Ingin Mendesain Gambar Digital? Pahami Dulu Seluk-beluk RGB!

Diperbarui 19 Apr 2021 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Kamu tertarik dengan dunia desain grafis? Ingin jadi spesialis desain digital? Kamu wajib tahu dulu, dari mana warna-warni layar komputer datang. Nah, sistem warna RGB adalah jawabannya.

    Istilah ini tentu sudah tak asing lagi. Akan tetapi, sudahkah kamu memahami seluk beluknya?

    Tenang, artikel Glints ini akan menjelaskan semuanya. Simak selengkapnya, ya!

    Apa Itu RGB?

    pengertian

    © Freepik.com

    Kita mulai pembahasan dari definisi, yuk! Kata Geeks for Geeks, RGB adalah sebuah metode penggambaran warna.

    Biasanya, warna RGB digunakan untuk grafis komputer. Ia terdiri dari tiga warna, yakni merah, hijau, dan biru.

    Dari warna inilah namanya diambil. Dalam bahasa Inggris, ketiganya berarti (r)ed, (g)reeen, dan (b)lue.

    Nah, tiga warna ini digambarkan lewat angka 0 hingga 1. Angka-angka ini bisa membentuk persamaan matematika.

    Oleh karena itu, gabungan ketiganya bisa digambarkan lewat garis tiga dimensi. Garis ini akan membentuk kubus. Kamu bisa melihatnya lewat gambar di bawah ini.

    rgb grafik

    © Geeksforgeeks.org

    Warna awal dalam RGB adalah hitam. Ia berubah dengan menambahkan merah, biru, serta hijau.

    Gabungan beberapa warna akhirnya membentuk corak baru. Kamu bisa melihat adanya corak kuning, cyan, magenta, hingga putih.

    Di tengah-tengah kubus, ada garis abu-abu. Garis ini menyambungkan warna hitam dan putih.

    Masih bingung dengan penjelasan ini? Mungkin, ilustrasi di bawah bisa membantumu.

    warna rgb

    © 99designs.com

    Jumlah warna dalam RGB sendiri sangat banyak. Kata Tech Tems, nilainya mencapai 16.777.216, lho.

    Sayangnya, mata manusia hanya bisa menangkap kurang lebih 7 juta warna. Oleh karena itu, banyak warna yang terlihat sama di matamu. Beberapa warna juga jarang digunakan.

    Baca Juga: Bingung Mencari Kombinasi Warna? Kunjungi Situs-Situs Ini!

    Penggunaan RGB

    penggunaan

    © Freepik.com

    RGB sendiri digunakan untuk kepentingan digital. Hal ini sudah disebutkan di atas.

    Nah, PCMag juga menyebutkan hal yang sama. RGB adalah warna yang digunakan untuk televisi, komputer, hingga layar elektronik lainnya.

    Ini berhubungan dengan mata kita. Ternyata, organ ini sensitif dengan cahaya merah, hijau, dan biru.

    Tech Target menambahkan, RGB juga digunakan untuk bahasa komputer. Lebih tepatnya, untuk HTML.

    HTML bisa digunakan untuk mewarnai background hingga font situs. Warna yang akan muncul darinya menggunakan sistem RGB.

    RGB, RGBW, dan RGBY

    rgb rgby rgbw

    © Freepik.com

    Dalam perkembangannya, tampilan RGB punya modifikasi. Kata PCMag, turunan sistem warna itu adalah RGBW dan RBGY.

    RGBW sendiri digunakan untuk layar LCD. Huruf “W” di dalamnya menggambarkan white alias putih.

    Ini berbeda dengan RGB standar. Dalam RGB biasa, putih adalah gabungan merah, hijau, dan biru.

    Dengan penambahan ini, warna putih yang dihasilkan bisa lebih baik.

    Lain halnya dengan RGBY. Dalam sistem ini, warna yang ditambahkan adalah kuning. Huruf “Y” sendiri muncul dari bahasa Inggrisnya, yakni yellow.

    Dalam RGB biasa, kuning didapat dengan menggabungkan merah dengan hijau. Sayangnya, warna yang dihasilkan tidak sempurna.

    Oleh karena itu, warna kuning ditambahkan sendiri. Ia tidak didapat dari gabungan warna mana pun.

    Warna kuning yang dihasilkan pun bisa lebih baik.

    Baca Juga: 10 Kombinasi Warna Menarik agar Desainmu Lebih Ciamik

    RGB dan CMYK

    rgb dan cmyk

    © 99designs.com

    Istilah dalam desain grafis yang kerap beriringan dengan RGB adalah CMYK. Nah, keduanya memiliki berbagai perbedaan.

    CMYK juga merupakan sistem warna. Ia punya empat komponen, yakni cyan, magenta, kuning, dan hitam.

    Kata “CMYK” diambil dari bagian depan deret warna tadi. “C” diambil dari (c)yan, “M” dari (m)agenta, “Y” dari (y)ellow, serta “K” dari blac(k).

    Perbedaan

    Dirangkum dari 99designs, kurang lebih, ada empat perbedaan di antara keduanya. Perbedaan itu adalah:

    1. Susunan warna

    Pertama, susunan warna keduanya berbeda. Kita telah membahasnya di atas.

    RGB disusun oleh merah, hijau, dan biru. Sementara itu, CMYK merupakan gabungan antara cyan, magenta, kuning, serta hitam.

    2. Prinsip penggabungan warna

    Kamu telah memahami  bahwa warna dasar RGB adalah hitam. Campuran warna diberikan dan ditambah. Gabungan inilah yang membangun gambar.

    Hal ini berbeda dengan CMYK. Sistem warna ini dimulai dari putih. Campuran warna diambil dan dikurangi darinya. Pengurangan inilah yang membangun gambar.

    3. Tujuan desain

    Telah disebutkan pula, RGB ideal untuk gambar digital. Contoh dari gambar digital di antaranya:

    • aplikasi dan website
    • iklan online
    • konten media sosial
    • video
    • infografis
    • foto
    • dan lain-lain

    Lain halnya dengan CMYK. Ia lebih tepat digunakan untuk desain cetak. Misalnya:

    • kartu nama
    • stiker
    • iklan cetak
    • poster
    • brosur
    • desain kaus
    • desain kemasan
    • menu di restoran

    4. Bentuk dokumen terbaik

    Bentuk dokumen berwarna RGB yang ideal adalah:

    • JPEG, kualitas cukup baik dengan ukuran file tak terlalu besar
    • PSD, standar dokumen RGB terbaik (dengan asumsi kamu menggunakan Adobe Photoshop)
    • PNG, kualitas baik, punya fitur transparansi
    • GIF, bentuk ideal untuk gambar digital bergerak

    Sementara itu, bentuk dokumen CMYK yang ideal di antaranya:

    • PDF, kualitas baik dan mudah dibuka oleh siapa pun
    • AI, standar dokumen CMYK terbaik (dengan asumsi kamu menggunakan Adobe Illustrator)
    • EPS, alternatif dari AI untuk aplikasi ilustrasi vektor lainnya

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan 5 Jenis Logo! Mana yang Tepat untuk Brandmu?

    Demikian informasi dari Glints soal warna RGB. Ini merupakan langkah baik dalam menambah ilmu desain grafis kamu.

    Apakah kamu ingin belajar lebih banyak? Kamu masih bingung harus mencari materi dari mana?

    Tenang saja, Glints ExpertClass punya semuanya. Glints ExpertClass adalah kelas dengan berbagai materi pembahasan.

    Dunia desain juga termasuk di dalamnya, lho. Belum lagi, pemateri kelasnya adalah para ahli di bidangnya.

    Jadi, tunggu apa lagi? Ikut kelasnya sekarang, yuk!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait