Ketahui 6 Jenis Website yang Populer Berdasarkan Fungsinya

Diperbarui 13 Feb 2023 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Kamu pasti menggunakan internet untuk membuka setidaknya satu website setiap hari. Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya ada beberapa jenis website?

    Dikutip dari Techopedia, website adalah kumpulan halaman web yang dapat diakses publik, serta saling terkait dan berbagi dengan sebuah domain. Situs web yang dapat diakses publik disebut juga sebagai world wide web (www).

    Lalu, apa sajakah jenis website yang sering kita temui sehari-hari? Yuk, baca penjelasan Glints berikut ini!

    Baca Juga: Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Membuat Website Pribadi

    1. Blog

    blog

    © webdesigndev.com

    Salah satu jenis website yang paling populer adalah blog.

    Awalnya, blog lebih banyak digunakan oleh individu sebagai jurnal pribadi, tempat berbagi cerita, hingga berbagi ilmu.

    Namun, saat ini banyak perusahaan dan lembaga memanfaatkan blog sebagai bagian dari content marketing mereka.

    Biasanya, konten yang disampaikan di blog sebuah perusahaan bertujuan untuk mendorong pembaca agar melakukan sesuatu terhadap brand tersebut.

    Sebagai contoh, pembaca didorong untuk melakukan pembelian, subscribe, hingga mendatangi event brand tersebut.

    Contoh: blog Glints

    2. Website Berita

    website berita

    © takingbiznews.com

    Jenis website lainnya adalah website berita. Dalam website ini, kamu akan menemukan berita dan informasi yang aktual tentang suatu peristiwa.

    Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang berupa artikel panjang, pendek, opini, foto, video, hingga multimedia.

    Biasanya, sebuah website berita juga memiliki beberapa kanal yang mengelompokkan berbagai jenis topik, seperti Nasional, Lifestyle, Food, Hiburan, dan Olahraga.

    Contoh: The Guardian, BBC, Kompas

    3. Website Portofolio

    website untuk portofolio

    © designbombs.com

    Kebanyakan orang memilih untuk mencetak portofolionya ketika menghadapi wawancara kerja. Padahal, saat ini kamu bisa menyusun portofoliomu dalam sebuah website, lho!

    Dengan menyusun portofolio dalam sebuah website, HRD atau rekruter bisa melihat semua hasil karya terbaikmu dengan rapi.

    Contoh: Behance, Dribbble, Adobe Portfolio

    Baca Juga: Gunakan 5 Website Ini untuk Menyusun Portfolio yang Menarik

    4. Website Pemerintah dan Organisasi

    jenis website

    © tribunnews.com

    Jenis website selanjutnya adalah website pemerintah. Website yang satu ini bisa dimiliki dan dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun departemen pemerintah.

    Berbagai website ini biasanya berisi informasi terbaru tentang kegiatan dan kebijakan pemerintah, aturan, imbauan, hingga informasi-informasi lainnya yang relevan.

    Biasanya website pemerintah Indonesia ditandai dengan domain .go.id.

    Selain itu, biasanya setiap organisasi besar juga memiliki website sendiri. Tujuannya kurang lebih sama dengan website pemerintah, yaitu memberikan informasi terbaru dan profil organisasi.

    Biasanya website organisasi ditandai dengan domain .org.

    Contoh: Kemenkeu, Ristekdikti, UNICEF

    5. E-commerce

    jenis website

    © 99designs.com

    Dikutip dari 99designs, website e-commerce adalah destinasi belanja online yang memungkinkan penggunanya membeli produk atau jasa dari sebuah perusahaan.

    Jenis website ini sangat membantu perusahaan yang mengandalkan penjualan secara online. Kamu bisa menampilkan produk apa saja yang kamu jual, deskripsi, dan harganya.

    Biasanya, webssite e-commerce memiliki banyak fitur yang dapat memudahkan penggunanya dalam berbelanja. Fitur-fitur tersebut antara lain pencarian produk, filter by categories, promo, wishlist, pemesanan barang, hingga melakukan pembelian.

    Salah satu kelebihan menjual produk atau jasa melalui website e-commerce adalah stok dan kondisi barang bisa terus di-update. Selain itu, semua proses sales, logistik, hingga marketing terintegrasi menjadi satu di e-commerce.

    Contoh: Shopify, Tokopedia, Bukalapak

    6. Landing Page

    landing page

    © uxdesign.cc

    Landing page adalah halaman pertama yang dilihat pengunjung di sebuah situs website setelah mengklik iklan (misalnya Google Ads), seperti dikutip dari Wordstream.

    Biasanya terdapat arahan bagi pengunjung landing page untuk melakukan sebuah aksi atau yang sering disebut dengan istilah call-to-action (CTA).

    Aksi yang dimaksud bisa beragam, mulai dari berlangganan newsletter hingga membuat akun.

    Oleh karena itu, penting bagi sebuah perusahaan untuk mengarahkan lalu lintas pengunjung ke landing page, sebab pengunjung akan mendapat customer experience yang menarik dan mengarahkan konversi ke sebuah target yang diharapkan.

    Contoh: Airbnb, Muzzle, Tiket

    Baca Juga: Pahami 5 Cara Ini untuk Meningkatkan Traffic Website

    Itulah 6 jenis website yang sering kita temui di internet. Apakah ada yang belum pernah kamu kunjungi? Jika ada, kamu bisa coba membuka contoh situs di atas untuk lebih memahaminya.

    Selain rangkuman di atas, Glints sudah menyiapkan beragam artikel yang dapat menambah wawasanmu di bidang web development.

    Penasaran apa saja? Yuk, klik di sini sekarang untuk temukan kumpulan artikelnya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.3 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait