Memahami Resesi Teknikal, Gerbang Menuju Resesi yang Sesungguhnya
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana
Resesi teknikal adalah salah satu istilah yang belakangan sering disebut sebagai dampak pandemi Covid-19. Banyak orang menyebut Indonesia telah memasuki kondisi resesi teknikal.
Padahal, menurut beberapa ekonom, Indonesia belum mengalami resesi teknikal.
Sebenarnya, apa itu resesi teknikal dan apa perbedaannya dengan resesi? Benarkah Indonesia telah mengalami resesi teknikal?
Berikut Glints berikan penjelasannya untukmu.
Baca Juga: Sikapi Resesi dengan 7 Hal Ini untuk Kariermu
Isi Artikel
Pengertian Resesi Teknikal
Resesi menjadi ketakutan bagi banyak negara. Pasalnya, resesi bisa mengakibatkan beberapa dampak negatif bagi negara yang mengalaminya.
Sebenarnya, apa itu resesi?
Menurut Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) seperti ditulis Investopedia, resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan yang tersebar di seluruh bagian ekonomi dan berlangsung setidaknya dalam beberapa bulan.
Aktivitas ekonomi yang dimaksud tercermin dalam produk domestik bruto (PDB), pendapatan riil, lapangan kerja, industri, dan sebagainya.
Namun sebelum mengalami resesi, umumnya sebuah negara mengalami resesi teknikal terlebih dahulu.
Secara global, resesi teknikal adalah penurunan PDB selama dua kuartal berturut-turut, seperti dikutip dari FX Empire. Namun, Indonesia menggunakan perhitungan yang berbeda.
Menurut Kepala Ekonom BCA David Sumual seperti dikutip Katadata, resesi teknikal adalah kondisi ketika negara mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut yang dilihat secara tahunan (year-to-year/yoy).
Jika dilihat secara kuartal (quarter-to-quarter/q-to-q), Indonesia memang telah dua kali mengalami pertumbuhan negatif.
Pada Q1 2020, pertumbuhan ekonomi q-to-q Indonesia adalah -2,41%. Sementara pada Q2 2020, pertumbuhan ekonomi q-to-q Indonesia mencapai -4,19%.
Namun, karena menggunakan sistem tahunan, Indonesia belum dapat disebut mengalami resesi teknikal.
Mengapa Indonesia memiliki definisi resesi teknikal yang berbeda?
Pasalnya, Indonesia masih memperhitungkan faktor musiman pada data PDB. Sebagai contoh, terdapat hari raya Idul Fitri pada Q2.
Maka, Q3 berpotensi mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada Q2 2020 -5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seperti ditulis Detik. Sementara itu pada Q1 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tercatat positif.
Karena perhitungan resesi teknikal Indonesia adalah yoy, Indonesia belum dapat dikatakan mengalami resesi teknikal.
Baca Juga: 7 Pekerjaan yang Dianggap Aman Resesi, Apakah Kamu Termasuk di Dalamnya?
Dampak Resesi Teknikal
Banyak orang menganggap bahwa resesi teknikal adalah sebuah istilah biasa. Namun, sebenarnya ada beberapa dampak yang bisa muncul ketika suatu negara dinyatakan mengalami resesi maupun resesi teknikal.
Bahkan, beberapa di antaranya memiliki dampak bagi pekerja.
Pasalnya, dampak resesi bekerja layaknya permainan domino, seperti dikutip dari Kompas. Satu dampak yang terjadi bisa menimbulkan dampak lainnya.
Beberapa dampak resesi teknikal yang dimaksud adalah sebagai berikut:
- tingkat pengangguran tinggi
- banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK)
- daya beli masyarakat menurun
- produksi melambat
- kenaikan harga produk dan jasa
- utang negara yang berlebihan
- inflasi yang sulit dikendalikan
- neraca perdagangan minus
- kredit perbankan macet
Baca Juga: Inilah Dampak Virus Corona bagi Perekonomian Indonesia
Negara yang Sudah Resesi
Negara apa pun berpotensi mengalami resesi, tak terkecuali negara-negara besar seperti Amerika Serikat.
Akibat pandemi Covid-19, banyak negara sudah dinyatakan masuk dalam kondisi resesi.
Dikutip dari CNBC Indonesia, beberapa negara yang sudah dinyatakan resesi maupun resesi teknikal adalah:
- Filipina
- Uni Eropa
- Amerika Serikat
- Hong Kong
- Korea Selatan
- Singapura
Meskipun tidak termasuk dalam daftar negara-negara tersebut, bukan berarti Indonesia tidak mungkin masuk ke jurang resesi. Sebaliknya, justru Indonesia memiliki kemungkinan yang sama.
Jika ekonomi Tanah Air tidak segera pulih, Indonesia akan segera dinyatakan resesi. Beberapa pakar bahkan telah memprediksi Indonesia akan mengalami pertumbuhan negatif lagi pada Q3 2020.
Baca Juga: Infografik: Dampak Corona bagi Tenaga Kerja
Demikian penjelasan Glints mengenai resesi teknikal. Kesimpulannya, resesi teknikal adalah periode ketika suatu negara mengalami pertumbuhan negatif pada dua kuartal berturut-turut secara tahunan.
Saat ini, Indonesia belum memasuki resesi teknikal. Namun jika pertumbuhan dua kuartal terakhir Indonesia masih berada di angka negatif, Indonesia bisa dinyatakan mengalami masa resesi.
Yuk, persiapkan diri dari ancaman resesi global dengan informasi dan pengetahuan yang memadai.
Glints sudah siapkan banyak artikel keuangan yang bisa membantumu dalam mengelola keuangan dan juga investasi.
Temukan dan baca kumpulan artikelnya di sini!
