Unified Modeling Language, Representasi Visual yang Mudahkan Pemrograman

Diperbarui 17 Des 2020 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Pemrograman tidaklah mudah. Salah satu cara untuk lebih memahami hubungan antarobjek dalam sebuah program adalah dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML).

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Sekarang, bahasa pemodelan ini adalah standar yang digunakan untuk proses pemrograman dengan bahasa yang berorientasi objek.

Unified Modeling Language banyak disukai programmer karena mempermudah proses pemahaman sehingga kerja menjadi lebih produktif.

Bagaimanakah UML bisa memudahkan sebuah proyek pemrograman?

Glints akan jelaskan padamu dalam artikel ini.

Baca Juga: Pelajari Keunggulan dan Kekurangan Bahasa Pemrograman Populer, TypeScript

Apa Itu Unified Modeling Language (UML)?

uml

© Freepik.com

Unified Modeling Language (UML) adalah modeling language atau bahasa pemodelan untuk berbagai kebutuhan.

Menurut Ionos, Unified Modeling Language disusun oleh beberapa diagram terintegrasi.

Diagram-diagram ini digunakan sebagai representasi visual objek, kondisi, dan proses yang terjadi dalam sebuah sistem atau software.

Dapat dikatakan bahwa bahasa pemodelan ini merupakan blueprint atau cetak biru yang digunakan di berbagai bidang keteknikan.

Nah, perlu digaris bawahi bahwa Unified Modeling Language bukanlah bahasa pemrograman.

Karena biasanya ditampilkan dalam bentuk diagram, UML sering disebut sebagai bahasa visual.

Dengan melihat Unified Modeling Language, kita bisa memahami struktur dan perilaku sebuah sistem.

Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan di atas, tujuan UML bisa disimpulkan yaitu untuk menyajikan tool analisis, desain, dan implementasi sistem berbasis software bagi para programmer.

Dengan begitu, industri yang menggunakan UML bisa lebih maju dengan adanya tool visual modeling ini.

Pasalnya, Unified Modeling Language juga bisa digunakan untuk pemodelan bisnis dan proses serupa lainnya.

Untuk lebih memahami tentang betapa penting dan menguntungkannya menggunakan UML, berikut adalah penjelasannya.

Baca Juga :  Psikografis, Segmentasi Penting agar Marketing Efektif dan Tepat Sasaran

Keuntungan Menggunakan UML

uml

© Freepik.com

1. Representasi visual

Diagram UML sangat berguna untuk merepresentasikan hubungan antar class dan entity di sebuah program komputer secara visual.

Untuk mengerti tentang sebuah program dengan baik, penting untuk memahami fungsi setiap class yang ada. Hal ini termasuk juga informasi yang disimpannya dan bagaimana keterkaitannya dengan class-class lainnya.

Tentunya, pemahaman ini akan lebih mudah datang jika melihat sistemnya secara visual menggunakan Unified Modeling Language.

2. Memudahkan pembacaan dan penggunaan

Diagram UML sangat mudah dibaca dan dipahami.

Semua programmer pada umumnya bisa mengerti hubungan dalam sebuah program jika disajikan menggunakan bahasa pemodelan ini.

Ini sangat jauh berbeda dengan cara lama yang mengharuskan para programmer membaca kode secara langsung.

Tidak hanya sulit, kesalahan pun mungkin terjadi.

3. Perencanaan

UML membantu programmer merencanakan sebuah program sebelum proses pengerjaannya dimulai.

Dengan model diagram berbasis Unified Modeling Language, perubahan akan lebih mudah dibuat jika ada kesalahan.

Biaya yang dikeluarkan pun akan lebih sedikit karena eror yang terjadi bisa diminimalkan.

Baca Juga: 7 Soft Skill yang Perlu Dimiliki oleh Programmer

Diagram UML

uml

© Unsplash.com

Menurut Lucidchart, ada beberapa tipe diagram UML yang paling umum.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

Structural UML diagram

1. Class diagram

Ini adalah diagram yang paling umum digunakan.

Dalam diagram ini, kita bisa melihat class-class dalam sebuah sistem berikut atribut, operasi, dan hubungan antar class yang ada.

2. Component diagram

Diagram jenis ini menunjukkan hubungan struktural antar elemen sistem sebuah software.

Biasanya, component diagram digunakan untuk menjelaskan sistem yang kompleks dengan komponen berbeda-beda.

3. Composite structure diagram

Diagram UML ini menampilkan struktur internal sebuah class dalam sistem.

Baca Juga :  Perbedaan Cold Calling dan Warm Calling yang Wajib Diketahui Tim Sales

4. Deployment Diagram

Deployment diagram menunjukkan sistem sebuah hardware dan juga software-nya.

Diagram UML jenis ini digunakan untuk software yang dirancang untuk beberapa tipe mesin dengan konfigurasi yang berbeda-beda.

5. Object diagram

Dengan diagram ini, kamu bisa mengetahui hubungan antar objek secara nyata dan mengetahui tampilan sistemnya dengan jelas.

6. Package diagram

Package import dan package merge merupakan dua tipe dependensi antar jenis objek package dalam diagram Unified Modeling Language.

Nah, package ini menunjukkan level sistem yang berbeda dalam arsitektur sebuah program.

Dengan melihat dependensinya, kita bisa mengetahui mekanisme komunikasi antar level yang ada.

Behavioral UML diagram

1. Activity diagram

Jenis activity diagram dalam UML adalah diagram yang menunjukkan alur kerja sebuah bisnis atau proses operasinya.

Dalam visualisasi ini, kita bisa melihat aktivitas dari setiap komponen dalam sistem yang ada.

2. Sequence diagram

Sequence diagram adalah jenis diagram UML yang menunjukkan bagaimana interaksi yang terjadi dari objek ke objek beserta urutannya.

3. Communication diagram

Diagram ini cukup mirip dengan sequence diagram, tetapi fokus utamanya adalah melihat pertukaran pesan atau komunikasi antarobjek dalam sebuah sistem.

4. Interaction overview diagram

Diagram ini menunjukkan interaksi yang ada secara urut.

5. State diagram

State diagram menjelaskan tentang perilaku objek yang terjadi dalam sebuah sistem.

6. Timing diagram

Kita bisa menggunakan timing diagram untuk melihat perilaku objek, sama seperti sequence diagram.

Namun, dalam diagram ini, waktu juga menjadi aspek yang dipertimbangkan.

7. Use case diagram

Use case diagram digunakan untuk mengetahui fungsionalitas tertentu dalam sebuah sistem.

Tujuannya adalah untuk mengilustrasikan bagaimana fungsionalitas-fungsionalitas ini terhubung dan siapa saja pengendalinya.

Baca Juga :  3 Perbedaan Remote Sales dengan Outside Sales, Mana yang Paling Efektif?

Baca Juga: 5 Pertanyaan Interview Programmer yang Harus Kamu Kuasai

Demikianlah rangkuman Glints mengenai bahasa pemodelan dalam pemrograman yang satu ini.

Dengan representasi visual yang diberikan diagram-diagram UML, diharapkan proses pemahaman dan pengerjaan sebuah proyek pemrograman bisa menjadi lebih sederhana.

Agar kamu lebih mahir lagi dalam dunia pemrograman, yuk, cek artikel-artikel Glints lainnya mengenai bidang teknologi!

Jangan lupa juga untuk berlangganan newsletter blog agar selalu mendapat artikel terkini langsung ke kotak masuk emailmu, ya.

Yuk, buat akun dan berlangganan hari ini. Gratis!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon