Voice Over: Definisi, Fungsi, Tugas, dan Skill yang Dibutuhkan

Diperbarui 04 Apr 2024 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Tahukah kamu? Bahwa, voice over sejatinya adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suara latar dari sebuah video?

    Melansir laman Voices, ia merupakan salah satu bidang karier yang belakangan ini mengalami peningkatan drastis.

    Bahkan, sekarang ini, voice over sering digunakan pada produksi film, animasi, hingga periklanan.

    Pelakunya yang disebut sebagai artis voice over atau dubber pun dibutuhkan oleh banyak perusahaan, lho!

    Nah, melihat perkembangannya tersebut, apa yang sebenarnya dimaksud dengan voice over? Lalu, untuk apa saja voice over digunakan?

    Tenang saja, Glints sudah rangkum serba-serbinya khusus untukmu. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

    Apa Itu Voice Over?

    Menurut penjelasan Studio Bindervoice over atau VO, adalah teknik produksi di mana suara direkam untuk penggunaan di luar layar.

    Ini biasanya dikaitkan dengan film atau serial TV, tetapi, voice over kini juga biasa digunakan dalam media audiovisual lainnya seperti dokumenter, buku audio, atau pesan telepon otomatis.

    Kamu pasti pernah menemukan contoh voice over, bahkan mungkin tanpa menyadarinya saat sedang menonton televisi atau mendengar radio.

    Intinya, setiap kali kamu mendengar suara di luar layar, kamu sedang mendengar rekaman narasi seorang artis voice over.

    Jenis-jenis voice over sendiri termasuk narator dalam film dokumenter, iklan radio, suara kartun, hingga suara petunjuk pada layanan GPS kesukaanmu.

    Nah, dikarenakan cukup sulit untuk dieksekusi, voice over adalah sebuah aspek yang kerap dianggap sebagai seni.

    Tak sembarang orang bisa melakukannya. Bahkan, kamu membutuhkan skill dan jam terbang yang panjang agar bisa menjadi seorang pengisi suara profesional.

    Perbedaan Voice Over dan Dubbing

    Sekilas dari penjelasan di atas, proses VO ini mirip seperti proses dubbing. Apa perbedaan di antara keduanya?

    Perbedaan yang paling mencolok adalah fungsi dan proses pembuatannya.

    Keduanya sama-sama berfungsi untuk menyampaikan informasi pada audiens, namun dubbing umumnya lebih diperuntukkan untuk mengganti keseluruhan suara pembicara.

    Sementara, dalam voice over, kamu masih bisa mendengarkan audio orisinalnya karena fungsi dari voice over lebih fokus pada penyampaian informasi umum saja.

    Itulah mengapa dubbing lebih dikenal sebagai language replacement atau pengganti bahasa sebagaimana dilansir dari Access 2 Interpreters.

    Dalam proses pembuatan, pengisi suara dubbing biasanya harus benar-benar menyesuaikan suara, emosi, dan gerakan bibir dengan pembicara yang ada di video.

    Hal ini pasti sering kita lihat di film-film yang telah di-dubbing ke bahasa Indonesia.

    Di sisi lain, penyesuaian tersebut tidak perlu dilakukan dalam proses pembuatan voice over.

    Fungsi Voice Over

    Seperti yang sudah Glints paparkan, fungsi spesifik dari rekaman voice over ini adalah sebuah hal yang cukup variatif dan umumnya bergantung pada jenis video yang menyertainya.

    Dalam info komersial, iklan, dan video promosi, kegunaan voice over tak lain untuk memberikan informasi tambahan tentang suatu produk atau layanan.

    Acara-acara televisi dan film-film sering mempekerjakan pekerja di bidang tersebut untuk menceritakan elemen-elemen plot yang penting.

    Sementara itu, film dokumenter dan siaran berita dapat menggunakan voice over untuk menambahkan komentar dan konteks pada video dan gambar. 

    Selain itu, voice over juga sering digunakan untuk mengisi suara dialog pada film atau serial animasi. Pengisian suara ini digunakan untuk memperkuat karakter tokoh di dalam animasi.

    Selain digunakan di dunia hiburan, voice over juga digunakan untuk jurnalistik. Biasanya, pengisian suara ini digunakan untuk memberi penjelasan dari berita yang ditayangkan.

    Baca Juga: Yuk, Kenali 8 Pekerjaan dengan Tingkat Stres Rendah tapi Bergaji Bagus ini!

    Tugas Voice Over Artist

    1. Membacakan naskah

    Menurut 90seconds, voice over artist akan diminta untuk membaca naskah dengan keras untuk membuat rekaman.

    Isi rekaman ini ditujukan untuk memberi informasi tambahan kepada penonton video yang tidak terungkap melalui pengambilan gambar visual.

    Selain itu, tugas voice over artist adalah untuk membawa kehidupan dan emosi pada naskah sambil tetap mempertahankan sikap dan nada yang benar dan dapat dipercaya oleh pendengar.

    2. Menyampaikan pesan

    Setiap proyek pengisian latar suara akan memiliki pesan yang berbeda tergantung pada tujuan video yang menyertainya.

    Misalnya, narasi voice over untuk pengumuman layanan publik perlu meninggalkan kesan emosional pada audiens.

    Sementara itu, pesan pada iklan mungkin lebih menjelaskan tentang produk yang diiklankan. 

    Dalam setiap kasus, voice over perlu memutuskan bagaimana menyampaikan pesan video melalui nada dan sikap narasi mereka.

    3. Menyusun suara

    Bergantung pada peran narasi dalam suatu produksi, voice over artist dapat diminta untuk membuat suara khusus ketika membaca naskah.

    Untuk pekerjaan komersial, suara yang unik ini dapat membantu branding produk atau layanan yang diiklankan.

    Sementara, untuk karya fiksi seperti film, hal ini diperlukan untuk penciptaan jenis karakter dan suara tertentu.

    Oleh karena itu, menentukan intonasi suara untuk berbagai jenis produksi adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang voice over artist.

    4. Membuat berbagai versi voice over

    Produksi video tertentu akan mengharuskan voice over artist merekam beberapa versi skrip yang berbeda.

    Dalam variasi ini, voice over artist dapat diminta untuk membaca naskah dengan nada suara yang berbeda atau menekankan kata atau kalimat khusus.

    Tujuan membuat versi alternatif adalah untuk memungkinkan editor video memilih narasi voice over yang paling sesuai dengan tujuan video.

    Baca Juga: Memahami Script Podcast dan Cara Mudah Membuatnya

    Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Voice Over Artist

    © Pixabay

    Untuk menjadi seorang voice over artist yang baik, kamu harus memiliki kemampuan berbicara yang baik.

    Selain itu, diperlukan pula kemampuan untuk membaca naskah dengan nada, emosi, intonasi, dan pengucapan yang tepat.

    Secara khusus, empat skill ini adalah keahlian yang harus kamu miliki jika kamu ingin menjadi voice over artist.

    1. Memiliki pelafalan yang jelas

    Skill pertama yang kamu perlukan untuk meniti karier di bidang voice over adalah pelafalan yang mumpuni.

    Bagi kamu yang belum tahu, pelafalan mengacu pada kemampuan untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas dan lugas.

    Intinya, sebuah pelafalan akan dicap baik apabila kamu bisa mengucapkan kalimat tanpa berbelit.

    Nah, hal ini sangat penting dan sering dijadikan kriteria utama untuk seorang artis voice over.

    Maka dari itu, pastikan dulu bahwa kemampuan pelafalanmu sudah cakap sebelum mendaftarkan diri sebagai voice over.

    2. Memahami tempo ketika berbicara

    Skill kedua yang harus kamu miliki sebagai voice over artist adalah memahami tempo ketika berbicara. Berbicara terlalu cepat akan membuat pendengar kesulitan memahami apa yang disampaikan.

    Untuk itu, kamu harus memahami seberapa cepat atau seberapa lambat sebaiknya kamu dalam menyampaikan naskah voice over.

    Umumnya, kecepatan bicara orang di posisi ini berkisar antara 140 hingga 160 kata per menit.

    3. Memiliki intonasi dan penekanan yang tepat

    Skill selanjutnya yang harus kamu miliki untuk menjadi seorang voice over artist adalah memiliki intonasi dan penekanan yang tepat ketika menyampaikan pesan.

    Intonasi adalah elemen yang sederhana, tetapi vital. Ia tidak hanya penting dalam duni pengisian latar suara, akan tetapi juga dalam segala bentuk komunikasi verbal lainnya.

    4. Mampu melakukan karakterisasi suara

    Seorang voice over artist idealnya harus memahami karakterisasi suara. Hal ini dikarenakan pengisian latar suara tidak jauh berbeda dengan akting.

    Hal ini membuatmu harus bisa menyampaikan pesan dari naskah agar bisa disuarakan dengan lebih hidup.

    Baca Juga: 5 Keuntungan yang Bisa Kamu Dapatkan dari Kerja Part Time

    5. Fleksibilitas

    Video profil perusahaan pasti memerlukan gaya voice over yang sangat berbeda dengan video konten vlog di TikTok, misalnya.

    Jadi, sebagai VO talent, kamu perlu memiliki fleksibilitas agar bisa menyesuaikan gaya suara dan intonasi dengan kebutuhan client.

    6. Komunikasi

    Bukankah VO talent pasti sudah menyiapkan teks yang hanya perlu dibaca? Jadi, tak perlu ada skill komunikasi khusus yang diperlukan?

    Memang benar bahwa VO talent umumnya hanya perlu membaca sebuah teks. Namun, skill komunikasi tetap sangat diperlukan.

    Pengisi suara dengan kemampuan komunikasi yang kurang baik mungkin harus mengulang rekaman berkali-kali dan terlalu banyak mengucapkan filler words seperti “ummm..”, “eee..” meskipun sudah ada teks.

    7. Konsisten

    Meskipun harus fleksibel, konsistensi yang dimaksud di sini adalah kualitas voice over yang kamu hasilkan dari waktu ke waktu.

    Konsistensi ini cukup sulit dipertahankan, mengingat kita bukanlah robot yang suara dan intonasinya bisa benar-benar diatur supaya bisa sama persis setiap saat.

    Apalagi jika selama ini kamu telah menyelesaikan project dengan berbagai jenis gaya, intonasi, dan konten yang beragam.

    Nah, itu dia serba-serbi voice over mulai dari definisi hingga kualifikasinya yang sudah Glints rangkum khusus untuk kamu.

    Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mendalami karier di bidang ini? Bila ya, Glints sudah menyiapkan kumpulan artikel lain terkait voice over di Glints Blog!

    Kamu bisa temukan topik penting tentang cara meningkatkan skill hingga tips membuat portofolio yang menarik.

    Dengan mempelajarinya, kamu bisa mendapatkan bekal untuk mendalami bidang ini dengan lebih siap.

    Langsung saja klik link ini untuk temukan kumpulan artikelnya, ya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 30

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait