10 Tips Memilih KPR agar Tak Menyesal saat Cicil Rumah

Diperbarui 24 Nov 2022 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Trias Ismi

Pandemi Covid-19 memiliki dampak buruk di berbagai sektor, salah satunya adalah properti. Maka dari itu, sebelum kamu memilih KPR untuk hunian bersama keluarga, sebaiknya ketahui dulu apa saja tips yang dibutuhkan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dijelaskan oleh Kontan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi bunga untuk KPR sebagai upaya menyelamatkan bisnis di industri perumahan.

Namun, upaya tersebut harus didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan perbankan.

Subsidi KPR tersebut seperti angin segar buat kamu yang ingin segera memiliki rumah. Meski begitu, ada beberapa hal lain yang masih perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR.

Berikut ini beberapa tips memilih KPR yang sudah Glints persiapkan buat kamu.

Baca Juga: Millenials dan Cicilan KPR: Mungkin Nggak Ya?

1. Pastikan kamu memiliki kemampuan membayar

Sebelum kamu mulai mengambil KPR, ada hal utama yang perlu diperhatikan yaitu kemampuan untuk membayar.

Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil KPR jika keuanganmu masih belum terlalu stabil.

Sebaiknya kamu mengalokasikan 30% dana dari penghasilan untuk persiapan mengambil KPR.

Ingatlah bahwa saat kamu sudah memutuskan untuk mengambil KPR, maka ada kewajiban untuk membayar cicilannya tiap bulan hingga lunas.

Oleh karena itu, sebaiknya persiapkan dahulu finansialmu sebaik-baiknya sebelum memutuskan untuk mengambil rumah KPR.

2. Ketahui spesifikasi rumah dan riwayat dari bank dan pengembang KPR

Tips memilih KPR yang selanjutnya adalah dengan mencari tahu riwayat dari Bank dan pengembang yang menawarkan KPR.

Saat ini ada banyak sekali Bank yang memiliki produk KPR. Pastinya hal itu bisa membuatmu cukup bingung saat harus memilihnya.

Oleh sebab itu, cobalah lakukan riset kecil-kecilan mengenai seluk beluk program KPR yang disediakan oleh beberapa Bank tersebut serta kredibilitas dari pengembangnya.

Setelah memastikan riwayatnya, kamu juga perlu tahu bagaimana spesifikasi dari rumah KPR yang ditawarkan tersebut.

Ketahui dimana lokasinya, jaraknya dari tempat kerja, hingga lingkungan sekitarnya. Selain itu, keadaan rumah juga perlu diperhatikan.

Baca Juga :  10 Perbedaan Reksa Dana dan Saham yang Wajib Dipahami

Misalnya, keadaan KPR tidak sesuai harapanmu sebaiknya jangan terburu-buru untuk mengambilnya. Kamu bisa mencari tahu contoh KPR lain untuk membandingkannya.

Baca Juga: 5 Program Pemerintah yang Bisa Wujudkan Kebutuhanmu Membeli Rumah

3. Bandingkan jenis bunga KPR

Membandingkan bunga merupakan salah satu tips memilih KPR yang wajib kamu perhatikan.

Pasalnya, bunga menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh pada jumlah cicilan yang harus kita bayarkan tiap bulannya.

Seperti yang dijelaskan oleh CNBC, ada dua jenis suku bunga yaitu tetap (fixed) dan mengambang (floating).

Saat kamu memilih KPR dengan suku bunga tetap, maka jumlah cicilan akan relatif lebih rendah. Namun, ingat ,yah, hal itu tidak berlangsung selamanya, biasanya hanya 2-3 tahun pertama saja.

Sementara itu, bunga floating nilainya bisa berubah-ubah mengikuti suku bunga dari aturan Bank Indonesia.

Sebelum memilih suatu KPR, sebaiknya perhitungkan dengan cermat bunga yang akan kamu bayarkan sehingga tidak akan membebani di masa depan.

4. Pertimbangkan pilihan tenor cicilan

Pilihan tenor cicilan juga harus kamu pertimbangkan dengan baik. Pasalnya hal yang satu ini berpengaruh pada jumlah cicilan yang harus kita bayar.

Saat kamu memilih tenor yang panjang, biasanya jumlah cicilan tidak akan terlalu besar. Namun, jika ditotal kamu masih tetap mengeluarkan biaya yang besar karena tanggungan bunga yang banyak pula.

Akan tetapi, pilihan tenor yang panjang ini akan meringankan kas keuanganmu karena jumlah cicilannya tidak terlalu menguras kantong.

Sementara itu, jika kamu memilih tenor yang pendek maka jumlah biaya cicilan memang akan cukup besar.

Jadi, jika penghasilan bulanan yang kamu miliki cukup pas-pasan, sebaiknya hindari menggunakan tenor dengan jangka pendek ini karena bisa memberatkan.

Namun, jika kamu memang memiliki penghasilan yang cukup bahkan lebih dan ingin membeli rumah untuk investasi, maka bisa mempertimbangkan hal ini.

Baca Juga :  8 Tanda Kamu Melakukan Pemborosan Uang dan Tips Berhemat

Jika tujuannya untuk investasi, lebih cepat lunas akan lebih baik.

Namun, jika untuk rumah pertama dan penghasilan pas-pasan, tidak ada salahnya mencicil dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Ingin Mulai Menabung? Kenali Dulu 10 Istilah dalam Dunia Perbankan Berikut Ini!

5. Cek kebutuhan perbaikan atau renovasi

Di beberapa kasus, detail harga yang tertera pada iklan belum tentu sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Jangan sampai ketika sudah dibeli, ternyata ada banyak sekali bagian yang perlu direnovasi.

Hal ini tentu sangat berisiko apalagi jika kamu tidak mempersiapkan dana untuk keperluan di luar dugaan.

Selain mengecek potensi kebutuhan renovasi, jangan lupa untuk bertanya juga mengenai riwayat perbaikan agar kamu bisa memahami kondisi rumah dengan lebih maksimal.

6. Cek lingkungan rumah

Tips yang satu ini memang tidak ada kaitan langsung dengan beban keuangan, tapi sangat menentukan kenyamanan ketika kamu sudah memutuskan untuk tinggal di rumah baru.

Tanyakan pada warga sekitar bagaimana suasana di daerah tersebut, apakah cenderung sunyi atau ramai?

Apakah sikap tetangga cenderung acuh atau individualistik?

Pastikan kamu bisa menemukan lingkungan yang membuatmu nyaman.

7. Periksa track record developer

Beberapa waktu yang lalu, di media sosial sedang ramai perbincangan mengenai calon konsumen yang mendapatkan pengalaman kurang baik setelah membeli rumah.

Persoalannya persis seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu fakta tersembunyi bahwa banyak bagian di dalam rumah yang ternyata perlu direnovasi.

Sebelum memilih rumah KPR, pastikan kamu melakukan riset untuk mengecek track record pihak developer agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

8. Hitung besaran plafon kredit

Plafon kredit penting untuk kamu ketahui agar memudahkan bank untuk mengabulkannya.

Istilah plafon biasanya merujuk pada batas maksimal yang diizinkan dalam transaksi keuangan.

Baca Juga :  Cek 4 Fitur iOS 14 Ini untuk Meningkatkan Produktivitasmu

Di sisi lain, plafon KPR merupakan batasan biaya untuk transaksi tertentu. Hal ini ditentukan untuk mengendalikan risiko gagal bayar debitur.

Cara menghitungnya adalah harga rumah dikurangi jumlah uang muka yang kamu bayarkan pada bank.

Singkatnya, plafon KPR adalah besaran utang yang perlu kamu lunasi. Misalnya kamu memilih rumah KPR dengan total harga Rp400.000.000 dan bunga sebesar 30%.

Jumlah DP yang perlu kamu bayarkan adalah Rp120.000.000. Artinya, plafon KPR yang akan kamu peroleh dari bank adalah sekitar Rp280.000.000.

9. Tanyakan lama proses pengajuan

Setiap bank biasanya memiliki kebijakan tersendiri mengenai lama proses pengajuan KPR.

Durasinya berkisar antara 2 minggu hingga 1 bulan.

Jadi, pastikan kamu menanyakan mengenai hal ini agar bisa menyesuaikan dengan urusan lain yang perlu kamu selesaikan.

10. Tanyakan deadline serah terima kunci

Saat membeli rumah KPR yang sudah jadi atau ready stock, kamu dapat langsung menanyakan kapan rumah tersebut bisa ditempati.

Untuk rumah jenis inden yang masih perlu beberapa waktu untuk diselesaikan, kamu juga harus memastikan kapan serah terima kunci akan dilakukan.

Hal ini penting untuk ditanyakan agar kamu tahu apa hakmu sebagai pembeli apabila ternyata waktu penempatan rumah jauh lebih lambat dari kesepakatan awal.

Setelah membaca tips memilih KPR di atas, apakah membuatmu semakin semangat untuk segera memiliki hunian?

Memiliki rumah tentunya menjadi impian bagi setiap orang. Itulah mengapa sebelum mengajukan KPR, sebaiknya pertimbangkan hal-hal di atas dengan cermat.

Hal itu agar menghindarkan kamu dari rasa menyesal karena salah pilih. Baik itu dari pilihan rumah atau karena kesulitan membayar cicilan.

Ingin mendapatkan tips seputar mengatur keuangan? Kamu bisa baca lebih banyak artikel di Glints Blog!

Selain pembahasan mengenai pembelian rumah, kamu juga bisa temukan tips lain mengenai investasi dan pengaturan keuangan lainnya.

Ayo baca kumpulan artikelnya di sini sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon