7 Mitos Tidur yang Berbahaya bagi Kesehatan Pekerja

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Seorang pekerja yang harus lembur sering menganggap bahwa tidur kurang dari 7 jam adalah hal lumrah. Padahal tidak, lho, dan hal tersebut adalah salah satu mitos tidur.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Mitos-mitos ini bisa mengganggu kualitas tidurmu, hingga kemungkinan jatuh sakit semakin tinggi.

Alhasil produktivitas dan hasil kerjamu juga akan menurun.

Lalu, apa saja beberapa mitos tidur yang perlu kamu ketahui dan luruskan? Berikut Glints rangkum beberapa mitosnya di bawah ini!

1. Tidur selama lima jam atau kurang sudah cukup

Mengutip Resmed, salah satu mitos yang paling banyak beredar adalah bahwa orang dewasa membutuhkan tidur selama 5 jam saja. Bahkan, kurang pun tidak apa-apa.

Padahal, hal tersebut hanya akan membuatmu mengalami kekurangan tidur.

Perlu diketahui bahwa sering kekurangan jam tidur akan berdampak buruk pada kesehatanmu, terutama pada jantung dan pikiran.

Beberapa risikonya antara lain:

  • meningkatnya risiko hipertensi
  • meningkatnya risiko serangan jantung
  • menurunnya fungsi kognitif otak
  • meningkatkan risiko terkena depresi

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, orang dewasa direkomendasikan untuk mendapatkan tidur setidaknya 7-9 jam setiap malam.

Baca Juga: 12 Tips Mendapatkan Tidur Berkualitas Setiap Malam

2. Menonton televisi adalah cara untuk rileks sebelum tidur

Mitos selanjutnya yang banyak beredar adalah bahwa menonton televisi bisa membantumu untuk rileks dan tertidur.

Padahal, hal tersebut justru membuatmu semakin sulit untuk tidur.

Karena seperti peralatan elektronik lainnya semisal smartphone atau tablet, televisi juga memancarkan blue light.

Istilahnya kamu otomatis terpapar blue light dalam ukuran besar yang berakibat semakin susah tertidur.

3. Tidur di jam berapa pun tidak berbahaya bagi kesehatan

Mitos lainnya yang perlu diluruskan adalah bahwa tidak masalah bagimu untuk tidur di jam berapa pun. Misalkan, tidur di siang hari dan beraktivitas saat waktu malam.

Baca Juga :  7 Cara Tak Terduga untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif

Perlu diketahui bahwa tubuhmu punya ritme alami untuk tidur dan bangun yang mengikuti terbit atau terbenamnya matahari.

Jika kamu mengubah jadwal tidurmu menjadi siang hari dan dilakukan secara berkelanjutan, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatanmu.

Sayangnya, dikutip dari Healthline, hal tersebut umum dialami oleh para pekerja yang harus kerja shift malam di kantornya.

4. Jika merasa sulit tidur, tetaplah berbaring di kasur

Apabila kamu merasa kesulitan untuk tidur, ada baiknya bagimu untuk beranjak dari kasur dan pergi ke tempat lain.

Mengutip BBC Health, jika kamu tetap memaksakan diri berbaring di kasur meski sulit tidur, hal tersebut justru dapat membuatmu mengalami insomnia.

Sehingga, ada baiknya bagimu untuk bangun dari kasur lalu pergi ke ruangan lain dan melakukan hal-hal yang membuatmu rileks seperti meditasi atau mengontrol pernapasan.

Dengan begitu, kamu akan merasa mengantuk dan lebih mudah untuk kembali tidur.

Baca Juga: 5 Efek Samping Tidur dengan Lampu Menyala

5. Bisa tidur di mana saja dan kapan saja adalah tanda sistem tidur yang sehat

Mitos lainnya yang perlu diluruskan adalah apabila seseorang bisa tidur di mana dan kapan pun, maka ia akan dianggap sebagai orang yang sehat.

Padahal, seseorang yang sehat membutuhkan waktu beberapa menit untuk bisa tidur.

Menurut Sleep Foundation, rata-rata orang yang kondisinya sehat bisa tertidur dalam waktu 15 hingga 20 menit.

Jika kamu melihat ada orang yang bisa tertidur dengan segera, hal tersebut justru menandakan bahwa ia tidak mendapatkan tidur yang cukup.

6. Mengonsumsi alkohol sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur

Mitos lainnya yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa alkohol bisa membantumu untuk tidur di malam hari.

Baca Juga :  Jangan Bingung Pilih Prioritas, Pakai MoSCoW untuk Project Management!

Padahal, dalam sebuah jurnal yang diterbitkan di Sleep Medicine pada tahun 2018, menyebutkan bahwa konsumsi alkohol sebelum tidur dapat menyebabkanmu mengalami sleep apnea.

Tidak hanya itu, masih menurut studi yang sama, jika kamu sudah memiliki kondisi sleep apnea, alkohol justru akan memperburuk kondisimu tersebut.

7. Badan dan otakmu bisa berfungsi dengan normal meski kurang tidur

Mitos selanjutnya yang mungkin pernah kamu dengar adalah bahwa badan dan otakmu bisa berfungsi dengan normal meski kurang tidur.

Terutama jika nanti di pagi atau siang hari kamu mengonsumsi kafein untuk mengatasi rasa kantukmu akibat kurang tidur.

Namun, hal tersebut justru tidaklah benar.

Bagaimana pun cara yang kamu lakukan untuk “melatih” tubuhmu supaya bisa tidur lebih sedikit, hal tersebut justru akan berdampak buruk bagimu.

Yang mana menurut WebMD, beberapa dampak buruk akibat kurang tidur di antaranya seperti;

  • menurunkan fungsi kognitif otak
  • membuatmu rentan terkena kecelakaan
  • membuatmu sulit berkonsentrasi dan fokus saat bekerja
  • meningkatkan risiko terkena depresi
Baca Juga: 10 Cara Tidur Kembali saat Terbangun di Malam Hari

Itu adalah beberapa mitos seputar tidur yang perlu kamu perhatikan. Intinya, beberapa mitos ini perlu kamu luruskan supaya kesehatanmu tidak terancam.

Ingin mendapat lebih banyak insight seputar kesehatan kerja? Kamu bisa mendapatkannya dengan mengakses kumpulan artikel dari Glints, lho.

Ya, kamu bisa mendapat informasi hingga tips dan trik dalam menjaga kesehatanmu sebagai seorang pekerja.

Penasaran apa saja? Klik di sini untuk mengakses dan baca kumpulan artikelnya. Gratis!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon