5 Hal Penting yang Harus Marketer Tahu sebelum Membuat Kalender Editorial

Tayang 29 Apr 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Setiap harinya, ada banyak konten yang dibagikan tim marketing dalam beragam platform, dari email, website, hingga media sosial. Untuk mengatur jadwal konten yang rapi, dibutuhkan kalender editorial.

    Kalender ini memastikan semua konten dibagikan sesuai dengan jadwalnya. Sehingga, konten-konten tersebut dapat selalu up-to-date dengan trend terkini.

    Bagaimana cara membuatnya? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut.

    Apa Itu Kalender Editorial?

    © Pexels.com

    Seperti namanya, kalender editorial merupakan kalender yang mengatur setiap jadwal yang berhubungan dengan pembuatan konten.

    Tidak hanya jadwal tayang, Hubspot menyebut, kalender ini merupakan alur kerja visual yang membantu tim content marketing menjadwalkan pekerjaan mereka. Mulai dari jadwal harian, mingguan, hingga bulanan.

    Kalender ini dapat membantumu melacak jenis konten, platform yang digunakan, pembuat konten, dan yang paling penting, tanggal tayang konten.

    Kalender editorial yang efektif mencakup hal-hal berikut:

    1. Daftar konten yang harus dipublikasikan berdasarkan strategi konten

    Daftar tersebut dapat mencakup konten yang belum dikembangkan, konten yang sudah ada, atau konten yang akan digunakan ulang atau dikemas ulang untuk audiens.

    2. Daftar anggota tim yang bertanggung jawab untuk membuat dan menerbitkan konten

    Mulai dari penulis, editor, hingga desainer grafis atau video editor. Semua pihak yang terlibat harus dicantumkan dalam kalender ini.

    Ini akan memudahkan alur komunikasi antar tim selama proses pembuatan konten.

    3. Jadwal pembuatan dan tayang konten

    Seberapa sering konten akan diterbitkan? Apakah ada konten yang ditayangkan setiap hari?

    Mencari tahu seberapa sering konten akan diterbitkan dapat membantumu memvisualisasikan kalender editorial secara teratur.

    Ini akan membantumu mengkalkulasi waktu yang dibutuhkan untuk membuat setiap konten hingga layak tayang.

    4. Call-to-action yang digunakan

    Setiap konten memiliki tujuan tersendiri. Jika konten tersebut terfokus dengan benar, kamu dapat menarik target pasar.

    Setelah audiens mengonsumsi konten tersebut, apa langkah selanjutnya?

    Rencanakan langkah tersebut dengan menempatkan call-to-action yang tepat dan memberikan mereka kesempatan untuk lebih terlibat dengan brand.

    5. Daftar platform yang digunakan

    Platform apa saja yang akan kamu gunakan untuk membagikan kontenmu? Baik itu email, blog, atau media sosial, setiap konten harus disalurkan melalui media yang tepat.

    Tentukan platform apa yang akan kamu gunakan untuk setiap konten dan catatlah dalam kalendermu.

    Ini akan memudahkanmu memantau apakah konten tersebut tayang sesuai jadwal pada platform yang telah ditentukan.

    Baca Juga: Kenali Content Design, Teknik Pembuatan Konten yang Utamakan Kebutuhan User

    Cara Membuat Kalender Editorial

    © Freepik.com

    Forbes menyebutkan, ada 5 langkah yang bisa kamu lakukan untuk membuat kalender editorial yang efektif.

    1. Tetapkan tujuan content marketing-mu

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menetapkan tujuan untuk strategi content marketing yang akan dijalankan.

    Konten-konten yang akan dibuat sebaiknya dapat membantu tujuan-tujuan berikut.

    • Mendorong lebih banyak lalu lintas ke website.
    • Meningkatkan search engine optimization (SEO).
    • Meningkatkan brand awareness.
    • Membangun loyalitas audiens.
    • Menghasilkan lebih banyak prospek dan konversi.
    • Menghasilkan pelanggan baru dan menghasilkan lebih banyak penjualan.

    2. Riset topik dan strategi yang dapat digunakan

    Tidak semua topik sesuai dengan setiap strategi yang ingin kamu gunakan. Untuk itu, kamu harus menyesuaikan jenis dan topik konten yang akan dibuat dengan strategi yang ingin digunakan.

    Sebagai contoh, untuk menghasilkan pelanggan baru dan menghasilkan lebih banyak penjualan, buat lebih banyak konten yang berhubungan dengan informasi produk.

    Misalnya, webinar atau konten studi kasus.

    Sebaliknya, jika kamu ingin meningkatkan loyalitas konsumen, fokuslah pada konten yang memberikan banyak nilai kepada audiens.

    Contohnya, konten panduan penggunaan produk, atau informasi seputar produk yang akan diluncurkan.

    Pada tahap ini, hal yang terpenting adalah mendapatkan gambaran tentang konten yang harus dibuat untuk mencapai tujuan tersebut.

    3. Lakukan riset konten dan pahami analisisnya

    Agar konten yang dibagikan efektif, kamu perlu memahami audiens dan jenis konten yang mereka sukai. Kamu dapat melakukannya dengan melihat analitik dari konten dan platform yang digunakan.

    Perhatikan hal-hal berikut ketika memahami analisisnya.

    • Jenis konten apa yang paling banyak dibagikan audiens?
    • Judul seperti apa yang paling efektif menarik perhatian audiens?
    • Format konten apa yang paling cocok untuk audiens-mu?
    • Topik apa yang paling populer di antara audiens?
    • Konten apa saja traffic, prospek, atau konversi yang paling banyak?

    Pada tahap ini, kamu akan mendapatkan banyak informasi mengenai target audiens, preferensi mereka, hingga tujuan dari konten yang akan dibuat.

    Baca Juga: Mencari Topik yang Sedang Tren? Gunakan Saja 6 Trending Topics Tools Ini

    4. Buatlah ide konten

    Setelah mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah merancang konten yang akan dibuat.

    Tahapan ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Untuk itu, ajaklah tim untuk melakukan brainstorming.

    Cobalah untuk saling bertukar ide dengan anggota tim. Jika memungkinkan, lakukan content crit sehingga masing-masing anggota tim dapat memberikan masukan terhadap ide yang dilontarkan.

    Setelah mendapatkan gambaran besar dari topik yang akan dibuat, ada hal penting lain yang perlu kamu pertimbangkan.

    Yakni, bagaimana konten ini akan dapat membantumu mencapai tujuan pemasaran.

    Jika konten tersebut tidak dapat membantu tujuan yang ingin dicapai, kamu harus menggantinya dengan konten yang lain.

    5. Buatlah jadwal yang terstruktur dan pantau perkembangannya

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kalender editorial tidak hanya mencatat jadwal tayang konten.

    Semua jadwal proses editorial mulai dari pembuatan hingga finalisasi konten harus tercantum dalam kalender ini.

    Pantau setiap proses secara konsisten dan pastikan bahwa konten tersebut tujuan yang diharapkan. Jika diperlukan, buatlah perubahan pada strategi dan kalender agar dapat mencapai tujuan tersebut.

    Baca Juga: Ini Dia 5 Tools Media Sosial yang Dibutuhkan oleh Content Creator

    Nah, itu dia hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang kalender editorial dan langkah-langkah membuatnya.

    Selain kalender, masih banyak strategi content marketing yang bisa diterapkan untuk membuat konten yang efektif.

    Kamu bisa mempelajari berbagai strategi marketing yang bisa diterapkan untuk kontenmu melalui Glints ExpertClass, lho.

    Glints ExpertClass adalah webinar yang menghadirkan berbagai profesional sesuai dengan bidang keahliannya.

    Tertarik? Yuk, cek dan daftar kelasnya sekarang dengan klik di sini! Kuotanya terbatas, lho!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait