan riset saat mempersiapkan kontennya.

    Makanya, orang di posisi ini harus memiliki mindset yang tepat, yaitu research-driven atau berfokus pada hasil riset, bukan asal klaim dan tulis.

    2. Kreatif

    Pada dasarnya proses pembuatan konten ini melibatkan kreativitas seseorang.

    Kreativitas ini menjadi alat content creator untuk menarik perhatian orang-orang dan membuat mereka mau melihat konten yang dibuat.

    Terlepas dari itu, proses pembuatan konten juga tidak sekadar mengandalkan kreativitas semata. Ada logika yang perlu dipahami agar bisa menggaet audiens.

    Proses ini juga termasuk dalam digital marketing dan menjadi bidang yang dibutuhkan perusahaan saat ini.

    3. Fleksibel

    Seorang content creator tidak bisa membatasi dirinya untuk hanya menguasai satu platform atau jenis konten.

    Kamu harus memahami beberapa sistem content management, platform, dan alat lain untuk optimalisasi konten.

    4. Analitik

    Content creator harus mengerti dan memahami tren terkini serta efektivitas konten melalui analisis data digital untuk membentuk ide dan konten baru.

    5. Organisasional

    Tetap terogranisasi juga tidak kalah penting untuk content creator.

    Banyaknya pekerjaan seringkali membuat kamu melupakan deadline, sehingga penting untuk tetap mengatur jadwal dan menyusun prioritas.

    6. Kolaboratif

    Dalam membuat konten, tentu kamu akan bekerja sama dengan banyak bagian.

    Kamu harus memiliki kemampuan kolaborasi dan menghasilkan ide dengan tim maupun klien.

    Baca Juga: Tertarik di Bidang Komunikasi Pemasaran? Ini 8 Pilihan Karier Untukmu!

    Itulah informasi seputar profesi content creator yang perlu kamu tahu.

    Jika kamu merasa sebagai pribadi yang kreatif dan tidak pernah kehabisan ide, mungkin pekerjaan ini cocok untuk kamu.

    Nah, Glints sudah siapkan kurasi lowongan-lowongan kerja content creator terbaru untuk kamu!

    Kamu juga bisa mengenal masing-masing perusahaan sebelum melamar lewat informasi profil perusahaan dan gaji serta tunjangan yang ditawarkan.

    Yuk, temukan daftar lowongan kerja content creator di bawah ini!

    CEK LOWONGAN LAINNYA

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 138

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait