Bisnis Kurang Berkembang? Pivot Bisa Jadi Solusinya!

Tayang 15 Jun 2021 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Merasa bisnismu kurang maksimal dalam menghasilkan keuntungan padahal segala cara sudah dicoba? Mungkin pivot adalah strategi yang bisa membangkitkan usahamu kembali.

    Tak jarang bisnis di seluruh dunia melakukan pivot. 

    Bahkan perusahaan besar seperti Starbucks sekalipun pernah mencobanya dan berhasil.

    Penasaran tentang apa itu pivot dan bagaimana strateginya?  

    Yuk, simak penjelasan Glints di artikel berikut ini.

    Apa Itu Pivot?

    pivot adalah

    © Freepik.com

    Forbes menyampaikan bahwa pivot adalah merubah arah bisnis.

    Pivot biasanya dilakukan saat bisnis kurang berkembang dengan baik karena produknya tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.

    Kondisi bisnis yang seperti ini tentunya tidak bisa berjalan untuk waktu yang lama.

    Oleh karena itu, pivot merupakan strategi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan perusahaanmu.

    Saat melakukan pivot, pada dasarnya perusahaanmu memulai dari awal lagi.

    Banyak bisnis besar yang melakukan hal itu dan berhasil, lho.

    Jadi, jangan takut untuk melakukannya jika dirasa perlu.

    Contoh dari pivot yang berhasil adalah yang dilakukan oleh perusahaan Slack.

    Saat ini, Slack merupakan tool produktivitas yang sangat populer.

    Padahal, awalnya Slack adalah perusahaan gaming yang bernama Tiny Spec.

    Perusahaan Tiny Spec memiliki aplikasi komunikasi internal yang dirasa bisa bermanfaat bagi banyak orang lainnya, sehingga bisnisnya memulai arah baru hingga mencapai titik yang sekarang ini.

    Baca Juga: 5 Tips Melakukan Pivot untuk Startup agar Bisnis Semakin Menguntungkan

    Jenis Strategi Pivot

    pivot adalah

    © Canto.com

    Menurut Cleverism, kamu harus berhati-hati sebelum melakukan pivot.

    Pivot bisa menyelamatkan bisnis dari kerugian besar, akan tetapi harus direncanakan dengan baik.

    Untuk bisa melakukan itu, penting untuk memahami jenis pivot yang ada sehingga kamu bisa memilih pivot mana yang cocok dilakukan.

    1. Customer problem pivot

    Customer problem pivot adalah strategi yang dilakukan untuk merubah fungsi dari produk bisnismu.

    Jadi, produk yang dipasarkan tetap sama, tetapi ditujukan untuk menyelesaikan masalah konsumen yang berbeda.

    2. Market segment pivot

    Customer problem pivot merubah fungsi produk tetapi tetap dipasarkan pada segmen pasar yang sama.

    Sementara, market segment pivot memasarkan produk yang sama, tetapi pada segmen pasar yang berbeda.

    Pasalnya, bisa jadi selama ini bisnismu membidik kelompok orang yang salah.

    3. Technology pivot

    Technology pivot adalah perubahan tujuan sebuah platform teknologi.

    Teknologi yang sudah dibuat kemudian dirancang agar lebih bisa dipasarkan dan mampu menyelesaikan masalah yang umum di pasaran.

    Contohnya dari pivot ini seperti Slack yang sudah Glints sebutkan sebelumnya.

    4. Product feature pivot

    Pivot ini dilakukan dengan mengurangi atau menambah fitur produk sesuai dengan kebutuhan konsumen.

    Daripada memaksakan mereka menggunakan produkmu tanpa adanya kebutuhan, lebih baik menyesuaikan produknya dengan apa yang sebenarnya diinginkan konsumen.

    5. Revenue model pivot

    Revenue model pivot dilakukan pada pengaturan harga produk.

    Ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari subscription atau license dari produknya.

    Baca Juga: 4 Strategi Sederhana untuk Bauran Pemasaran, Semua Pebisnis Harus Tahu!

    6. Sales channel pivot

    Salah satu alasan mengapa bisnismu kurang bisa maksimal adalah karena pemilihan sales channel.

    Untuk memperbaiki kesalahan pemilihan sales channel, strategi yang bisa dilakukan adalah sales channel pivot.

    Temukan channel distribusi yang tepat, gunakan e-commerce, dan cari strategic partner yang cocok untuk bisnismu.

    7. Product versus services pivot

    Mungkin produkmu terlalu berbeda atau kompleks untuk dijual pada konsumen.

    Pivot yang bisa dilakukan yaitu dengan menambahkan support service sehingga lebih bisa bermanfaat dan dibutuhkan.

    Kapan Bisnis Harus Melakukan Pivot?

    pivot adalah

    © Freepik.com

    Ada dua faktor utama yang memberi alasan kuat bagi bisnis untuk melakukan pivot, yaitu karena adanya faktor internal dan eksternal.

    Faktor internal seperti turnover karyawan dalam jumlah besar, penurunan performa bisnis, dan kesulitan mencapai tujuan.

    Sementara, faktor eksternal adalah perubahan kondisi atau tren di pasar, turnover investor, dan perubahan kebutuhan konsumen.

    Ketika salah satu hal ini terjadi dan bisnismu mengalami perubahan yang merugikan, itulah saatnya kamu mulai memikirkan strategi pivot.

    Baca Juga: Yuk, Dorong Popularitas Bisnismu dengan Strategi Market Positioning

    Agar bisa melakukan pivot yang sukses, pastinya ada begitu banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan direncanakan.

    Meskipun terdengar rumit, tak perlu bingung.

    Kamu bisa belajar banyak hal terkait pivot dan membangun bisnis dengan ikut webinar di Glints ExpertClass.

    Kelas-kelas yang Glints tawarkan dibawakan oleh profesional di bidang bisnis yang sudah tidak diragukan lagi.

    Jadi, yuk, langsung cek kelas yang ada dan beli tiketnya sebelum terlambat!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait