10 Plus Minus Bekerja di Startup yang Harus Kamu Tahu

Diperbarui 07 Feb 2023 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Bekerja di sebuah perusahaan startup kini menjadi incaran banyak fresh graduate, baik dari generasi milenial atau Gen Z.

    Bukan tanpa alasan, memang saat ini startup yang bermunculan menawarkan suasana kerja yang asyik dan bahkan gaji kompetitif.

    Padahal, sama seperti bekerja di korporat dan perusahaan lain, ada tantangan yang pastinya akan dihadapi.

    Namun, perlu kamu pahami bahwa tidak semua perusahaan startup dalam kondisi yang sama.

    Hal itu tergantung dengan tahapan dari startup, kondisi perusahaan, hingga budaya kerja yang diterapkan.

    Nah, berikut ini Glints persiapkan rangkuman apa saja plus minus kerja di startup yang perlu kamu tahu.

    Baca Juga: Ingin Kerja Di Startup? Ini 5 Ciri Kandidat Yang Dilirik Perusahaan Startup

    Kelebihan Kerja di Startup

    kerja di startup

    © Freepik.com

    Ada hal positif yang bisa kamu dapatkan saat bekerja di sebuah perusahaan startup, berikut ini contohnya:

    1. Belajar banyak hal baru

    Buat kamu yang suka mempelajari suatu hal yang baru, pasti akan tertarik untuk mencoba bekerja di jenis perusahaan yang satu ini.

    Seperti yang dijelaskan oleh The Balance Careers, bekerja di sebuah startup juga akan membuatmu selalu belajar hal-hal baru.

    Pasalnya, saat bekerja bisa saja kamu tidak hanya bertanggung jawab pada satu pekerjaan saja. Ada kalanya, kamu akan mencoba mengerjakan jenis pekerjaan baru di luar deskripsi pekerjaan.

    Hal itu bisa menjadi peluang bagimu untuk terus belajar hal baru karena di startup kamu akan terus didukung dalam mengembangkan diri.

    2. Lebih fleksibel

    Salah satu kelebihan dari kerja di startup yaitu waktu bekerja yang lebih fleksibel sehingga kamu bisa merasa lebih bebas dan tidak terlalu dikekang dengan aturan jam kerja.

    Asalkan setiap pekerjaanmu telah selesai, maka kamu bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk bersantai.

    Akan tetapi, terkadang kamu juga akan menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang datang tiba-tiba.

    3. Setiap kontribusi akan dihargai

    Forbes menjelaskan bahwa karyawan yang bekerja di sebuah startup setiap kontribusinya pada perusahaan pasti akan selalu dihargai.

    Berbeda dengan bekerja di perusahaan konvensional yang sudah stabil, di startup biasanya hanya memiliki tim yang jauh lebih kecil.

    Jadi setiap pekerjaan yang dilakukan pasti dampaknya bagi perusahaan akan terlihat dengan jelas.

    Setiap hasil jerih payah karyawan yang bekerja juga pasti akan dihargai karena biasanya perusahaan startup memiliki budaya kerja untuk selalu mendukung satu sama lain.

    4. Lingkungan kerja yang menyenangkan

    Seperti yang Glints sebutkan sebelumnya, bahwa bekerja di startup sangatlah fleksibel. Tidak hanya dilihat dari jam kerjanya, tapi juga dari tempat kerjanya.

    Biasanya perusahaan startup memiliki kantor dengan lingkungan yang menyenangkan. Jadi saat bekerja kamu tidak harus selalu duduk di meja kerja.

    Kamu bisa bekerja di tempat yang menurutmu paling nyaman sehingga lebih produktif dan menciptakan inovasi. Selain itu, pakaian yang dikenakan ke kantor juga bebas dan santai.

    Itulah mengapa banyak milenial dan gen Z yang tertarik bekerja di startup karena dibebaskan untuk berpakaian dan memiliki suasana kerja santai.

    5. Peluang untuk berinovasi lebih terbuka lebar

    Kamu memiliki banyak ide dan ingin selalu menciptakan sebuah inovasi? Maka, kamu sepertinya akan cocok kerja di startup, nih!

    Menurut Indeed, karyawan yang bekerja di perusahaan startup memiliki kesempatan  lebih besar untuk memamerkan ide dan berkontribusi dalam proses pengembangan inovasi.

    Hal ini tentunya bermanfaat bagi karyawan yang kreatif karena dimudahkan untuk membagikan idenya kepada tim dan membuat sebuah inovasi baru.

    Berbeda dengan saat bekerja di perusahaan konvensional yang sudah stabil, biasanya proses penyampaian ide lebih ribet dan harus melalui persetujuan beberapa atasan terlebih dahulu.

    Setelah membaca kelebihan di atas apakah kamu semakin tertarik bekerja di startup?

    Namun, harus mulai dari mana?

    Tenang, e-book terbaru Glints, Panduan Sukses Dapat Kerja di Perusahaan Teknologi, akan memberitahu kamu:

    • pilihan pekerjaan
    • skill yang dibutuhkan
    • cara mendapatkan pekerjaan di perusahaan startup

    Menarik, bukan? Yuk, klik tombol di bawah ini untuk isi formulirnya dan download e-book secara gratis!

    KLIK DI SINI

    Kekurangan Kerja di Startup

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui apa saja poin plus dari kerja di startup, kini cari tahu dulu apa saja kekurangannya berikut ini.

    1. Startup cenderung belum stabil

    Bekerja di startup memang menantang dan akan membantumu dapat banyak pengalaman baru. Sayangnya, perusahaan startup cenderung masih belum stabil.

    Menurut Berkeley Blog, lebih dari 90% perusahaan startup gagal dalam tiga tahun pertamanya. 

    Itulah mengapa cukup banyak startup yang harus tutup karena untuk memiliki keuangan yang stabil bukanlah hal mudah.

    Meskipun perusahaan startup memiliki banyak ide menarik, tapi jika tidak bisa mendapatkan pendanaan, tentu akan sulit untuk bertahan di industri.

    2. Harus bisa multitasking

    Dilansir dari Upskilled, multitasking adalah hal yang wajib dikuasai karena besar kemungkinannya kamu diperbantukan untuk mengerjakan tugas di luar kewajibanmu.

    Hal itu disebabkan, karyawan startup umumnya masih sedikit sehingga kamu harus bekerja dengan tim yang kecil. Jadi, kamu harus dituntut selalu cekatan dan bisa melakukan multitasking.

    Beban pekerjaan juga semakin banyak sehingga terkadang menyita banyak waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan terkadang karyawan harus merelakan jam istirahat jika masih ada pekerjaan yang belum selesai.

    Meskipun mendapatkan kesempatan untuk belajar hal baru, tapi beban kerja yang besar juga dapat menimbulkan stres.

    Baca Juga: 7 Alasan Kamu perlu Kerja di Startup Minimal Sekali Seumur Hidup

    3. Gaji yang ditawarkan lebih bervariasi

    Banyak fresh graduate yang tertarik bekerja di perusahaan startup karena gaji yang ditawarkan. Apalagi jika perusahaan tersebut sudah sampai di tahap unicorn atau decacorn, tentu gaji yang ditawarkan lebih bervariasi.

    Menurut laporan DailySocial, sampai akhir 2021 Indonesia telah memiliki 12 perusahaan startup berstatus unicorn.

    Semakin besar pendanaan yang didapatkan, tentunya semakin besar peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Namun, itu tidak berlaku untuk semua startup, ya.

    Tergantung bagaimana tahapan hingga kondisi keuangan perusahaan. Jika kamu melamar di sebuah perusahaan startup yang baru saja berdiri, tentunya gaji yang diberikan akan lebih rendah.

    Memang, jika dibandingkan dengan perusahaan konvensional yang sudah maju, standar gaji di startup akan dibilang lebih kecil.

    Namun, ada pula startup yang berani memberikan gaji tinggi untuk beberapa jenis profesi tertentu.

    Dalam laporan Glints dan Monk’s Hill Ventures, The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report, ada beberapa jenis profesi yang memiliki gaji tertinggi di sebuah perusahaan startup.

    Misalnya profesi di bidang engineering dan product management seperti full-stack developer, frontend developer, hingga product manager.

    4. Harus lebih mahir mengatur work-life balance

    Setiap karyawan pasti ingin memiliki kehidupan kerja dan sosial yang seimbang. Nah, jika kamu ingin sukses bekerja di perusahaan startup, maka harus lebih mahir dalam mengatur work-life balance.

    Monster menyebutkan ada perbedaan mencolok dari bekerja di sebuah perusahaan yang sudah mapan dan startup.

    Perbedaan utama tersebut ada pada struktur dalam perusahaan startup. Hal itu berdampak pada jam kerja, proses kerja, hingga hubungan kerja.

    Jadi, jangan kaget jika kamu bekerja untuk waktu yang lebih lama karena ada banyak rapat yang harus dihadiri atau proyek yang perlu diselesaikan.

    Waktu bekerja di perusahaan startup memang fleksibel dan tidak harus 9 pagi-5 sore. Namun, banyak karyawan yang harus bekerja lebih lama karena menyelesaikan beragam pekerjaan.

    Saat kurang mampu mengatur work-life balance tentu akan kesulitan untuk beristirahat dan memiliki waktu bersama keluarga serta teman.

    5. Kemampuan adaptasi yang baik

    Kemampuan adaptasi memang sangat diperlukan jika kamu ingin sukses kerja di startup.

    The Muse menjelaskan bahwa perusahaan startup lebih sering mengalami perubahan baik pada struktur organisasi hingga target pekerjaan dari setiap karyawan.

    Apalagi jika perusahaan startup tersebut baru berdiri. Tak perlu kaget jika sering terjadi perubahan bahkan untuk model bisnisnya.

    Bagi seseorang yang kesulitan untuk cepat beradaptasi, tentunya bekerja di perusahaan startup akan menjadi tantangan tersendiri.

    Itulah mengapa, jika kamu ingin berkarier di perusahaan startup, sebaiknya asah dulu skillskill yang diperlukan seperti adaptasi, komunikasi, hingga problem solving.

    Baca Juga: Ini Dia 5 Cara Mencari Investor untuk Startup

    Demikian plus minus bekerja di startup yang perlu kamu ketahui. Pastinya setelah membaca rangkuman di atas kamu sudah bisa membayangkan seperti apa rasanya bekerja di startup, kan?

    Lalu, supaya kamu tidak salah pilih, sebaiknya lakukan riset mendetail terlebih dahulu mengenai perusahaan yang akan kamu lamar, ya!

    Jika kamu sedang mempertimbangkan diri untuk pindah dari korporat ke startup. Glints punya tipsnya, klik di sini untuk baca sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.7 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait