Komunikasi Nonverbal: Definisi dan Contohnya dalam Dunia Kerja

Diperbarui 24 Apr 2024 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Komunikasi nonverbal memegang peranan yang sangat penting dalam dunia kerja karena memiliki beragam manfaat. Mengapa demikian?

    Dalam kegiatan sehari-hari di kantor pastinya kita tidak bisa lepas dari jenis komunikasi verbal seperti ucapan dan tulisan.

    Namun, komunikasi nonverbal tidak boleh dilupakan karena dapat menunjang skill komunikasi kita saat bekerja, lho.

    Nah, sebenarnya, apa pentingnya komunikasi nonverbal dan contohnya dalam dunia kerja? Berikut ini Glints persiapkan penjelasannya untukmu.

    Baca Juga: 7 Tips agar Kemampuan Komunikasi Bisnis Kamu Lebih Efektif

    Apa Itu Komunikasi Nonverbal?

    Seperti yang dijelaskan oleh ThoughtCo, istilah komunikasi nonverbal mulai diperkenalkan oleh seorang psikiater bernama Jurgen Ruesch dan penulis Weldon Kees lewat buku Nonverbal Communication: Notes on the Visual Perception of Human Relations pada tahun 1956.

    Definisi dari  komunikasi nonverbal sendiri adalah transfer informasi melalui penggunaan bahasa tubuh termasuk kontak mata, ekspresi wajah, hingga gerakan tubuh, dilansir dari Indeed.

    Sedangkan, komunikasi verbal adalah penggunaan bahasa untuk mentransfer informasi melalui teks yang tertulis, bicara, atau bahasa isyarat.

    Dalam dunia kerja penggunaan komunikasi nonverbal juga tidak kalah pentingnya karena bisa membantu kita mengetahui seperti apa perasaan orang yang kita ajak bicara.

    Jadi, saat kamu bisa menggabungkan kedua jenis komunikasi ini dengan baik, maka akan meningkatkan skill komunikasi yang berpengaruh besar pada kariermu.

    Nah, buat kamu yang masih mencari kerja juga tidak ada salahnya untuk mulai mempelajari jenis komunikasi yang satu ini.

    Seperti yang dijelaskan oleh The Balance Careers, saat kamu mengikuti tes interview pastinya rekruter tidak hanya menilaimu dari kemampuan verbal saja.

    Pasalnya, gestur tubuh, nada suara, hingga tatapan mata juga akan diperhatikan.

    Baca Juga: 7 Etiket dalam Jabat Tangan ini Jangan Dianggap Remeh!

    Contoh Komunikasi Nonverbal

    Dilansir dari Verywell Mind dan Indeed, berikut ini contoh komunikasi nonverbal yang perlu kita pahami karena sangat penting di dunia kerja.

    1. Ekspresi wajah

    Ekspresi wajah disebut menjadi bagian penting dari komunikasi nonverbal karena kita bisa memberikan banyak informasi ke lawan bicara lewat ekspresi.

    Misalnya, saat kita merasa excited dengan lawan bicara maka ekspresi wajah seperti tersenyum akan muncul. Sedangkan, saat sudah bosan maka ekspresi wajah cemberut akan keluar dengan sendirinya.

    Itulah mengapa ekspresi wajah sangatlah penting diperhatikan saat kita sedang bicara di tempat kerja.

    Ekspresi wajah juga akan menjadi hal pertama yang dilihat bahkan sebelum kita mulai berbicara. Pasalnya, saat kita menunjukkan ekspresi wajah yang jutek pastinya juga akan membuat orang lain merasa terganggu.

    Itulah mengapa menjaga ekspresi wajah juga sama pentingnya dengan menjaga perkataan saat bicara.

    2. Gestur

    Gestur tubuh juga menjadi salah satu contoh komunikasi nonverbal yang wajib kamu pahami.

    Hal yang satu ini cukup beragam dan biasanya terjadi secara sengaja atau tidak disengaja.

    Dalam dunia kerja, gestur tubuh akan menjadi perhatian saat kamu sedang berbicara dengan atasan atau klien.

    Misalnya, kamu menunjukkan gestur tubuh yang tidak nyaman saat berbicara, maka lawan bicara akan tahu jika kamu merasa terganggu.

    Selain itu, gestur seperti mengacungkan tangan saat akan bertanya di waktu rapat juga akan menunjukkan bahwa kamu orang yang sopan karena tidak ingin memotong pembicaraan orang lain.

    3. Bahasa tubuh

    Bahasa tubuh adalah cara seseorang dalam menempatkan tubuh mereka secara alami tergantung pada situasi, lingkungan, dan bagaimana perasaannya.

    Itulah mengapa dari bahasa tubuh lawan bicara kita bisa mendapatkan informasi misalnya mengenai suasana hatinya.

    Contohnya, saat ada orang sedang bicara dengan menyilangkan tangan dan dahinya berkerut, maka kemungkinan ia sedang merasa kesal dan marah karena suatu hal.

    Oleh karena itu saat sedang bicara dengan orang yang dihormati tidak hanya ucapan yang perlu dijaga, tapi bahasa tubuh juga perlu diperhatikan. 

    4. Sentuhan

    Sentuhan juga menjadi salah satu contoh dari komunikasi nonverbal. Namun, sentuhan akan lebih cocok dilakukan pada orang yang sudah kamu kenal lebih akrab.

    Jika kita melakukan sentuhan dengan orang yang belum dikenal, pastinya akan terjadi kecanggungan atau bahkan salah paham.

    Sentuhan memang umumnya digunakan untuk mengkomunikasikan dukungan atau memberikan kenyamanan kepada orang lain. 

    Misalnya, ada teman kerjamu yang sedang sedih, maka kamu bisa menunjukkan empatimu dengan memegang tangannya atau mengusap punggungnya.

    5. Penampilan

    Penampilan yang ditunjukkan dari model dan warna pakaian, gaya rambut, hingga gaya makeup juga sangat perlu diperhatikan.

    Misalnya, saat kamu akan melakukan tes interview kerja, tentunya penampilanmu juga akan dinilai oleh para rekruter.

    Itulah mengapa saat akan melakukan tes interview kamu harus selalu memilih pakaian yang tepat. Selain itu, gaya rambut dan gaya makeup juga akan ikut dinilai.

    Jangan sampai kamu memberikan kesan pertama yang kurang baik pada rekruter hanya karena penampilan yang kurang rapi, ya.

    6. Parabahasa

    Parabahasa merupakan elemen bicara yang tidak termasuk dalam bahasa yang diucapkan, seperti kecepatan berbicara, intonasi, volume suara, dan sejenisnya.

    Misalkan, ketika kamu mengucapkan “iya” dengan nada tinggi, tentu orang lain akan mengira bahwa dirimu sedang marah atau terpaksa melakukan sesuatu.

    7. Kontak mata

    Contoh lainnya dari komunikasi nonverbal adalah kontak mata.

    Kontak mata merupakan salah satu cara utama untuk menunjukkan rasa tertarik atau tidak tertarik saat berbicara dengan orang lain.

    Sebagai contoh, ketika kamu berbicara dengan orang lain dan ia melihat pada hal lain seperti tanah atau HP-nya, hal tersebut dapat menunjukkan rasa tidak tertarik bahkan bentuk ketidaksopanan.

    8. Sentuhan

    Sentuhan juga dapat menjadi bentuk lain dari komunikasi ini. Biasanya, sentuhan digunakan untuk menyampaikan rasa dukungan atau kenyamanan.

    Meski begitu, menggunakan sentuhan sebagai bentuk komunikasi perlu dilakukan secara hati-hati dan apabila lawan bicara tidak masalah ketika kamu memakainya.

    Kamu tak boleh menggunakan sentuhan sebagai upaya menunjukkan rasa marah, frustrasi, atau emosi negatif lainnya.

    9. Jarak

    Contoh lain dari komunikasi nonverbal adalah jarak antara kamu dengan lawan bicara.

    Membuat atau memotong jarak dengan lawan bicara dapat menyampaikan pesan seputar;

    • tingkat kenyamananmu pada lawan bicara
    • tingkat pentingnya suatu percakapan
    • keinginanmu untuk terhubung ke orang lain

    Manfaat Komunikasi Nonverbal

    seorang pria sedang menjelaskan sambil menggerakkan tangannya

    © Pexels.com

    Lalu, apa saja, sih, manfaat yang bisa didapatkan ketika kamu menguasai kemampuan komunikasi nonverbal?

    Berikut adalah beberapa manfaat dari jenis komunikasi ini melansir dari AplusTopper.

    • memberikan kejelasan seputar pesan atau informasi yang disampaikan, terutama bagi orang yang berbeda bahasa
    • membuatmu lebih sadar terhadap situasi dan perasaan lawan bicara ketika berkomunikasi
    • dapat menjadi pengganti komunikasi verbal dalam beberapa situasi
    • sangat berguna jika berkomunikasi dengan orang yang tunaaksara, tunawicara, atau tunarungu
    • membantumu menunjukkan kepercayaan diri, antusiasme, dan profesionalisme
    • sarana komunikasi yang efektif karena kamu bisa melihat ekspresi wajah, nada bicara, hingga bahasa tubuh untuk tahu apa yang dirasakan lawan bicara
    • memungkinkanmu untuk mengekspresikan apa yang dirasakan tanpa perlu membicarakannya
    • menghemat waktu ketika ingin menyampaikan pesan atau intensi yang kompleks

    Cara Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Nonverbal

    Apabila kamu merasa kemampuanmu ini masih kurang, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk meningkatkan skill ini.

    Mengutip TopResume, beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi nonverbal adalah sebagai berikut;

    • menjabat tangan dengan kuat
    • melakukan kontak mata ketika sedang berbicara dengan orang lain
    • menjaga postur tubuh tetap tegap ketika sedang duduk di kursi
    • memperhatikan penampilan diri dengan memakai pakaian yang rapi, bersih, dan wangi ketika di kantor
    • memperhatikan orang yang berbicara saat sedang meeting dengan cara menganggukkan kepala atau mengambil catatan
    • bersikap ramah dan menjaga senyum
    • memperhatikan bahasa tubuh ketika sedang duduk seperti tidak menghentakkan kaki berkali-kali atau terus-menerus menyilangkan kaki
    • menjaga jarak dengan berdiri tidak terlalu dekat atau jauh ketika berbicara dengan orang lain
    Baca Juga: 25 Prospek Kerja yang Bisa Ditekuni oleh Lulusan Ilmu Komunikasi

    Demikian penjelasan mengenai apa itu komunikasi nonverbal dan contohnya di dalam dunia kerja.

    Mudah-mudahan kamu tidak lagi meremehkan jenis komunikasi yang satu ini, karena bisa berdampak besar pada kariermu.

    Selain komunikasi nonverbal, ada banyak hal lain terkait kemampuan diri yang harus dikembangkan agar karier semakin cemerlang.

    Ketahui info soal beragam skill-nya di Glints Blog. Di kategori Skills Profesional, kamu bisa menemukan berbagai informasi soal hard dan soft skill yang berguna di dunia kerja, termasuk cara mengasahnya.

    Yuk, cek berbagai artikelnya di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 19

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait