Dapatkan Conversion Rate Tinggi dengan Struktur Ideal Landing Page Ini

Diperbarui 23 Nov 2022 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Landing page dengan struktur yang lengkap merupakan hal yang sangat penting dalam marketing.

    Jika kamu ingin menjelaskan produkmu secara optimal dan mendapatkan conversion sesuai tujuan, maka landing page-mu harus dirancang dengan bagian-bagian yang lengkap.

    Nah, apa saja bagian yang wajib ada untuk sebuah landing page?

    Pelajari satu per satu dari artikel Glints berikut ini, yuk! 

    Komponen-Komponen Penting Struktur Landing Page

    Dalam sebuah landing page, ada banyak hal yang bisa kamu tambahkan.

    Akan tetapi, menurut Unbounce, landing page yang kamu miliki paling tidak harus memuat 5 hal ini:

    • unique selling proposition (USP)
    • hero image
    • social proof
    • manfaat produk/layanan
    • conversion goal/CTA

    Kamu bisa bebas menambahkan hal lainnya jika landing page-mu sudah memuat 5 hal tersebut.

    Nah, untuk lebih detailnya, simak pembahasannya di bawah ini.

    Baca Juga: Jangan Sampai Salah, 5 Perbedaan Utama Landing Page dan Homepage

    1. Unique selling proposition (USP)

    Unique selling proposition adalah suatu hal unik yang bisnismu miliki.

    USP tersebut merupakan pembeda antara bisnismu dan bisnis kompetitor.

    Nah, dalam struktur landing page yang baik, USP harus ditampilkan dengan jelas.

    Dengan begitu, pengunjung landing page bisa langsung memahami manfaat apa saja yang akan mereka dapatkan jika memilih brand-mu dibanding yang lain.

    Untuk memaparkan USP secara menarik, mulailah dengan memikirkan headline atau hal pertama yang menjadi perhatian mata pengunjung.

    Tentunya, kalimat ini harus menarik.

    Kemudian, tambahkan supporting headline untuk memperjelas poinmu.

    Kamu juga bisa menambahkan satu kalimat lagi yang disebut dengan reinforcing statement untuk mendeskripsikan USP-mu lebih baik lagi.

    Lalu, tutuplah dengan closing statement.

    Berikut merupakan contoh penulisan USP dengan bagian-bagian yang jelas.

    struktur landing page

    © Unbounce.com

    2. Hero image

    Hero image merupakan bagian dari struktur landing page yang penting dalam menentukan kesan suatu situs.

    Pasalnya, hero image ini adalah yang umumnya pertama kali dilihat oleh pengunjung ketika membuka landing page-mu.

    Oleh karena itu, pilihlah gambar yang mampu merepresentasikan produk atau layananmu dengan baik.

    Menurut Neil Patel, gambar full-screen biasanya menghasilkan conversion rate yang lebih tinggi. 

    Contohnya adalah seperti di bawah ini.

    struktur landing page

    © neilpatel.com

    3. Manfaat

    Manfaat yang harus kamu jelaskan dalam landing page adalah manfaat dari menggunakan produk atau layananmu.

    Bagian ini harus dijelaskan bersamaan dengan fitur-fitur yang ditawarkan.

    Bagian struktur landing page inilah yang sering menjadi kunci penentu apakah pengunjung jadi tertarik atau tidak untuk melakukan konversi.

    Benefit atau manfaat mendeskripsikan dampak positif yang bisa didapatkan oleh pelanggan dari suatu fitur yang ditawarkan.

    Manfaat dan fitur produk atau layanan sebaiknya ditulis dalam satu kalimat, seperti:

    • Mudah bertransaksi dengan e-wallet X
    • Paket pasti sampai dalam sehari dengan Rocket Courier
    komponen landing page

    © Neilpatel.com

    Baca Juga: 5 Software Desain Landing Page yang Ramah untuk Pemula

    4. Social proof

    Social proof sebagai penyusun penting struktur landing page bisa ditampilkan dalam berbagai bentuk.

    Salah satu yang paling umum adalah direct quote dari pelanggan.

    Pasti kamu pun pernah melihatnya, contohnya adalah seperti gambar di bawah ini.

    struktur landing page

    © Neiplatel.com

    Selain itu, social proof juga bisa ditampilkan dalam bentuk:

    • studi kasus
    • video interview
    • logo perusahaan yang bekerja sama
    • review score dari situs lain

    Pada intinya, social proof merupakan bukti yang meyakinkan pengunjung bahwa produk atau layananmu sangat patut dicoba.

    5. Conversion goal

    Conversion goal biasanya dikemas dengan call to action (CTA) yang menarik.

    Dengan CTA ini, pengunjung akan diarahkan untuk melakukan sebuah aksi yang kita inginkan.

    Conversion goal bisa bermacam-macam, mulai dari meninggalkan data untuk kita mengembangkan database pelanggan, melakukan pembelian, mulai free trial, dan masih banyak lagi.

    Yang penting, dalam landing page, idealnya hanya ada satu conversion goal saja.

    Dengan begitu, pengunjung tidak akan terdistraksi ataupun jadi bingung dengan adanya dua atau lebih hal yang harus dilakukan.

    Berikut merupakan contoh conversion goal dalam bentuk lead generation landing page dan clickthrough landing page.

    © Unbounce.com

    Baca Juga: 10 Rekomendasi Tools untuk Melakukan A/B Testing, Gampang Pakainya

    Demikianlah struktur landing page yang ideal.

    Untuk membuat sebuah landing page yang baik dan menghasilkan conversion rate tinggi, dibutuhkan berkali-kali percobaan dan A/B testing.

    Oleh karena itu, pantau terus perkembangan statistik pengunjungnya dan lakukan penyesuaian dari waktu ke waktu, ya.

    Jika ingin belajar lebih banyak tentang marketing, kamu bisa langsung berguru dari pakar profesional lewat Glints ExpertClass, lho.

    Klik tombol di bawah ini untuk langsung cari kelas dan beli tiket, yuk!

    Jangan sampai ketinggalan, karena tiketnya terbatas. Klik tombol di bawah untuk lihat pilihan kelasnya.

    CARI KELASNYA

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.7 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait