×

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan WFH dan Remote Working

July 6, 2020 | No Comments

Di masa pandemi, tren kerja jarak jauh menjadi tren yang mengemuka. Ada perbedaan istilah dan jenis kerja yang diberlakukan yaitu work from home (WFH) dan remote working.

Semenjak pandemi dan aturan PSBB diterapkan, sebagian besar perusahaan memang menerapkan aturan WFH. Di lain pihak, beberapa perusahaan yang lain menerapkan konsep remote working kepada para karyawannya.

WFH dan remote working ini dua konsep kerja yang berbeda, lho. Apa sih, perbedaannya? Simak dulu rangkuman Glints berikut.

Working from Home (WFH)

perbedaan wfh dan remote working

© Freepik.com

Dilansir dari NoHQ, WFH adalah fasilitas yang diberikan oleh perusahaan. Fasilitas WFH ini mengizinkan kamu untuk bekerja dari rumah selama beberapa hari dalam satu minggu.

Fasilitas WFH ini dapat kamu gunakan untuk untuk sekedar mengganti suasana dari suasana kantor atau menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan lebih terfokus.

Meskipun bekerja dari rumah, kamu akan tetap tunduk pada aturan tempatmu bekerja. Misalnya, tetap dapat dihubungi selama jam kerja.

Masing-masing perusahaan memiliki aturan yang berbeda-beda mengenai WFH ini. Sebagian perusahaan menetapkan berapa lama batas hari seorang karyawan bisa mengambil WFH.

Saat ini, beberapa perusahaan menerapkan sistem WFH secara bergantian kepada para karyawannya.

Sistem ini diterapkan agar perusahaan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di luar itu, beberapa perusahaan ada juga yang masih mempertahankan kebijakan untuk seluruh karyawan.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Mengatasi Kesepian Karena WFH

Remote Working

perbedaan WFH dan remote working

© Freepik.com

Jauh sebelum pandemi, tren remote working sudah menjamur, khususnya di kalangan freelancer.

Berbeda dengan WFH, remote working memberikan kebebasan untuk tidak terikat dengan aturan perusahaan. Hal ini karena kamu dapat bekerja secara jarak jauh tanpa harus ke kantor sama sekali.

Bekerja jarak jauh membutuhkan serangkaian kemampuan, sumber daya, dan keterampilan yang berbeda. Kamu harus memiliki rasa inisiatif dan kemampuan manajemen waktu yang sangat baik.

Menurut Inc. Magazine, remote working membebaskan kamu mengatur bagaimana lingkungan kerja yang kamu inginkan. Kamu dapat menciptakan lingkungan atau ruang kerja sesuai dengan kebutuhanmu. 

Umumnya, remote working dilakukan oleh para freelancer yang memiliki klien jauh dari tempat tinggalnya. Dengan sistem ini, sebagian besar komunikasi dilakukan secara digital melalui email, telepon atau panggilan video.

Pekerja remote working sangat bergantung dengan berbagai aplikasi produktivitas, entah itu Google Suite, Slack, atau aplikasi-aplikasi lainnya.

Tren remote working juga memunculkan tren digital nomad. Tren digital nomad ini memungkinkan kamu bisa tetap bekerja sekalipun sedang berpindah-pindah.

Jadi, kamu tetap bisa bekerja sambil travelling keliling Indonesia, meskipun klien kamu berada di Jakarta.

Baca Juga: Tipe WFH Berdasarkan Zodiak, Kamu yang Mana?

Perbedaan WFH dan Remote Working

Perbedaan konsep WFH dan remote working terletak pada keterikatan pekerja terhadap kantornya. Pekerja WFH tetap terikat pada aturan-aturan yang diberikan oleh perusahaan. Sementara remote working lebih fleksibel.

WFH dapat kamu lakukan apabila tempat kerjamu memang memfasilitasi karyawannya untuk bisa bekerja dari rumah. 

Akan tetapi, kamu tetap harus mengikuti aturan yang berlaku di tempat kerja. Misalnya, waktu kerja yang tetap selama delapan jam, atau hanya bisa WFH selama satu minggu dalam sebulan.

Sementara itu, remote working memberikan kamu keleluasaan lebih banyak dalam bekerja. Kamu bisa bekerja dari mana saja tanpa harus datang ke kantor sewaktu-waktu.

Kebebasan ini membuat kamu dapat bekerja untuk banyak pihak dalam satu waktu. Akan tetapi, kebebasan ini juga menuntut kamu untuk bisa mengatur waktu sebaik mungkin.

Menurut Forbes, tren remote working akan semakin menjamur seiring dengan dimulainya era “new normal”.

Sebagian besar perusahaan kini menyadari bahwa kegiatan operasional masih dapat berjalan meskipun karyawannya bekerja dari rumah.

Bagi perusahaan lainnya, WFH menjadi satu-satunya jalan untuk tetap menjalankan operasional sembari menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga: Prediksi Wajah Baru Dunia Kerja Setelah Corona Berakhir

Itulah penjelasan Glints tentang perbedaan WFH dan remote working.

Baik WFH maupun remote working, keduanya memberikan kamu kesempatan untuk bekerja tanpa harus berada di kantor. Untuk itu, kamu harus memiliki manajemen waktu yang sangat baik.

Nah, selain informasi ini, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi lainnya tentang pengaturan sistem kerja jika berlangganan newsletter blog Glints.

Cukup daftar secara gratis, kamu akan mendapatkan banyak informasi bermanfaat langsung di dalam inbox-mu.

Yuk, sign up sekarang!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up