Benarkah Lebih Disukai Pekerja? Ini 5 Fakta Menarik Seputar WFH

Tayang 08 Sep 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Semenjak pandemi COVID merebak pada tahun 2019, working from home (WFH) menjadi tren baru di dunia kerja. Kini, hampir 2 tahun pandemi berlangsung, ditemukan berbagai fakta menarik seputar WFH yang dirasakan pekerja selama pandemi.

    Mulai dari dampak WFH terhadap jam kerja, berbagai tren yang muncul berkat WFH, hingga dampak WFH terhadap kesehatan fisik dan mental pekerja.

    Fakta-fakta menarik apa saja yang ditemukan? Yuk, cari tahu selengkapnya!

    fakta seputar wfh

    © Glints

    1. WFH akan menjadi standar baru lingkungan kerja

    fakta seputar wfh

    © Freepik.com

    Dalam sebuah artikel, Forbes menyebut sebuah fakta bahwa WFH akan menjadi standar di seputar lingkungan kerja.

    Dilansir dari artikel tersebut, 74 persen profesional dan 76 persen enterpreneur percaya bahwa WFH akan menjadi budaya yang baru di berbagai industri.

    Perusahaan besar seperti Twitter dan Slack telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan semua karyawan pilihan untuk WFH secara permanen.

    Kemudian, Salesforce telah memutuskan untuk menerapkan sistem hybrid kepada pekerjanya. Sistem ini memungkinkan pekerja untuk memilih kapan mereka ingin melakukan WFH dan kapan mereka ingin bekerja dari kantor.

    Di Indonesia sendiri, World Economic Forum melansir bahwa 91,7 persen perusahaan telah menerapkan WFH kepada karyawannya.

    Dengan preseden yang ditetapkan perusahaan-perusahaan ini, tidak memiliki opsi kerja jarak jauh akan merugikan perusahaan yang ingin bergerak maju.

    Baca Juga: 5 Mitos soal Work from Home yang Perlu Diluruskan

    2. WFH cenderung lebih disukai pekerja

    © Freepik.com

    Dalam sebuah hasil survei yang dilansir oleh Forbes seputar WFH, ditemukan fakta bahwa hanya 3 persen dari pekerja di Amerika Serikat yang lebih cenderung memilih untuk bekerja di kantor apabila kondisi pandemi telah memungkinkan.

    Sebaliknya, 97 persen pekerja cenderung menginginkan sistem kerja yang fleksibel antara WFH dan bekerja di kantor.

    Fleksibilitas ini memungkinkan pekerja untuk dapat mengatur waktu kerjanya sembari tetap mendapat akses untuk menggunakan fasilitas kantor.

    Survei yang serupa juga telah dilakukan Microsoft di Indonesia. Berdasarkan hasilnya yang dilansir Tempo, 83 persen pekerja di Indonesia menginginkan adanya opsi untuk bekerja secara WFH.

    Persentase ini disebut Microsoft jauh di atas rata-rata persentase global, yaitu sekitar 73 persen.

    Kecenderungan ini menurut Microsoft telah menciptakan lapangan kerja baru yang tidak dibatasi oleh jarak.

    Selain itu, WFH akan meringkas waktu tempuh yang dibutuhkan pekerja untuk pergi ke kantor dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.

    3. Pekerja cenderung lebih menghargai hubungan kerja

    © Freepik.com

    Fakta selanjutnya seputar WFH didapatkan Jobstreet melalui sebuah survei. Dilansir dari CNN Indonesia, survei tersebut menyebut bahwa pekerja saat ini cenderung lebih menghargai hubungannya dengan rekan kerja.

    WFH telah mengurangi intensitas interaksi antar pekerja. Oleh karena itu, saat ini pekerja cenderung lebih menghargai setiap interaksi dengan rekan kerja meski terpisahkan jarak.

    Banyak pekerja berpendapat bahwa hubungan yang baik dengan rekan kerja dalam jarak jauh akan membuat WFH lebih mudah dijalani.

    Sehingga, mereka berusaha mempertahankan hubungan kerja yang baik meski dengan intensitas interaksi yang minim.

    Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan WFH dan Remote Working

    4. Menurunnya tingkat kebahagiaan

    © Freepik.com

    Fakta lain seputar WFH yang diakibatkan oleh pandemi adalah menurunnya tingkat kebahagiaan pada pekerja. Dilansir dari CNN Indonesia, tingkat kebahagiaan pekerja telah menurun hingga -0,25 persen.

    Kondisi pandemi yang tidak kunjung berakhir dipercaya menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kebahagiaan tersebut.

    Rasa khawatir akan tertular virus COVID-19 membuat banyak pekerja cenderung merasa stres.

    Selain kekhawatiran tersebut, kondisi industri yang tidak menentu juga membuat para pekerja cenderung mengalami stres.

    Banyak pekerja merasa khawatir akan kehilangan pekerjaannya akibat kondisi industri yang terdampak oleh pandemi.

    Kondisi-kondisi tersebut menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya tingkat kebahagiaan pekerja ini.

    5. Tingginya kepedulian terhadap work-life balance

    tips wfh ibu bekerja

    © Pexels.com

    Fakta terakhir seputar WFH adalah berubahnya mindset pekerja menjadi lebih mementingkan work-life balance.

    Saat ini, sebagian besar pekerja lebih menginginkan pekerjaan yang memungkinkannya untuk tetap memiliki waktu untuk kehidupan pribadi.

    Hal ini mengindikasikan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi kini menjadi salah satu prioritas bagi para pekerja.

    Kondisi pandemi dan keharusan untuk WFH cenderung membuat kabur batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

    Oleh karena itu, work-life balance semakin gencar dipromosikan sebagai tren di kalangan pekerja untuk menghindari stres dan burn out.

    Baca Juga: 4 Penyebab Waktu Kerja Jadi Lebih Lama Saat Work From Home

    Nah, itu dia fakta-fakta menarik seputar WFH yang muncul selama pandemi ini.

    Apakah kamu mengalami salah satu atau beberapa fakta di atas? Yuk, bagikan pengalamanmu di kanal COVID-19 Glints Community!

    Di forum tanya jawab tersebut, kamu bisa berdiskusi seputar pengalaman kerja saat pandemi dengan para profesional dan pengguna Glints lainnya.

    Kamu juga bisa mendapatkan berbagai tips bekerja saat WFH dari mereka.

    Yuk, buat akun profesionalmu sekarang dan mulai berdiskusi di Glints Community!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait