8 Cara Ampuh Hilangkan Malas Kerja

Diperbarui 03 Jan 2023 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Sebagai pekerja, mengalami perasaan malas kerja adalah suatu hal yang tidak asing. Tentunya ketika kamu mengalami rasa malas saat bekerja, dirimu akan sulit untuk menjadi produktif.

    Lalu, apakah hal ini berarti bahwa kita tidak bisa mengalahkan rasa malas yang dirasa? Jawabannya tentu tidak.

    Karena, rasa malas merupakan sesuatu yang praktis dan bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu.

    Nah, berikut Glitns berikan 10 cara agar kamu tidak malas kerja

    Baca Juga: Suntuk? Berikut 10 Tips Biar Kamu Tetap Berpikir Positif Di Kantor

    Cara Hilangkan Malas Kerja

    1. Gunakan the do something principle

    Kalau kamu tahu Mark Manson dan sudah membaca bukunya yaitu “The Subtle Art of Not Giving A F*ck”, mungkin kamu pernah mendengar tips ini.

    Menurutnya, cara paling ampuh agar kamu tidak malas kerja adalah memulai dengan komponen paling kecil suatu pekerjaan.

    Sebagai contoh, kamu sampai di rumah di atas jam 7 malam setelah seharian beraktivitas. Lalu, kamu langsung ke kamar, tidur-tiduran, dan akhirnya benar-benar tertidur.

    Padahal, kamu tahu masih banyak to-do list yang harus diselesaikan.

    Jadi, ketimbang tidur-tiduran ketika sampai rumah, ada baiknya bagimu untuk ‘memaksakan’ diri melakukan hal lain seperti mandi.

    Jika mandi adalah komponen terkecil dari to-do list-mu, maka lakukanlah hal tersebut terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa bekerja secara optimal.

    Hal itu juga yang dilakukan Mark Manson ketika sedang bermalas-malasan dalam menulis suatu artikel.

    Ia akan memaksakan dirinya untuk paling tidak membuka Microsoft Word dan menulis 2-3 kalimat pertama.

    Small wins seperti itu biasanya mempermudah kamu untuk menyelesaikan sisa pekerjaan tersebut.

    Ingat, motivasi itu bukan ditunggu jatuh dari langit. Aksi yang menimbulkan motivasi dan mendorong serangkaian aksi selanjutnya.

    2. Ciptakan environment of inevitability

    Walaupun sekilas terdengar kompleks, sebenarnya trik ini mungkin sudah pernah kamu terapkan sehari-hari.

    Intinya, Mark Manson menyarankan kamu untuk menciptakan lingkungan atau situasi yang memaksamu tidak malas kerja.

    Ia sendiri  memaksa dirinya untuk bekerja di perpustakaan kampus setiap hari karena ia tahu bahwa bekerja di rumah umumnya tidak akan efektif.

    Robert Cialdini dalam bukunya Presuasion menyatakan bahwa lingkungan fisik dan asosiasinya sangat penting dalam menentukan produktivitas kamu.

    Memasang goals kamu di ruang kerja dan quotes motivasi juga dapat membuatmu lebih bersemangat dalam bekerja. 

    3. Cek kembali why kamu

    Konsep Start with Why yang diperkenalkan oleh Simon Sinek bisa jadi penentu agar kamu malas kerja atau tidak.

    Tanyakan kembali ke diri sendiri mengapa dirimu mau melakukan apa yang kamu lakukan.

    Why yang kuat umumnya mampu membuatmu tetap termotivasi dan rajin walaupun dihadapkan dengan tantangan.

    Dalam masyarakat Jepang, khususnya mereka yang tinggal di pulau Okinawa, terdapat sebuah konsep yang bernama ikigai.

    Ikigai adalah konsep yang menjadi alasan kuat mereka bangun setiap pagi dan bekerja keras. Secara mendasar, ikigai adalah kombinasi 4 hal:

    • What you love
    • What the world needs
    • What you are good at
    • What you can get paid for

    Nah, ketika pekerjaanmu sudah memenuhi keempat kriteria di atas, kemungkinan kamu malas kerja cenderung lebih kecil.

    4. Buat to-do list & skala prioritas

    Membuat to-do list adalah cara yang baik untuk memecah pekerjaanmu ke dalam elemen-elemen lebih kecil dan realistis.

    Menggunakan aplikasi seperti Trello dan Google Keep sangat bermanfaat untuk mengatur to-do list kamu.

    Cara lain agar kamu tidak malas kerja adalah dengan membuat skala prioritas. Salah satu bentuk skala prioritas yang terkenal adalah Eisenhower Box.

    Secara umum, Eisenhower Box membuat 4 kategori terhadap pekerjaan kita sehari-hari:

    1. Penting dan mendesak (pekerjaan yang harus segera dilakukan)
    2. Penting tapi tidak mendesak (pekerjaan yang dijadwalkan untuk nanti)
    3. Tidak penting tapi mendesak (pekerjaan yang dapat didelegasikan ke orang lain)
    4. Tidak penting dan tidak mendesak (pekerjaan yang bisa kita singkirkan)

    Mendesak artinya hal-hal yang harus kamu kerjakan saat itu juga dan cenderung tidak bisa ditunda.

    Pekerjaan yang mendesak terkadang membuat kita reaktif, baik secara negatif maupun positif.

    Sementara, penting artinya hal-hal yang berkontribusi terhadap nilai-nilai, misi, dan tujuan jangka panjang.

    Umumnya, kita lebih responsif, ketimbang reaktif, saat menghadapi pekerjaan yang penting.

    Baca Juga: 12 Tips Lebih Sabar di Tempat Kerja dan Keseharian

    5. Kerjakan hal yang paling sulit terlebih dahulu

    James Clear, penulis jamesclear.com, pernah menceritakan salah satu kelas marketing yang pernah ia ikuti dalam sebuah artikel.

    Artikel tersebut membahas hubungan behavioral science dan marketing.

    Peneliti behavioral science menemukan bahwa salah satu cara efektif untuk menciptakan pengalaman baik bagi konsumen adalah dengan menumpuk bagian-bagian yang tidak menyenangkan di bagian awal suatu rangkaian pengalaman.

    Secara psikologis, kita sebagai manusia lebih memilih pengalaman yang lebih baik seiring berjalannya waktu.

    Pengalaman yang tidak menyenangkan lebih bisa kita toleransi di bagian awal daripada ketika pengalaman tersebut muncul di belakang dan bahkan sampai berulang kali.

    Sebagai contoh, pada satu hari kamu memiliki hal kurang menyenangkan tapi harus diselesaikan, seperti mengantri panjang untuk membuat SIM.

    Di hari yang sama, kamu memiliki hal menyenangkan seperti temanmu yang mengirimkan email ucapan selamat ulang tahun.

    Nah, kalau kamu membaca email dari temanmu terlebih dahulu lalu antri membuat SIM, dirimu cenderung mengingat hari tersebut bergerak dari menyenangkan menuju ke kurang menyenangkan.

    Sehingga, ada baiknya bagimu untuk antri membuat SIM di pagi hari lalu membaca email dari temanmu nanti. Dengan begitu, mood-mu di hari itu akan bergerak dari kurang menyenangkan ke menyenangkan.

    Prinsip ini tentunya bisa kamu kombinasikan dengan skala prioritas Eisenhower supaya kamu semakin efektif dan tidak malas kerja.

    Ini baru contoh kecil saja, tentunya kamu yang paling paham bagaimana menerapkannya dalam hidupmu sehari-hari.

    6. Ambil istirahat sejenak

    Meski terdengar kontraproduktif, mengambil istirahat sejenak juga dapat menjadi hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa malas di waktu kerja.

    Filling The Jars mengucapkan melakukan hal ini setelah bekerja selama beberapa menit memberi kesempatan bagi otakmu untuk beristirahat sejenak.

    Hal ini karena otak manusia bekerja lebih baik dan efektif selama beberapa menit saja.

    Ketika diberi kesempatan untuk beristirahat, otakmu bisa menjadi lebih segar. Hal ini tentu membuat hasil pekerjaaanmu menjadi lebih baik juga.

    Misalkan, ketimbang bekerja selama 4 jam tanpa berhenti, kamu bisa mencoba bekerja selama 25 menit dan diselingi istirahat sejenak dengan durasi 5 menit.

    Selama 5 menit itu, kamu bisa mencoba untuk berjalan kaki di lingkungan sekitarmu hingga membuat dan menikmati secangkir kopi atau teh.

    Melakukan hal ini juga membuatmu tidak merasa bosan ketika bekerja, yang merupakan salah satu penyebabmu merasa malas.

    7. Jangan ekspektasikan dirimu untuk menjadi sempurna

    Menurut Healthline, cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa malas kerja adalah dengan tidak mengekspektasikan dirimu menjadi sempurna saat bekerja.

    Ketika kamu mengekspektasikan diri menjadi sempurna, secara tidak langsung dirimu memberi beban tambahan, terutama secara mental.

    Hal tersebut tentu malah membuat rasa malasmu semakin besar, yang membuatmu tidak memiliki keinginan untuk bekerja.

    Tidak hanya itu, kamu pun akan menjadi lebih kritis pada diri sendiri, yang membuatmu menjadi lebih rentan terkena depresi atau anxiety ketika bekerja.

    Sebuah jurnal yang diterbitkan di Personality and Individual Differences juga menyebutkan bahwa ekspektasi untuk menjadi sempurna bisa menghasilkan coping mechanism yang menghindar.

    Maksudnya, ketika menghadapi suatu hal yang menyebabkan stres, seseorang bisa saja menghindari atau kabur darinya. Tentu, hal tersebut bukanlah suatu hal yang baik untuk dilakukan.

    8. Beri reward untuk diri sendiri

    Fairygodboss juga menyebutkan salah satu cara untuk mengatasi rasa malas kerja adalah dengan memberi reward ke diri sendiri.

    Melakukan hal ini dapat membuatmu tetap termotivasi. Tidak hanya itu, hal ini juga membuatmu tahu tentang perkembanganmu sendiri.

    Jika kamu bisa terus mendapatkan reward setelah melakukan suatu hal, ini juga secara tidak langsung akan menghilangkan rasa malasmu.

    Sebagai contoh, kamu bisa memberi bintang bagi dirimu sendiri setelah menyelesaikan seluruh to-do list-mu.

    Nah, jika sudah mendapatkan 4 bintang, maka di akhir pekan kamu bisa memberi dirimu sendiri misal secangkir kopi dari kafe yang disukai.

    Baca Juga: 7 Trik untuk Menambah Motivasi Kerja Sehari-Hari

    Itu adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa malas saat kerja.

    Untuk informasi pekerjaan dan artikel terkait lainnya, kamu bisa mengunjungi Glints Blog.

    Di Glints Blog, ada beragam informasi, tips, dan trik seputar pekerjaan yang bisa membantumu mencapai kesuksesanmu.

    Menarik bukan? Klik di sini untuk mengaksesnya! Gratis!


    Comments are closed.

    Artikel Terkait