Kenali Perilaku Audiens Website-mu Menggunakan 6 Tools Heatmap Ini

Tayang 09 Feb 2021 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Alifia Seftin Oktriwina

Panduan visual heatmap pada website biasanya ditandai dengan berbagai warna yang dihasilkan oleh tools tertentu.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Heatmap sendiri adalah panduan visual yang mengungkapkan kebiasaan pengguna website.

Ada berbagai tools yang bisa digunakan untuk membantu visualisasi pengguna pada website.  Berikut Glints berikan rekomendasinya.

Baca Juga: Ketahui 6 Jenis Website yang Populer Berdasarkan Fungsinya

1. CrazyEgg

tools heatmap website

© Shopify.com

Sebagai tools heatmap website yang populer, Crazy Egg menawarkan heatmap klik, kursor mouse, hingga scroll.

Crazy Egg juga menyediakan fitur tambahan confetti heatmap, yang memungkinkan pengguna melihat bagaimana pengunjung dari berbagai sumber seperti media sosial atau penelusuran berinteraksi dengan situs web mereka.

Selain itu, menurut WPBeginner, Crazy Egg tidak membatasi penggunaan untuk per situs. Jadi kamu dapat menggunakan akun yang sama di beberapa situs web.

Untuk analisis lebih lanjut, CrazyEgg memberikan dimensi kustom untuk membandingkan aktivitas di halaman. Misalnya konversi atau pengguna yang login vs yang tidak login.

Harga layanan ini mulai dari 9 dolar AS (Rp126 ribu) per bulan untuk 10.000 tayangan dan 10 laman aktif. Setiap paket layanan disertakan paket free trial selama satu bulan.

2. Hotjar

tools heatmap website

© Hotjar.com

Hotjar adalah alat pelacakan pengguna berbasis cloud service yang memberikan informasi pengguna dari web dan situs seluler mereka.

Hotjar menawarkan heatmap klik dan ketuk, gulir, dan gerakan mouse dari pengguna.

Selain heatmap, Hotjar juga menggabungkan sejumlah fitur pengoptimalan konversi. Fitur ini digunakan penguji ke dalam satu platform.

Harga layanan ini mulai dari 89 dolar (Rp1,2 juta)AS per bulan untuk 20.000 tampilan halaman. Hotjar juga menawarkan paket gratis terbatas, yang dapat dicoba oleh pengguna.

Baca Juga: Ingin Mempunyai Website Sendiri? Ikuti Panduan Membuatnya di Sini

3. Inspectlet

© Inspectlet.com

Inspectlet membantu menganalisis perilaku pengguna ketika mereka menggunakan website dengan merekam perilaku pengunjung, baik pengunjung baru maupun pengunjung lama.

Baca Juga :  Bikin Konten Brand Tampak Orisinal, yuk, Mulai Manfaatkan Owned Media

Analisis ini dilakukan dengan melacak jenis perangkat pelacakan heatmap, termasuk pelacakan kursor, klik, dan scroll.

Tools ini juga menawarkan analisis corong konversi dengan fitur filter dan pemberian tag.

Fitur ini dapat digunakan untuk menandai pengguna individu untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi pada kunjungan kembali.

Harga layanan tools ini mulai dari 39 dolar AS (Rp546 ribu) per bulan dengan 5.000 sesi tercatat terbatas pada satu situs.

Inspectlet juga menawarkan paket gratis terbatas hingga 100 sesi yang direkam untuk satu situs.

4. Mouseflow

© Mouseflow.com

Mouseflow menawarkan tools heatmap yang mudah digunakan, terutama untuk pengguna WordPress. Heatmap Mouseflow berkisar dari peta panas klik, gulir, gerakan, dan perhatian.

Tools ini juga menawarkan pencatatan aktivitas pengunjung situs web, di mana kamu dapat melihat pengguna berinteraksi di website-mu.

Mouseflow juga dapat diintegrasikan dengan software pihak ketiga.

Fitur lainnya adalah analitik formulir, yang memungkinkan kamu untuk melihat mengapa pengguna mengabaikan formulir yang tercantum di website.

Mengutip CRM, harga tools ini mulai dari 29 dolar AS (Rp406 ribu) per bulan untuk 1.000 sesi yang direkam terbatas pada satu situs web.

Mouseflow menawarkan paket gratis terbatas hingga 500 sesi yang direkam untuk satu situs.

5. Lucky Orange

© Luckyorange.com

Lucky Orange menawarkan pelacakan heatmap untuk klik, pergerakan, dan scroll pengguna. Tools ini juga menawarkan perekaman sesi dan segmentasi lalu lintas.

Lucky Orange juga dilengkapi dengan analitik formulir, corong konversi, rekaman sesi langsung, jajak pendapat pengunjung, dan software obrolan langsung yang dapat ditambahkan ke website-mu.

Harga layanan Lucky Orange mulai dari 10 dolar AS (Rp140 ribu) per bulan untuk 25.000 tampilan halaman di satu situs. Lucky Orange juga memberikan uji coba gratis selama tujuh hari.

Baca Juga :  7 Strategi Jitu untuk Maksimalkan Pemasaran di LinkedIn

6. FullStory

© Fullstory.com

FullStory menggunakan pendekatan yang berbeda secara fundamental untuk memahami pengalaman pelangganmu.

Kamu dapat melakukan analisis heatmap tanpa perlu memberi tag pada kode website-mu secara manual.

FullStory juga menyediakan analisis pengalaman digital, corong konversi lansung, dan kemampuan penelusuran lanjutan.

Harga layanan Fullstory ini berkisar pada 199 dolar AS (Rp2,7 juta) per bulan dengan uji coba gratis selama 14 hari.

Baca Juga: 6 Tools yang Bisa Dimanfaatkan untuk Cek Kecepatan Website

Nah, itu dia beberapa tools heatmap yang dapat kamu gunakan untuk membantu analisis performa website-mu.

Selain heatmap, ada berbagai cara lainnya untuk mengetahui performa website.

Kamu bisa mendapatkan berbagai tips dan panduan optimasi website melalui Glints ExpertClass, lho.

Dalam webinar tersebut, ada banyak ahli atau pakar yang siap berbagi ilmunya padamu. Yuk, cari kelasnya dan daftar sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon