×

Begini Struktur Organisasi Perusahaan Startup yang Ideal

September 10, 2018 | No Comments

Struktur organisasi perusahaan yang baik merupakan salah satu faktor yang bisa melandasi kesuksesan sebuah perusahaan. Penting bagi perusahaan untuk memiliki pondasi yang kuat agar bisa beroperasi dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk perusahaan startup atau perusahaan yang baru dirintis. Struktur organisasi yang jelas akan memudahkan operasional perusahaan, karena bisa membantu mendefinisikan peran dan tanggung jawab dengan lebih jelas.

Baca Juga: Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Startup

Struktur Organisasi Perusahaan Startup yang Ideal

Menurut buku StartupPedia karangan Anis Uzzaman, dijelaskan bahwa ada 6 anggota inti yang perlu ada di tahap akhir sebuah perusahaan startup, yaitu CEO, CTO, CFO, CMO, COO, dan WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan). Apa saja peran dan tanggung jawab masing-masing anggota inti struktur organisasi perusahaan ini?

CEO (Chief Executive Officer)

Titel satu ini sangat umum ditemui, terutama di sebagian besar perusahaan startup. CEO bertindak sebagai pemimpin dan perwakilan perusahaan. Sebagai pemimpin, peran CEO bisa dikatakan sebagai posisi yang paling penting. Kualitas seorang CEO bisa menentukan masa depan perusahaan yang dipimpinnya. Bukan hanya dari segi internal, CEO juga diharapkan bisa menjaga hubungan dengan pihak eksternal seperti investor.

Secara umum, peran seorang CEO mencakup beberapa hal berikut:

  • Merancang dan mengkomunikasikan visi perusahaan
  • Memotivasi anggota tim
  • Merekrut anggota tim
  • Memprediksi tren pasar
  • Menguraikan strategi bisnis perusahaan
  • Membangun hubungan dengan investor
  • Mengatur biaya dan anggaran

CTO (Chief Technology Officer)

Tidak seumum titel CEO, CTO merupakan kependekan dari Chief Technology Officer yang bertanggung jawab atas produk. Posisi ini belum perlu diisi saat masa awal pembentukan perusahaan startup. Di masa-masa awal, perusahaan bisa menyediakan  posisi manajer produk.

Tanggung jawab CTO meliputi:

  • Menyatukan pengembangan produk
  • Memahami dan mengadopsi perkembangan teknologi
  • Mengelola pengembangan produk
Struktur Organisasi Perusahaan Startup Yang Ideal

sumber: pexels.com/@olly

CFO (Chief Financial Officer)

Bicara soal perusahaan startup, salah satu hal yang tidak kalah penting yaitu dana yang dibutuhkan agar perusahaan bisa beroperasi dengan baik.  Untuk mengurus bagian ini, maka diperlukan seorang CFO atau Chief Financial Officer.

Lingkup tanggung jawab CFO pada struktur organisasi perusahaan yaitu:

  • Membentuk strategi penggalangan dana
  • Membuat keputusan yang berhubungan dengan sumber daya manusia, seperti merekrut, memecat, menggaji, keuntungan, dan akuisisi
  • Merumuskan dokumen keuangan
  • Membahas kesehatan keuangan perusahaan dengan CEO

CMO (Chief Marketing Officer)

CMO bertanggung jawab atas semua aspek pemasaran, meliputi riset pasar dan strategi kehumasan untuk menjaga citra perusahaan di mata publik. Secara umum, lingkup kerja CMO meliputi:

  • Mengembangkan strategi pemasaran
  • Melaksanakan riset pasar
  • Menjaga citra perusahaan
  • Menciptakan kampanye humas (PR campaign)

COO (Chief Operating Officer)

Segala hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan menjadi tanggung jawab seorang COO atau Chief Operating Officer. Namun di masa-masa awal pembentukan startup, biasanya peran COO bisa diambil alih oleh CEO. Ketika perusahaan startup sudah semakin besar dan berkembang, barulah disarankan untuk merekrut seorang COO.

Di perusahaan startup, biasanya COO berperan untuk:

  • Mengatur perusahaan
  • Sebagai penghubung antara karyawan dan CEO
  • Mengatur bisnis inti

WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan)

Wakil Presiden Penjualan bertugas untuk membantu perusahaan menghasilkan keuntungan. Lingkup kerjanya berhubungan erat dengan marketing dan penjualan, seperti:

  • Mengembangkan strategi pemasaran dengan CMO
  • Memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan nilai tambah yang menarik

Apakah keenam inti struktur organisasi perusahaan tersebut perlu ada di semua startup?

Seperti yang dijelaskan di buku StartupPedia, struktur organisasi perusahaan di atas merupakan struktur ideal pada tahap akhir perusahaan startup. Ini berarti tidak semua startup sudah harus memiliki keenam anggota inti yang disebutkan. Startup yang masih berada dalam tahap awal pembentukan bisa menyesuaikan model organisasi sesuai peran yang dibutuhkan pada masa perkembangan.

Baca Juga: 7 Keuntungan Program Magang untuk Perusahaan Startup

Temukan berbagai tips menarik lainnya seputar manajemen sumber daya manusia di Glints Blog! Untuk perusahaan yang ingin membangun tim terbaik, coba Glints TalentHunt atau sign up sekarang untuk memasang lowongan. Gratis!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up