3 Jenis Masker untuk Lindungi Diri dari Gangguan Pernapasan
Ditulis oleh : Vivianisa
Sudah tahu jenis-jenis masker apa saja yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari penyakit yang mudah menular lewat udara seperti flu, batuk atau ISPA?
Jika ada salah satu teman kantor yang sedang sakit, kamu dapat menggunakan masker untuk menjaga kesehatanmu.
Masker diketahui dapat membantu mencegah penularan penyakit serta melindungi dari dampak polusi udara.
Lantas, apa saja jenis-jenis masker yang dapat digunakan dan mudah ditemukan?
Simak ulasan dari Glints melalui artikel di bawah ini!
1. Masker bedah
Masker bedah dikenal juga dengan sebutan surgical mask atau masker medis.
Kamu dapat menemukan masker jenis ini dengan mudah di berbagai toko atau apotek terdekat.
Disadur dari laman Ners Universitas Airlangga, masker bedah dapat melindungi diri dari droplet yang bisa masuk ke hidung atau mulut dengan tingkat keefektifan hingga 60%.
Surgical mask mampu menyaring partikel besar di udara dan memastikan tetesan atau droplet tersebut tidak menyebar ke orang lain.
Masker bedah terdiri dari 2 macam, yaitu masker beda 2 ply serta 3 ply.
Perbedaan antara kedua masker bedah tersebut ada pada jumlah lapisan yang dimiliki masker tersebut.
Masker 2 ply hanya terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar dan lapisan dalam tanpa ada lapisan tengah yang berfungsi sebagai penyaring.
Sementara, masker 3 ply diketahui memiliki 3 lapisan yang terdiri dari:
- lapisan luar kedap air (bagian depan)
- lapisan penyaring dengan densitas tinggi (bagian tengah)
- lapisan penyerap cairan berukuran besar yang berfungsi untuk menyerap cairan yang keluar ketika batuk atau bersin (bagian dalam)
2. Masker N95
Menyadur kembali dari laman Ners Universitas Airlangga, Masker N95 menawarkan perlindungan paling tinggi dibanding dari masker lain yakni dengan tingkat keefektifan 95%.
Masker ini memiliki kemampuan untuk menyaring partikel besar hingga partikel yang sangat kecil dan bersifat sekali pakai.
Food and Drug Administration juga menyatakan masker N95 dirancang agar pas dan sesuai dengan wajah melalui tepian yang rapat di area hidung dan mulut.
Masker ini tidak dapat digunakan secara berulang.
3. Masker kain
Jenis masker yang terakhir adalah masker yang terbuat dari bahan kain.
Masker yang satu ini merupakan satu-satunya masker yang dapat digunakan beberapa kali karena dapat dicuci dan disanitasi kembali.
Jika kamu ingin membuat masker kain mu sendiri, WHO merekomendasikan untuk membuat masker kain dengan susunan ini:
- lapisan dalam yang terbuat dari bahan penyerap, seperti katun
- lapisan tengah dari bahan non-anyaman yang tidak menyerap, seperti polipropilena
- lapisan luar dari bahan yang tidak menyerap, seperti poliester atau campuran poliester
Baca lebih lanjut artikel ini untuk mengetahui apa saja bahan yang dapat digunakan serta cara membuat masker sendiri di rumah.
Nah, itu dia ulasan kami mengenai masker bedah, masker n95 serta masker kain sebagai alat proteksi diri dari penyakit yang menular lewat udara.
Tidak hanya itu, kamu juga perlu waspada terhadap beberapa penyakit yang mudah menular di kantor hingga dapat mengganggu kesehatan.
Kondisi tubuh yang kurang baik pasalnya juga berpengaruh terdapat produktivitas harian kita.
Untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu ketahui apa saja penyakit yang mudah menular di lingkungan kerja serta tips menjaganya.
Jangan khawatir, kamu bisa mendapatkan informasinya secara lengkap di Glints Blog.
Artikel tersebut bisa kamu akses di sini secara gratis.
