Tertarik di Bidang Komunikasi Pemasaran? Ini 8 Pilihan Karier Untukmu!

Diperbarui 20 Mar 2024 - Dibaca 16 mnt

Isi Artikel

    Kalau selama ini kamu senang bahasa dan komunikasi, baik itu berbicara, menulis, mendesain konten visual, maupun membangun hubungan baik dengan orang-orang baru, jurusan komunikasi pemasaran bisa jadi cocok untuk kamu. Ketika kamu bekerja di bidang komunikasi pemasaran, tidak jarang kamu harus berpikir kreatif dan menghasilkan ide strategi pemasaran yang menghasilkan dampak positif bagi perusahaan dan konsumen. “Kamu mau kuliah komunikasi pemasaran? Berarti nanti pekerjaannya jualan ya?” Sebagai generasi millennial, pertanyaan di atas mungkin tidak asing di telinga kamu. Awalnya, saya sendiri pun tidak terlalu tahu perbedaan komunikasi pemasaran dan penjualan sebelum merasakan sendiri kuliah jurusan komunikasi pemasaran.

    Kamu punya produk atau jasa favorit dan kamu tidak segan bercerita ke orang lain tentang brand tersebut? Nah, hal tersebut merupakan contoh sederhana hasil pekerjaan divisi komunikasi pemasaran yang berhasil. Apabila diibaratkan sebagai tubuh manusia, komunikasi pemasaran itu adalah keseluruhan tubuh, sedangkan penjualan adalah salah satu bagian tubuh, misalnya tangan. Melalui artikel ini, saya ingin mencoba sedikit meluruskan persepsi terhadap komunikasi pemasaran dan berbagi 8 pilihan karier bagi kamu yang mengambil jurusan tersebut.

    Baca Juga: 7 Jenis Pekerjaan Marketing yang Kamu belum Tahu

    1. Brand Manager

    komunikasi pemasaran

    © searchenginejournal.com

    Bidang komunikasi pemasaran erat hubungannya dengan yang namanya brand. Brand tidak hanya bicara soal nama saja, melainkan keseluruhan persepsi.  Ada dua hal penting yang harus diperhatikan Brand Manager: brand perception dan brand awareness.

    Brand perception adalah ide, perasaan, dan pandangan yang erat hubungannya dengan suatu brand. Misalnya, Coca Cola erat hubungannya dengan konsep kebersamaan dan kebahagiaan. Di sisi lain, brand awareness bicara soal seberapa populer brand tersebut di benak masyarakat. Misalnya, kalau setiap mendengar kata minuman soda Coca Cola langsung muncul di pikiran kamu, itu artinya Coca Cola memiliki brand awareness yang baik. Sebagai Brand Manager, kamu umumnya memiliki tanggung jawab untuk:

    • melakukan riset pasar yang berkaitan dengan produk atau jasa yang ditawarkan beserta konsumennya;
    • membuat strategi untuk meningkatkan brand awareness;
    • menentukan target konsumen dari produk atau jasa yang ditawarkan;
    • menentukan brand image (citra merk) yang sesuai dengan produk atau jasa yang ditawarkan dan target konsumen;
    • membuat strategi pemasaran dan komunikasi untuk produk atau jasa yang ditawarkan supaya merk tersebut disukai oleh target konsumen;
    • mengatur budget dari strategi pemasaran dan komunikasi;
    • mengevaluasi strategi pemasaran dan komunikasi yang dilakukan berdasarkan  laba dan rugi.

    2. Market Researcher

    komunikasi pemasaran

    © marketingdonut.co.uk

    Setiap harinya konsumen selalu mengalami perubahan perilaku maupun pola pikir. Oleh karena itu, penting bagi suatu brand untuk terus mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen sehingga brand tersebut senantiasa dikonsumsi.

    Misalnya, keputusan Sarinah department store untuk meluncurkan website e-commerce sendiri kemungkinan besar dilakukan atas riset dan rekomendasi seorang Market Researcher. Bentuk konkrit pekerjaan kamu akan berbeda, tergantung apakah kamu sedang melakukan riset kualitatif atau kuantitatif. Secara umum, tugas kamu sebagai Market Researcher adalah:

    • membuat rencana atau proposal riset yang kemudian dipresentasikan ke klien atau manajemen perusahaan;
    • menulis dan menyebarkan survei dan kuesioner;
    • mengetahui tren perilaku dan gaya hidup dari target konsumen suatu brand;
    • melakukan wawancara dan focus group discussion;
    • melakukan riset etnografi (observasi konsumen di rumah dan tempat kegiatan mereka);
    • menggunakan software statistik untuk mengatur dan menganalisa data konsumen;
    • melakukan analisis dan interpretasi terhadap data sekunder (artikel, jurnal, dan sebagainya);
    • menulis laporan lengkap riset termasuk rekomendasinya.

    3. Public Relation Manager

    komunikasi pemasaran

    © datacenterjournal.com

    Public Relation Manager merencanakan program untuk mempertahankan citra perusahaan di mata publik sehingga menguntungkan klien dan manajemen perusahaan. Kalau baru-baru ini kamu mengikuti isu rasisme di pakaian H&M, Public Relation Manager tentunya bertugas untuk memperbaiki reputasi H&M sehingga tidak dipandang masyarakat sebagai brand yang rasis dan kurang peka. Selain itu, seorang Public Relation Manager bertugas untuk:

    • membuat press release dan mempersiapkan informasi bagi media;
    • mengajukan kerjasama dengan media untuk melakukan peliputan terhadap brand;
    • mengadakan konferensi pers sesuai dengan kebutuhan perusahaan;
    • menunjuk juru bicara atau sumber informasi yang sesuai dan kredibel untuk menjawab pertanyaan media;
    • membantu perusahaan berkomunikasi secara efektif dengan publik melalui berbagai media online dan offline;
    • mengembangkan citra perusahaan yang sesuai dan menarik bagi target konsumen;
    • menciptakan simpati dari konsumen terhadap brand.

    4. Advertising Manager

    © Pexels.com

    Iklan juga merupakan hal yang krusial dari divisi komunikasi pemasaran. Kamu pernah lihat kampanye pemasaran Nego Cincai Bukalapak? Nah, perumusan ide, penentuan objektif, pembagian tugas, hingga pelaksanaan kampanye pemasaran tersebut kemungkinan besar merupakan salah satu tanggung jawab Adveritising Manager.

    Tidak jarang, seorang Advertising Manager harus bekerjasama dengan fotografer, videografer, copywriter, bahkan staf keuangan untuk menghasilkan dampak citra dan keuangan yang positif bagi perusahaan. Kalau kamu mengerti Facebook Ads, Instagram Ads, dan YouTube Ads, hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi kamu. Secara garis besar, tugas seorang Adveritising Manager adalah:

    • bekerjasama dengan kepala departemen atau staf untuk membahas pemilihan media iklan, dan produk yang akan diiklankan;
    • mengumpulkan dan mengatur informasi untuk merencanakan kampanye iklan;
    • menentukan budget dan objektif setiap iklan;
    • memulai studi riset pasar dan menganalisa data yang terkumpul;
    • mengembangkan strategi harga untuk produk yang akan dipasarkan dengan pengeluaran iklan;
    • mengumpulkan data kualitatif dari konsumen untuk ide konten dari iklan.

    5. Customer Relationship Manager

    komunikasi pemasaran

    © creativeguerrillamarketing.com

    Kalau kamu pernah mendapatkan email newsletter dan email ucapan selamat ulang tahun dari suatu perusahaan, hal tersebut adalah salah satu contoh kebijakan divisi komunikasi pemasaran. Begitu juga email penawaran khusus bagi konsumen yang sudah sering berlangganan. Secara garis besar, tanggung jawab seorang Customer Relationship Manager adalah:

    • merencanakan dan melaksanakan strategi untuk menjaga loyalitas, ketertarikan, dan kepuasan pelanggan;
    • merencanakan dan melaksanakan strategi percobaan untuk mengetahui strategi CRM mana yang paling efektif bagi perusahaan dan konsumen;
    • memiliki kemampuan untuk menggunakan software customer relationship management (CRM), seperti Odoo;
    • memastikan bahwa database konsumen didata dan dikelompokkan dengan akurat sesuai karakteristik masing-masing segmen;
    • berkolaborasi dengan divisi lain untuk memastikan bahwa strategi CRM dapat terlaksana sesuai objektif.

    6. Event Manager

    komunikasi pemasaran

    © startupdelta.org

    Di era technology disruption ini, divisi komunikasi pemasaran juga tetap harus memperhatikan komunitas fisik para konsumennya agar tercipta hubungan yang baik antara perusahaan dan konsumen. Nah, hal tersebut dapat dicapai salah satunya melalui event. Kalau kamu sering jadi panitia acara di kampus atau SMA dulu, kamu mungkin akan senang dengan pekerjaan ini. Daily Social, sebuah media Indonesia yang membahas teknologi dan startup, rutin mengadakan acara Selasa Startup yaitu acara sharing dari para pelaku startup untuk mengaktivasi komunitas pembacara mereka. Acara tersebut merupakan contoh hasil pekerjaan seorang Event Manager.

    Secara umum, sebagai Event Manager kamu bertanggung jawab untuk:

    • merencanakan acara dari awal hingga akhir termasuk target peserta dan objektif;
    • melakukan kegiatan promosi yang dibutuhkan untuk menarik target peserta ke acara tersebut;
    • menyiapkan budget acara dan memastikan bahwa pengeluaran acara tidak overbudget;
    • berkoordinasi dengan vendor dan pemasok kebutuhan acara;
    • mengevaluasi acara dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan dari acara tersebut.

    7. Account Executive

    komunikasi pemasaran

    © mediabistro.com

    Dalam bidang komunikasi pemasaran, istilah account merujuk ke klien dari suatu perusahaan. Sekilas mirip dengan tenaga penjual, namun tidak sepenuhnya sama. Seorang Account Executive bekerja setelah penjualan dilakukan. Umumnya, mereka akan membantu sekelompok klien untuk durasi yang telah disepakati antara perusahaan dan klien. Namun, tidak jarang juga Account Executive dari sebuah perusahaan 

    Sebagai contoh, seorang Account Executive sebuah agensi iklan harus mengerti kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang kliennya lalu berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Account Executive akan familiar dengan kegiatan berikut ini.

    • Bertemu dengan klien untuk mencari tahu kebutuhan mereka;
    • menyiapkan ide atau proposal sesuai permintaan dan budget klien;
    • mempresentasikan ide dan biaya kampanye pemasaran kepada klien;
    • melakukan briefing kepada tim kreatif yang akan membuat iklan yang diminta;
    • memastikan bahwa semua deadline project tercapai dengan masalah yang minim;
    • melakukan evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan bersama klien.

    8. Content Marketer

    komunikasi pemasaran

    © tinygiantwebsolutions.com

    Pernah melihat dan membaca suatu artikel blog, gambar, maupun video dari media sosial dari suatu brand yang tidak segan untuk kamu like, comment, maupun share? Coba lihat salah satu konten Bareksa ini.

    Content Marketer bertugas untuk membuat konten, baik tertulis, visual, maupun audiovisual, yang relevan dengan target pasar. Hal tersebut dilakukan divisi komunikasi pemasaran agar suatu brand lebih dikenal dan disukai oleh masyarakat, khususnya netizen. Bagi kamu yang senang menulis blog, pemahaman terhadap tools seperti Google Adwords akan membantu kamu apabila ingin mengiklankan artikel kamu berdasarkan suatu kata kunci. Content Marketer akan familiar dengan kegiatan seperti:

    • berkolaborasi dengan tim desain dan penulis untuk memproduksi konten yang berkualitas, mendidik, dan menarik bagi audiens;
    • membuat kalender konten, mendelegasikan tugas, dan memastikan deadline setiap konten tercapai;
    • melakukan optimasi terhadap konten tertulis website berdasarkan prinsip Search Engine Optimization;
    • mempromosikan konten yang telah dibuat kepada konsumen dan calon konsumen;
    • menerima masukan dari konsumen dan menciptakan konten untuk memuaskan pelanggan;
    • membuat kata-kata untuk iklan, misalnya billboard, media sosial, dan sebagainya.

    Nah, sekarang harusnya sudah tidak bingung lagi ‘kan tentang karier di bidang komunikasi pemasaran? Ternyata cakupannya lebih luas dari sekedar menjual saja. Kamu jadi bisa lebih memahami manusia dan perilaku mereka terhadap produk maupun jasa yang mereka pakai sehari-hari. Untuk lowongan di bidang komunikasi pemasaran, jangan lupa untuk sign up di Glints, ya!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 2 / 5. Jumlah vote: 1

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Artikel Terkait