10 Jenis Profesi Analis yang Bisa Jadi PIlihan Kariermu

Diperbarui 27 Jul 2023 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Sekarang ini, profesi analis atau analyst banyak dibutuhkan di berbagai industri. Namun, masing-masing industri juga perusahaan membutuhkan jenis analis yang berbeda untuk pekerjaan yang beragam.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Umumnya seorang analyst akan banyak bekerja dengan data, tapi perbedaannya adalah pada objek atau target analisisnya.

Jika kamu tertarik untuk berkarier sebagai analis, mengetahui beragam jenisnya dapat membantumu memantapkan peran apa yang ingin ditempuh.

Nah, di artikel ini Glints akan memberi penjelasan singkat seputar tipe-tipe analis menurut Indeed dan Plopdo. Simak selengkapnya, yuk!

1. Analis bisnis

Analis bisnis atau business analyst adalah seseorang yang mempelajari keadaan perusahaan saat ini dan mencari hal-hal apa saja yang bisa ditingkatkan.

Hal-hal yang dipelajari seorang analis bisnis meliputi kebutuhan konsumen, teknologi yang dibutuhkan, hingga data keuangan.

Setelah melakukan analisisnya, seorang business analyst akan menyampaikan kesimpulan ke manajer untuk membantu mereka mengimplementasikan perubahan yang disarankan.

Baca Juga: Cover Letter Data Analyst: Struktur, Tips Menyusun, & Contoh

2. Analis pajak

Jenis analis lainnya yang bisa kamu jadikan piilihan karier adalah analis pajak atau tax analyst.

Seorang analis pajak akan menyiapkan, meninjau, dan mengajukan pengembalian pajak atas nama klien atau perusahaannya.

Tax analyst juga memastikan perusahaan telah mematuhi seluruh peraturan perpajakan yang berlaku dan telah ditetapkan negara.

Tak hanya itu, analis pajak juga akan mencari cara supaya perusahaan atau kliennya bisa mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

3. Analis keuangan

Seorang analis keuangan atau financial analyst akan mempelajari sejarah data keuangan perusahaan untuk memberi proyeksi dan laporan kesehatan finansialnya.

Tak hanya itu, analis keuangan juga akan mengeksplor kesempatan investasi yang bisa dilakukan oleh kliennya dan memberi tahu risiko serta manfaat dari keputusan yang diambil.

Baca Juga :  Organisasi Non Profit: Arti, Karakteristik, Operasional, dan Manfaat

Seorang financial analyst akan sering bekerja sama dengan akuntan dan departemen akuntansi untuk memastikan akurasi di setiap laporan keuangan yang dibuat perusahaan.

4. Data analyst

Salah satu jenis analis yang populer saat ini adalah data analystSebagai seorang data analyst, kamu akan mengumpulkan dan menginterpretasi berbagai macam data.

Tujuan dari analisis data adalah untuk memberikan fondasi supaya perusahaan bisa membuat keputusan yang berbasis data.

Sehingga, hal tersebut dapat membuat keputusan yang diambil perusahaan tepat sasaran dan membantunya mencapai tujuan.

Seorang data analyst akan mencari pola atau tren dan menggunakannya untuk membuat suatu proyeksi.

Data analyst juga akan memberi laporan yang berisi kumpulan data yang sudah disederhanakan kepada perusahaan agar mudah dimengerti.

5. Analis ekonomi

Seorang analis ekonomi atau economic analyst akan berurusan dengan kumpulan data besar untuk membuat ramalan ekonomi bagi perusahaan swasta maupun pemerintah.

Analis ekonomi akan melakukan riset terhadap keadaan ekonomi saat ini beserta tren-tren sebelumnya.

Hal ini dilakukannya untuk menentukan bagaimana keadaan ekonomi dalam jangka pendek maupun panjang.

Perusahaan biasanya akan menggunakan jasa analis ekonomi untuk membantu mereka memprediksi tren lebih baik lagi.

Sehingga, mereka bisa membuat keputusan finansial yang tepat.

Baca Juga: Perbedaan Business Analyst vs Finance Analyst: Tugas hingga Skills-nya

6. Operations analyst

Salah satu jenis analis lainnya yang bisa kamu jadikan pilihan karier adalah operations analyst.

Seorang operations analyst bertanggung jawab untuk mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan kegiatan operasional bisnis dan membantu perusahaan mencari solusinya.

Hal ini dilakukan supaya perusahaan bisa meningkatkan kualitas komunikasi, manajemen data, dan lead generation-nya.

Seorang operations analyst akan mengumpulkan data dari departemen tertentu seperti sales dan marketing, lalu membuat laporan bagi para pembuat keputusan di perusahaan.

kompetensi big data analytics

© Pexels.com

7. Intelligence analyst

Intelligence analyst adalah seseorang yang mengumpulkan, menganalisis, dan membuat kesimpulan berdasarkan data yang didapat untuk membantu perusahaan meningkatkan keamanannya.

Baca Juga :  5 Perbedaan Email Marketing dan Newsletter yang Sering Dianggap Sama

Seorang intelligence analyst bertugas untuk;

  • memonitor keamanan data pelanggaran di sistem perusahaan
  • meningkatkan keamanan komunikasi perusahaan
  • mencegah terjadinya kebocoran informasi sensitif milik perusahaan

8. Computer system analyst

Jenis analis selanjutnya adalah computer system analyst.

Tugasnya adalah mempelajari sistem komputer yang sedang digunakan perusahaan dan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi biayanya.

Seorang computer system analyst harus memahami goals dan kebutuhan perusahaan.

Hal ini supaya ia bisa membuat rencana tentang bagaimana teknologi terkini dapat membantu perusahaan tersebut.

9. Analis proyek

Jenis analis ini bertanggung jawab untuk membantu project manager dengan memberi data-data yang dibutuhkan supaya keberlangsungan sebuah proyek tetap terjaga.

Seorang analis proyek akan membantu dalam perencanaan dan eksekusi proyeknya melalui proses-proses seperti analisis budget dan forecasting.

Analis proyek juga akan melacak progres dari anggota tim, mengumpulkan data di pasar, dan menunjukkan teknik atau metode untuk meningkatkan efisiensi.

10. Network analyst

Seorang network analyst akan mendesain dan menganalisis jaringan komputer yang digunakan perusahaan.

Beberapa tugas utamanya di antaranya seperti;

  • membuat sistem jaringan yang memenuhi kebutuhan perusahaan
  • memonitor keefektifan jaringan sistem yang digunakan
  • memberi bantuan teknis
Baca Juga: 5 Kunci untuk Memulai Karier sebagai Seorang Business Analyst

Itu adalah informasi seputar jenis-jenis analis yang bisa kamu jadikan referensi jika ingin berkarier di bidang ini.

Sekarang, apakah kamu sudah yakin untuk berkarier sebagai analyst? Jika belum, tidak apa-apa, kok. Berarti kamu harus memahami industrinya lebih dalam lagi.

Kamu bisa mempelajari lebih jauh soal dunia data analytics dengan membaca ragam artikel dari Glints.

Penasaran apa saja? Yuk, temukan dan baca artikelnya secara gratis dengan klik di sini!

Baca Juga :  9 Prospek Kerja Lulusan Sastra Jerman yang Menjanjikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon