Tapera: Apa Itu, Kriteria Peserta, Manfaat, & Mekanisme Pembayaran

Diperbarui 28 Mei 2024 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Pemberitaan nasional sedang ramai membahas tentang Tapera. Bagi kamu yang belum tahu, Tapera adalah akronim dari Tabungan Perumahan Rakyat.

    Tapera disebut sebagai salah satu solusi pembiayaan rumah jangka panjang di Indonesia.

    Pemerintah berharap, tabungan ini dapat membantu pembiayaan perumahan bagi para pekerja.

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Tapera, yuk, simak artikel ini! Glints akan menjelaskannya untukmu.

    Baca Juga: Apa Itu KPR dan Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui

    Apa Itu Tapera?

    Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) disebut sebagai solusi dari pemerintah atas pembiayaan tempat tinggal bagi para pekerja.

    Pada 20 Mei 2020, Presiden Joko Widodo telah memutuskan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera, seperti dilansir dari Kompas.

    Lalu, 20 pada Mei 2024, pemerintah menetapkan PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

    PP ini menyempurnakan PP sebelumnya, seperti untuk perhitungan besaran simpanan Tapera pekerja mandiri atau freelancer.

    Dana tabungan ini sebenarnya sudah digagas pemerintah sejak 2016 melalui Undang-undang Nomor 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

    Dalam peraturan tersebut, definisi Tapera adalah penyimpanan yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu yang hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan berikut hasil pemupukkannya setelah kepesertaan berakhir.

    Secara sederhana, Tapera dapat disimpulkan sebagai iuran yang dibayarkan peserta untuk membiayai perumahan.

    Iuran Tapera adalah sebesar 3%, dengan rincian 0,5% ditanggung oleh pemberi kerja dan 2,5% ditanggung oleh pekerja.

    Dengan kata lain, 2,5% tersebut merupakan gaji pekerja yang dipotong untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat.

    Sementara itu bagi peserta mandiri, iuran 3% tersebut ditanggung oleh diri sendiri.

    Peserta Tapera

    Dalam PP Penyelenggaraan Tapera, disebutkan bahwa peserta Tabungan Perumahan Rakyat adalah orang-orang yang memenuhi syarat sebagai berikut.

    • memiliki masa kepesertaan paling sedikit 12 bulan
    • termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah
    • belum memiliki rumah
    • menggunakannya untuk kepemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama

    Selain itu, disebutkan pula bahwa peserta Tabungan Perumahan Rakyat adalah mereka yang termasuk dalam golongan pekerja dan pekerja mandiri.

    Pekerja didefinisikan sebagai orang yang bekerja dan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.

    Adapun pekerja mandiri adalah mereka yang bekerja tetapi tidak bergantung pada pemberi kerja untuk mendapatkan penghasilan.

    Lebih rinci lagi, seperti ditulis Hukum Online, pekerja tersebut terdiri atas:

    1. calon Pegawai Negeri Sipil
    2. pegawai Aparatur Sipil Negara
    3. prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI)
    4. prajurit siswa TNI
    5. anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
    6. pejabat negara
    7. pekerja/buruh badan usaha milik negara/daerah, badan usaha milik desa, badan usaha milik swasta
    8. pekerja yang tidak termasuk pekerja sebagaimana dimaksud di atas yang menerima gaji atau upah

    Maka, dapat disimpulkan bahwa semua jenis pekerja yang sudah disebutkan di atas wajib mendaftarkan dirinya sebagai peserta Tapera, termasuk pekerja mandiri yang harus mendaftarkan dirinya sendiri.

    Dikutip dari Kompas, pada tahap awal, target pesertanya adalah PNS, TNI, dan Polri.

    Kemudian, peserta berikutnya adalah ASN, BUMN, dan BUMD.

    Sementara itu, karyawan dan perusahaan swasta diberi waktu untuk mendaftarkan peserta maksimal tujuh tahun sejak 20 Mei 2020.

    Kepesertaan akan berakhir jika peserta telah pensiun bagi pekerja, mencapai usia 58 tahun bagi pekerja mandiri, meninggal dunia, atau tidak memenuhi kriteria sebagai peserta lagi selama lima tahun berturut-turut.

    Peserta yang telah berakhir kepesertaannya berhak memperoleh pengembalian simpanan dan hasil pemupukannya.

    Baca Juga: Tips Beli Rumah Untuk Millennials

    Manfaat Tapera

    Dalam pasal 37, tertulis macam-macam pemanfaatan dana Tabungan Perumahan Rakyat yang semuanya merujuk pada pembiayaan perumahan bagi peserta.

    Pembiayaan yang dimaksud meliputi pemilikan, pembangunan, atau perbaikan rumah.

    Namun sebelum memanfaatkan dana ini, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan.

    • Pertama, pembiayaan rumah hanya dapat dilakukan untuk rumah pertama.
    • Kedua, pembiayaan hanya diberikan satu kali.
    • Ketiga, ada nilai besaran tertentu untuk tiap-tiap pembiayaan perumahan.

    Adapun jenis-jenis rumah yang dapat dibiayai menggunakan dana Tabungan Perumahan Rakyat, yaitu rumah tunggal, rumah deret, dan rumah susun.

    Pembiayaan perumahan yang dimaksud dapat berlaku melalui mekanisme sewa beli yang diatur langsung oleh Badan Pengelola (BP) Tapera.

    BP Tapera merupakan badan yang akan bertanggung jawab terhadap seluruh pengelolaan dana Tapera.

    BP Tapera dibentuk untuk menggantikan dan memperluas jangkauan pembiayaan perumahan dari sebelumnya Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) yang hanya ditujukan bagi PNS.

    Jenis Dana Simpanan Peserta

    Dana simpanan peserta terbagi dalam alokasi dana pemupukan, dana pemanfaatan, dan dana cadangan dengan komposisi persentase tertentu yang telah ditetapkan oleh BP Tapera.

    1. Dana pemupukan 

    Jenis simpanan Tapera yang pertama adalah dana pemupukan. Dana ini adalah persentase dana Tapera yang penggunaannya untuk diinvestasikan melalui mekanisme Kontrak Investasi Kolektif (“KIK”).

    2. Dana pemanfaatan

    Dana pemanfaatan adalah persentase dana Tapera pada rekening dana Tapera yang dipergunakan untuk pembiayaan perumahan peserta dengan tingkat bunga atau margin lebih rendah dari tingkat bunga atau margin pembiayaan perumahan komersial yang ditetapkan oleh BP Tapera.

    3. Dana cadangan

    Dana cadangan adalah dana pada rekening dana Tabungan Perumahan Rakyat yang dipergunakan untuk membayar simpanan peserta yang telah berakhir kepesertaannya.

    Mekanisme Pembayaran Tapera

    Tabungan Perumahan Rakyat mengatur mekanisme pembayaran yang berbasis pada persentase tertentu dari gaji atau penghasilan peserta.

    Besar iuran yang harus dibayarkan adalah 3% dari gaji atau upah peserta.

    Sebagaimana dikutip dari CNBC, dalam Pasal 15 PP 21/2024 disebutkan bahwa besaran simpanan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah 3% dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan penghasilan untuk peserta pekerja mandiri.

    Detailnya, bagi peserta pekerja, iuran sebesar 0,5% ditanggung oleh pemberi kerja dan 2,5% ditanggung oleh pekerja itu sendiri.

    Sementara itu, untuk peserta pekerja mandiri atau freelancer, mereka bertanggung jawab atas seluruh besaran potongan sebesar 3% dari penghasilan mereka.

    Nantinya, semua peserta akan membayar simpanan kepada rekening dana Tabungan Perumahan Rakyat di bank kustodian melalui bank penampung.

    Pembayaran simpanan juga dapat dilakukan melalui mekanisme pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh bank kustodian.

    Sementara itu, pemberi kerja wajib membayar simpanan peserta pekerja yang menjadi tanggung jawabnya.

    Pemberi kerja juga wajib memungut iuran simpanan yang juga merupakan kewajiban peserta pekerja.

    Iuran simpanan wajib disetorkan ke rekening dana Tapera paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya dari bulan simpanan yang bersangkutan.

    Jika tanggal 10 adalah hari libur, simpanan harus dibayarkan pada hari kerja pertama setelah hari libur tersebut.

    Jika peserta tidak membayar simpanan, status kepesertaan Tapera akan menjadi nonaktif, tetapi rekeningnya tetap tercatat di BP Tapera.

    Pada dasarnya, tujuan Tabungan Perumahan Rakyat adalah baik. Pemerintah ingin kebutuhan papan para pekerja terpenuhi.

    Namun, pemerintah dirasa masih perlu memikirkan perbaikan mekanisme agar pelaksanaannya tepat guna.

    Ingin tahu tips saham dan investasi lainnya? Ayo baca lebih banyak artikel di Glints Blog!

    Kamu bisa baca beragam artikel tentang investasi, budgeting, saham, hingga tips mengenai pengelolaan keuangan pribadi, semuanya tersedia untukmu.

    Tunggu apa lagi? Ayo temukan kumpulan artikel terbarunya di sini sekarang juga!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 158

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait