Post Production: Proses Akhir Penyempurnaan Karya Audiovisual

Tayang 11 Apr 2021 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Humaira Aliya

Kalau ingin bekerja di industri kreatif, terutama perfilman, salah satu tahap kerja yang harus kamu ketahui adalah post production. 

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Seperti judul artikel, tahap yang sering disingkat menjadi “post-pro” ini berisikan proses penyempurnaan sebuah karya, apa pun bentuknya.

Nah, untuk mempelajarinya lebih lanjut, Glints sudah menyiapkan penjelasan mulai dari pengertian, tahapan apa saja yang dilewati, dan juga contoh beserta workflow-nya.

Baca artikel ini sampai tuntas, ya!

Apa Itu Post Production?

post production adalah

© Unsplash.com

Pertama-tama, kita akan membahas pengertian istilah ini terlebih dahulu sebelum menyelam lebih dalam.

Kata Studio Binder, post production adalah tahapan akhir setelah pre-produksi dan produksi sebuah karya.

Karya yang biasanya sudah pasti memiliki tahap ini dalam workflow-nya adalah film atau karya audiovisual lain seperti video klip, misalnya.

Dalam post production, editor akan menggabungkan hasil rekaman dan mengeditnya menggunakan efek, lalu memasukkan musik latar atau bisa juga voice over, dan elemen lainnya yang akan melengkapi.

Pada tahap ini tentu bukan hanya editor saja yang punya peran penting. Ada sound engineer, dubber, foley artist, editor online dan offline, dan masih banyak lagi.

Terdapat kerja sama antara banyak pihak yang akan menyempurnakan sebuah film atau karya audiovisual lainya.

Durasinya pun berbeda-beda, ada yang bisa selesai dalam hitungan hari, ada juga yang bisa sampai bertahun-tahun pengerjaannya. Itu semua tergantung dari skala proyek yang dikerjakan.

Baca Juga: 11 Profesi di Bidang Film yang Sedang Naik Daun, Tertarik?

Workflow Post Production

post production adalah

© Freepik.com

Setelah tahu apa itu post production, sekarang saatnya masuk ke dalam penjelasan singkat seputar workflow-nya.

1. Admin data

Proses pertama dalam post production adalah admin data. 

Baca Juga :  Memahami IT Service Management dan Mengapa Ia Penting

Kamu perlu mengecek setiap rekaman yang sudah diambil, mengkategorikannya ke dalam tiap scene yang akan diedit, dan tentu saja menyimpan back up-nya.

Langkah ini sangatlah penting, karena kalau tiba-tiba software pengeditan rusak dan data-data di dalamnya ikut hilang, setidaknya kamu masih punya data aslinya.

2. Penggabungan dan pengeditan rekaman

Setelah itu, pemilihan dan penggabungan hasil rekaman ke dalam adegan.

Pada tahap ini, editor akan mengurutkan rekaman dari shot list dan script yang telah dibuat pada pre-production, dan tentu saja mengikuti arahan sutradara.

3. Pengeditan suara

Tahap selanjutnya dalam post production adalah pengeditan suara yang ada di video.

Biasanya, sound engineer-lah yang bertanggung jawab untuk menghilangkan noise di latar, mengoptimalkan suara tokoh utama, dan sebagainya.

Suara yang sudah diedit nantinya akan dimasukkan dan diselaraskan dengan video yang telah diedit sesuai urutannya.

4. Memasukkan musik latar

Kalau urutan gambar sudah tepat dan suara sudah diedit, saatnya memasukkan musik latar. 

Musik latar berbeda dengan suara latar, karena biasanya sebuah film menggunakan komposisi yang dibuat khusus untuk produksi tersebut.

Masterclass menyebutkan bahwa memasukkan musik pada tahap post production bisa menonjolkan mood yang ingin ditonjolkan sebuah adegan.

Baca Juga: Passion dengan Musik? Ini Dia 5 Sekolah Audio Engineering di Indonesia Untukmu

5. Pemberian efek visual

Setelah musik dimasukkan, saatnya memberikan efek visual ke karyamu. Biasanya, akan ada tim khusus yang mengerjakan efek ini.

6. Color correction

Selanjutnya, color correction atau color grading

Dilansir dari Skillshare, proses ini dilakukan untuk menyamakan tone dari keseluruhan karya audiovisual.

Kalau pun ada beberapa adegan yang butuh ditonjolkan dan warnanya berakhir berbeda, setidaknya dalam perbedaan tersebut tetap terdapat konsistensi.

Baca Juga :  Utamakan Data dan Logika, Apa Itu Data-Informed Decision Making?

Misalnya, sebuah film sedang menceritakan adegan bahagia yang tiba-tiba berubah jadi sedih.

Untuk menonjolkan transisi tersebut, dibutuhkan perubahan warna secara halus (atau drastis, tergantung arahan sutradara) agar mood-nya pun ikut berubah. 

Jadi, bukan hanya musik saja yang berperan dalam mengatur mood sebuah film, warna pun bisa.

7. Penambahan kredit dan subtitle

Tahap terakhir dalam post production adalah penambahan kredit, judul, dan subtitle jika diperlukan.

Intinya, semua elemen grafis yang bisa ditambah di akhir pengeditan.

Baca Juga: Ingin Membuat Video? Rancang Script Terlebih Dahulu dengan 7 Langkah Ini

Itu dia penjelasan lengkap seputar post production mulai dari pengertian sampai workflow-nya. 

Kalau sudah mengerti dan semakin tertarik untuk bekerja di industri kreatif, kamu bisa kunjungi job marketplace Glints untuk mencari lowongannya.

Ada lowongan editor, script writer, dan masih banyak lagi.

Yuk, langsung sign up untuk segera melamar!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon