Kenali Apa Itu Talent Acquisition Beserta Tanggung Jawabnya

Tayang 13 Mar 2026 - Dibaca 13 mnt
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana

Talent acquisition adalah salah satu posisi penting dalam perusahaan, tapi pernahkah terbayang seperti apa pekerjaannya?

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Sesuai namanya, talent acquisition bertugas mencari talenta terbaik bagi perusahaan.

Selama ini, talent acquisition kerap disamakan dengan bagian recruitment perusahaan. Padahal, keduanya memiliki sedikit perbedaan.

Beberapa perusahaan memilih untuk memasukkan talent acquisition ke dalam bagian recruitment.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang talent acquisition, berikut Glints berikan penjelasannya untukmu!

Baca Juga: Kenalan dengan HRBP, Profesi Penting dalam Industri Human Resources Modern

Apa Itu Talent Acquisition?

wawancara bahasa inggris

© monster.com

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu aset penting bagi perusahaan.

Perusahaan yang berhasil diyakini memiliki SDM yang berkualitas.

Nah, seseorang yang bertanggung jawab pada SDM perusahaan disebut sebagai talent acquisition.

Talent acquisition adalah seseorang yang mengidentifikasi dan mengakuisisi karyawan dengan talenta terbaik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, seperti ditulis Smart Recruiters.

Talent acquisition adalah salah satu gerbang pertama bagi calon karyawan yang ingin bergabung dengan sebuah perusahaan.

Secara garis besar, seorang talent acquisition bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengakuisisi, menilai, dan merekrut karyawan sesuai dengan posisi yang sedang dibutuhkan perusahaan.

Lebih dari itu, seorang talent acquisition juga bertugas untuk menjaga kualitas karyawan secara berkelanjutan, salah satunya dalam hal employer branding.

Perbedaan Talent Acquisition dan Recruiter

Banyak orang memperdebatkan perbedaan talent acquisition dengan recruiter atau Human Resources Department (HRD).

Pada dasarnya, keduanya sama-sama memiliki peran dalam hal perekrutan karyawan. Namun, ada beberapa hal yang membedakannya.

Selama ini, rekruter dikenal sebagai seseorang yang mencari kandidat terbaik bagi perusahaan.

Baca Juga :  Dikenal Sebagai Prodi Favorit, yuk, Kenali Jurusan Kedokteran dan Durasi Perkuliahannya

Sementara itu, talent acquisition lebih fokus dalam menemukan kandidat yang memenuhi syarat untuk posisi yang lebih advanced atau lanjut, seperti manajer atau eksekutif untuk perusahaan.

Di beberapa perusahaan, talent acquisition harus berkoordinasi dengan HRD.

Ada pula perusahaan yang hanya memiliki talent acquisition atau HRD, tidak keduanya.

Tugas Talent Acquisition

wawancara bahasa inggris

© Freepik.com

Ada 5 tugas utama yang dijalankan oleh seorang talent acquisition seperti dikutip dari HR Technologist, yaitu sebagai berikut.

1. Inbound marketing

Sebelum merekrut karyawan, tugas talent acquisition adalah menarik perhatian para pencari kerja untuk melamar di perusahaannya.

Pada tahap inbound marketing, talent acquisition bertanggung jawab untuk membangun citra bahwa menjadi karyawan di perusahaan tersebut adalah pilihan yang tepat.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan membangun employer brand yang kuat, membuat recruitment marketing campaign, dan sebagainya.

2. Outbound marketing

Pada tahap inbound marketing, talent acquisition akan berfokus pada internal perusahaan. Talent acquisition bisa dibilang menarik perhatian pencari kerja secara pasif.

Sementara itu dalam outbound marketing, talent acquisition lebih aktif dalam mencari kandidat terbaik.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan, yaitu memasang iklan recruitment yang menarik, menyebar email, hingga mencari kandidat dari job site.

3. Filtering and selection

Tahap ketiga dari tugas seorang talent acquisition adalah mengurasi kandidat yang melamar pekerjaan.

Kemungkinan akan ada banyak kandidat yang melamar.

Dari sekian banyak kandidat tersebut, talent acquisition harus menemukan kandidat terbaik bagi perusahaan berdasarkan berbagai parameter yang telah ditentukan.

Beberapa parameter yang biasa digunakan adalah kualifikasi pendidikan, skill, kepribadian, tujuan karier, dan culture fit.

Bagi sebagian perusahaan, culture fit merupakan salah satu parameter yang paling penting.

Baca Juga :  Petugas Imigrasi: Arti, Tugas, Skill Wajib, dan Cara Menjadi

Dari situ, talent acquisition bisa melihat apakah nantinya kandidat akan betah dan mampu beradaptasi dengan cara kerja perusahaan dan timnya.

4. Conversion and onboarding

Setelah mendapatkan kandidat terbaik, talent acquisition masih terus bertanggung jawab pada karyawan baru tersebut di dalam perusahaan.

Talent acquisition memiliki tanggung jawab pada negosiasi gaji, tunjangan, hingga perjalanan karier karyawan.

Kemudian, talent acquisition juga akan memberikan onboarding pada karyawan baru.

Onboarding adalah proses mengenalkan perusahaan pada karyawan baru.

Beberapa hal yang dikenalkan biasanya seperti informasi general perusahaan, culture, aturan, dan workflow.

Di beberapa perusahaan, proses onboarding bisa dilakukan lebih dari satu hari.

5. Continuous improvement

Sebuah penelitian yang dilakukan Jobvite menemukan fakta bahwa 30 persen karyawan baru memutuskan untuk resign dalam 90 hari pertama kerjanya.

Angka tersebut terbilang sangat besar, tentu.

Oleh karena itu, seorang talent acquisition juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawan baru tersebut bisa beradaptasi dengan baik.

Biasanya dalam beberapa bulan pertama, seorang karyawan baru akan diajak berbincang dengan seorang talent acquisition.

Pada kesempatan tersebut, talent acquisition bisa menanyakan hambatan, pengalaman, hingga feedback yang dapat membuat kerja karyawan tersebut lebih baik.

Baca Juga: Perbedaan HR Generalist dan HR Specialist yang Harus Kamu Tahu

Skill yang Dibutuhkan Talent Acquisition

pertanyaan interview ux writer

© Shutterstock.com

1. Komunikasi

Skill pertama yang harus dimiliki oleh seorang talent acquisition adalah komunikasi.

Talent acquisition akan berhubungan dengan banyak pihak, tidak hanya dengan kandidat dan karyawan baru.

Talent acquisition akan berhubungan dengan semua divisi yang ada di perusahaannya.

Bahkan, ia mungkin juga akan berhubungan dengan pihak eksternal.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Baca Juga :  Rekrut Kandidat Terbaik dengan Iklan Lowongan Kerja yang Tepat!

Tujuannya adalah agar talent acquisition dapat menyampaikan sesuatu yang bisa dipahami oleh orang lain dan begitu pula sebaliknya.

2. Empati

Seorang talent acquisition juga harus memiliki rasa empati yang tinggi.

Talent acquisition bisa saja mendengar banyak cerita dan keluh kesah dari karyawan di perusahaannya.

Tanpa rasa empati, talent acquisition tidak akan bisa menemukan akar masalah karyawan tersebut dan membantunya.

3. Problem solving

Problem solving juga sangat diperlukan oleh seorang talent acquisition.

Talent acquisition sangat mungkin harus berhadapan dengan banyak masalah perusahaan terkait SDM.

Oleh karena itu, seorang talent acquisition harus bisa mencari jalan keluar yang paling baik.

4. Negoisasi

Mengutip dari Indeed, seorang talent acquisition perlu memiliki kemampuan negosiasi atau tawar-menawar.

Ini bukan berarti perekrut talenta harus melakukan tawar-menawar dalam transaksi jual beli, melainkan bernegosiasi mengenai gaji dengan calon karyawan.

Kemampuan negosiasi biasanya diperoleh dari pengalaman atau kebiasaan.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika kamu sudah memiliki pengalaman dalam melakukan negosiasi sebelumnya.

5. Industry knowlegde

Terakhir, memiliki pengetahuan akan industri atau sektor akan sangat menguntungkan bagi seorang talent acquisition yang ingin merekrut talenta baru.

Hal ini membantu mereka mengetahui kriteria apa yang penting untuk dicari dalam calon karyawan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga: Ada Masalah di Kantor? Ketahui 6 Permasalahan yang Ditangani oleh HRD!

Gaji Talent Acquisition

Berdasarkan riset yang Glints lakukan, rata-rata gaji yang didapatkan seorang talent acquisition adalah Rp3.000.000 juta per bulan.

Namun, perlu diketahui bahwa besaran gaji talent acquisition bisa berbeda-beda, tergantung pada pengalaman, UMR, skala, serta kebijakan perusahaan.

Itulah penjelasan Glints tentang talent acquisition, mulai dari definisi, tugas, skill yang dibutuhkan, hingga perkiraan gajinya.

Sudah siap untuk lamar pekerjaan talent acquisition? Yuk, lihat berbagai lowongannya di Glints!

CEK LOWONGAN LAINNYA


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon