Jangan Lagi Salah Paham, Inilah Perbedaan Antara Stakeholder dan Shareholder

Diperbarui 19 Jun 2025 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Salah satu kesalahpahaman umum yang sering terjadi dalam dunia bisnis adalah mengenai perbedaan istilah stakeholder dan shareholder.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Memang, dua istilah ini hampir tidak bisa dibedakan apabila jika hanya dibaca sekilas.

Padahal, fungsi dan wewenang keduanya tidak sama.

Nah, supaya kamu tidak salah lagi mengenai perbedaan antara stakeholder dan shareholder, inilah penjelasan yang sudah Glints rangkum untukmu.

Baca Juga: Sebelum Mulai Investasi Saham, Ketahui dulu Pentingnya Shareholder Agreement

Perbedaan Utama Stakeholder dan Shareholder

stakeholder shareholder

© Pexels.com

Perbedaan paling jelas antara stakeholder dan shareholder adalah kepentingan mereka terhadap suatu perusahaan.

Rincian perbedaan utama keduanya adalah sebagai berikut:

1. Status kepemilikan

Shareholder sebagai pemegang saham memiliki kepemilikan sebesar persentase saham yang dimiliki pada sebuah perusahaan.

Misalnya, jika memiliki 50% saham sebuah bisnis, ini berarti kamu mempunyai wewenang atas setengah dari perusahaan itu.

Biasanya, orang yang memiliki saham dengan persentase 50% atau lebih adalah pendiri perusahaan atau keluarganya.

Sementara, stakeholder tidak selalu memiliki saham di sebuah perusahaan meskipun hal ini diizinkan.

Akan tetapi, layaknya shareholder, stakeholder pun memilki kepentingan di perusahaan tersebut.

2. Jangka waktu

Jangka waktu hubungan antara stakeholder dan shareholder dengan perusahaan pun berbeda.

Biasanya, stakeholder memiliki kepentingan jangka panjang dengan sebuah bisnis atau organisasi.

Stakeholder salah satunya adalah kelompok karyawan atau pekerja yang bergantung pada perusahaan untuk hidup, hal ini pun berlaku sama bagi supplier atau pemasok.

Selain itu, stakeholder juga termasuk komunitas yang diuntungkan dari program-program corporate social responsibility.

Kelompok-kelompok orang ini tentu memiliki kepentingan jangka panjang dengan perusahaan.

Lain halnya dengan shareholder yaitu pemegang saham, di mana shareholder bisa saja tiba-tiba menarik investasinya dari perusahaan jika performa tidak menguntungkan lagi.

Baca Juga :  8 Tips Baca Buku dengan Efektif agar Serap Banyak Informasi

3. Sudut pandang

Kepentingan yang berbeda antara stakeholder dan shareholder pun memengaruhi sudut pandang keduanya terhadap perusahaan.

Menurut Indeed, shareholder cenderung memprioritaskan:

  • peningkatan nilai saham
  • pengembangan bisnis pada kelompok pasar yang lebih luas
  • peningkatan keuntungan
  • mengundang lebih banyak investor untuk menanam saham

Yang penting bagi shareholder adalah terjadinya pertumbuhan baik organik maupun anorganik untuk meningkatkan return on investment perusahaan.

Sementara itu, stakeholder memiliki fokus untuk mencapai target jangka panjang, memperbaiki kondisi kerja, dan juga pelayanan yang diberikan.

Stakeholder karyawan biasanya mementingkan stabilitas pekerjaan, kompensasi, tunjangan, dan lain-lain.

4. Kategorisasi

Shareholder merupakan bagian dari stakeholder sebuah perusahaan atau organisasi.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, shareholder mempunyai kepemilikan perusahaan tersebut dan juga berwenang untuk menggugat manajemen jika performanya tidak sesuai dengan ekspektasi.

Akan tetapi, tidak semua stakeholder adalah shareholder. Sebab, stakeholder belum tentu memiliki saham di perusahaan atau organisasi tempat ia bekerja.

Beberapa organisasi memiliki stakeholder namun tidak memiliki shareholder. Contohnya adalah pemerintahan atau organisasi nirlaba.

Baca Juga: NGO: Definisi dan Berbagai Seluk-beluk yang Harus Kamu Ketahui

Pengaruh dalam Proses Pengambilan Keputusan Perusahaan

perbedaan stakeholder dan shareholder

© Pexels.com

Nah, kamu sudah mengetahui bahwa shareholder memiliki pengaruh besar terhadap peraturan dan keputusan perusahaan karena kepemilikannya.

Namun, keputusan shareholder bisa jadi bertentangan dengan keinginan atau pendapat stakeholder.

Perbedaan stakeholder dan shareholder dalam hal kepentingan dengan perusahaan dapat menimbulkan konflik akibat perspektif yang berbeda.

Contohnya, shareholder menyetujui suatu keputusan karena mendatangkan keuntungan besar.

Akan tetapi, stakeholder seperti karyawan atau supplier berpendapat lain karena hal tersebut menimbulkan risiko dalam struktur organisasi dan rantai pasok perusahaan.

Perseteruan kepentingan ini dapat menciptakan ketidakseimbangan di perusahaan.

Baca Juga :  Cara Mengurus Kartu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang Hilang

Oleh karena itu, penting untuk dapat mengatur pengambilan keputusan dengan baik.

Dilansir dari The Blueprint, cara yang dapat kamu lakukan ketika hal ini terjadi adalah membuat rencana dan roadmap proyek. 

Hal ini harus dapat menjelaskan dengan rinci kebutuhan stakeholder dan mencoba menyelaraskannya dengan hasil yang diinginkan shareholder pada umumnya.

Hal itu tidak lain adalah keuntungan maksimum, agar dapat semaksimal mungkin menyenangkan kedua belah pihak.

Baca Juga: Intip 7 Situs Simulasi Jual-beli Saham Ini agar Kamu Semakin Mahir

Begitulah perbedaan antara stakeholder dan shareholder yang bisa Glints berikan. Sudah jelaskah untukmu?

Jika masih memiliki pertanyaan seputar dunia kerja dan career hack, kamu bisa baca informasi lainnya di sini!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon