Istirahat dari Media Sosial: Tanda, Alasan, Manfaat, dan Tipsnya

Diperbarui 07 Feb 2023 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Bersumber dari Psychology Today, sejumlah studi menyebut media sosial sebagai salah satu penyebab depresi. Oleh karenanya, kamu harus mengetahui pentingnya istirahat dari media sosial.

    Berbagai dampak media sosial bisa dengan mudah dirasakan oleh para pekerja zaman sekarang.

    Dalam era digital seperti ini, berbagai informasi dibagikan dan dipamerkan dalam platform tersebut. Alhasil, berbagai perasaan pun muncul ketika kita terpapar informasi tersebut.

    Nah, biar kamu gak merasakan sisi buruk media sosial, yuk, ketahui alasan-alasan mengapa harus segera istirahat dari media sosial

    Baca Juga: Pentingkah Social Media Presence? Yuk, Pelajari Selengkapnya di Sini!

    Media Sosial dan Kesehatan Mental

    Penelitian yang dilakukan Vice mengungkapkan, media sosial mendorong munculnya ‘kebahagiaan semu’ bagi penggunanya.

    Dengan adanya fitur like, followers, subscriber, dan sebagainya membuat pengguna terpacu untuk mengejar hal-hal tersebut di media sosial.

    Disampaikan lebih lanjut, bahwa hal ini didasarkan pada perasaan disukai orang lain yang akan membuat otak memproduksi hormon dopamin.

    Hormon ini bertanggung jawab untuk memberikan perasaan bahagia pada diri seseorang.

    Masalahnya, hormon ini juga menjadi penyebab seseorang bisa kecanduan terhadap sesuatu, termasuk media sosial.

    Ketika seseorang meng-upload post dan tidak mendapatkan like, atau komentar yang diharapkan, ada potensi munculnya perasaan kecewa.

    Tentu, hal ini akan berdampak pada kesehatan mental.

    Tak menutup kemungkinan, seseorang bisa mengalami depresi karena telah mengalami candu media sosial dan mengejar angka-angka like serta komentar.

    Seperti yang diketahui, media sosial memberikan kebebasan bagi setiap penggunanya untuk dapat membagikan apapun, seperti berbagai pencapaian dan keberhasilan yang dialami.

    Bagi sebagian orang, hal ini dapat membuatnya merasa jadi orang yang gagal karena tidak bisa membagikan pencapaiannya. 

    Bahkan, mengutip dari The Forest Scout, 60% pengguna media sosial akan merasa kepercayaan dirinya menurun.

    Penelitian tersebut juga menemukan bahwa 51% responden menyatakan media sosial membuat mereka lebih memikirkan tentang penampilan.

    pentingnya istirahat dari sosial media

    © Freepik.com

    Tanda Kamu Membutuhkan Istirahat dari Media Sosial

    Dari bahasan sebelumnya, telah disebutkan bahwa media sosial dapat menyebabkan kecanduan bagi dirimu. Tentunya, hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan mentalmu sebagai pekerja.

    Nah, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa tanda yang biasanya muncul pada dirimu yang mengindikasikan bahwa kamu butuh untuk istirahat dari media sosial.

    Mengutip dari Buffer, berikut adalah beberapa tanda tersebut.

    • sering merasa terganggu atau frustrasi ketika melihat topik atau post yang sedang tren
    • sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain
    • mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari
    • selalu mengecek media sosial sebagai hal pertama yang dilakukan saat bangun tidur
    • mengalami peningkatan dalam gejala-gejala anxiety atau depresi
    • menghabiskan waktu dengan jumlah yang banyak di media sosial
    • merasa kecewa ketika tidak mendapatkan engagement dari post atau komentar yang dibuat
    • kehilangan fokus yang membuatmu sering melewatkan deadline atau mengabaikan tugas-tugas
    • merasakan tanda-tanda stres secara fisik jika tidak mengecek media sosial dalam jangka waktu tertentu

    Alasan Pentingnya Istirahat dari Media Sosial

    1. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

    Seperti yang disampaikan sebelumnya, media sosial membuatmu merasa insecure dan kepercayaan diri menurun karena kamu membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.

    Dengan beristirahat sejenak dari media sosial, maka kamu tidak melihat berbagai hal yang dapat membuatmu merasa insecure.

    Kamu pun jadi tidak membandingkan dirimu dengan orang lain. Lalu mulai belajar untuk menghargai setiap hal yang kamu punya dan capai sampai sekarang.

    2. Berhenti merasa kompetitif

    Selain perasaan kompetitif terhadap pencapaian hidup, adanya likes, followers, dan subscriber juga membuat pengguna berlomba-lomba membagikan sesuatu yang menarik.

    Alasan inilah yang mendasari pentingnya istirahat dari media sosial. Dengan beristirahat, maka kamu akan mengurangi perasaan kompetitif tersebut yang dapat memperbaiki kondisi mentalmu.

    3. Meningkatkan mood

    Masalah utama dari media sosial adalah kondisi mental yang terganggu, sehingga memengaruhi semangat dan motivasi seseorang dalam menjalankan aktivitas. 

    Apalagi, adanya ‘kebahagiaan semu’ tersebut semakin memengaruhi mood. Jika pengguna tidak mendapatkan sesuatu seperti yang diharapkan, maka bisa jadi mood-nya akan buruk seharian.

    Oleh karenanya, pentingnya istirahat dari media sosial dapat meningkatkan mood dan membuat lebih bersemangat menjalani aktivitas.

    Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Alasan Pentingnya Asuransi untuk Kesehatan Mental

    4. Lebih memaknai hidup

    Dengan berhenti sejenak dari media sosial, kamu akan sadar bahwa kehidupan bukan hanya sekadar mendapatkan like atau komentar dari followers.

    Ada banyak hal yang dapat kamu nikmati di kehidupan nyata. Hal ini seperti berinteraksi secara langsung dengan teman, berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal, dan sebagainya.

    Hal ini akan membuatmu merasa lebih bisa memaknai hidup ke depannya.

    5. Meningkatkan produktivitas

    Memiliki mood dan kebahagiaan pada kehidupan tentu membuat seseorang dapat lebih produktif.

    Beristirahat dari media sosial tak membuatmu terbebani dengan komentar pengguna lainnya, serta jumlah likes yang didapat dari post atau konten buatanmu.

    Kamu dapat lebih bersungguh-sungguh mengerjakan sesuatu tanpa harus berpikir untuk menyenangkan orang lain.

    Manfaat Istirahat dari Media Sosial

    Tentunya, beristirahat dari penggunaan media sosial juga memiliki beragam manfaat yang bisa kamu dapatkan.

    Nah, mengutip Medical News Today, berikut adalah beberapa manfaat dari istirahat menggunakan media sosial.

    • kualitas tidur yang lebih baik
    • tingkat stres yang berkurang
    • mengurangi dan meringankan tingkat depresi dan anxiety
    • meningkatkan well-being dari kesehatan mental
    • berkurangnya risiko mengalami sakit kepala, leher, dan mata
    • meningkatkan kemampuan diri untuk bisa fokus
    • meningkatkan kepercayaan diri, self-worthself-esteem, dan kesadaran diri saat menggunakan media sosial
    • hubungan dan interaksi sosial yang lebih berkualitas
    • mengurangi risiko terkena FOMO

    Tips Istirahat dari Media Sosial

    Istirahat dari media sosial bukan berarti kamu tidak menggunakannya lagi untuk selamanya.

    Melakukan hal ini berarti kamu mencoba untuk mengontrol aktivitas online-mu dan mencoba membangun pola kebiasaan menggunakan media sosial secara sehat.

    Lalu, bagaimana cara supaya kamu bisa beristirahat dari menggunakan media sosial?

    Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mencoba beristirahat dari media sosial, menukil Choosing Therapy.

    • Batasi penggunaan media sosial, seperti 30 menit hingga 1 jam sehari, misalkan.
    • Monitor bagaimana kamu menggunakan media sosial dengan menggunakan aplikasi atau software yang melacak waktumu saat menggunakan social media.
    • Buat jadwal untuk aktivitas media sosialmu. Misalkan, hanya menggunakan Twitter dan Instagram saat istirahat makan siang saja.
    • Matikan notifikasi dari media sosial yang digunakan.
    • Matikan smartphone ketika waktu tidur sudah tiba.
    • Perbanyak interaksi langsung atau tatap muka dengan orang lain seperti keluarga, teman, dan rekan kerja.
    • Fokus melakukan aktivitas di luar media sosial seperti melakukan hobi, berjalan-jalan di alam, atau bergabung dengan komunitas.
    • Gunakan media sosial untuk mencari konten atau berinteraksi dengan orang-orang yang memberi hal positif bagi dirimu.
    • Mempraktikkan self-care dengan menjaga kebiasaan sehat, seperti rutin berolahraga dan mendapatkan tidur yang cukup.

    Cara Membentuk Batasan yang Sehat di Media Sosial

    seorang wanita sedang menggunakan media sosial di tabletnya

    © Pexels.com

    Beristirahat dari media sosial memang adalah suatu hal yang baik. Namun, penting bagimu untuk tetap realistis ketika melakukannya.

    Terlebih jika media sosial adalah bagian dari pekerjaanmu. Tentu, mengambil istirahat sepenuhnya dari media sosial bisa dibilang sebagai sesuatu yang kurang realistis.

    Oleh karena itu, penting bagimu untuk membuat batasan yang sehat ketika menggunakan media sosial.

    Nah, Healthline memberi beberapa langkah awal untuk membuat batasan yang sehat ketika di media sosial. Berikut adalah beberapa di antaranya.

    • unfollow akun yang memiliki dampak negatif terhadap mood atau imej dirimu sendiri
    • menghapus foto dari profil dirimu yang dapat memicumu melakukan self-judgement
    • menghapus semua direct message yang bernuansa negatif atau spam
    • jangan simpan post yang mendorongmu untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain
    • tidak menggunakan filter dan menunjukkan dirimu seperti apa adanya
    • mengingatkan orang lain di caption-mu bahwa semua orang adalah sempurna terlepas dari kekurangan, kesulitan, dan rasa insecure-nya masing-masing
    • memberi komentar yang memberi dukungan positif di post milik orang lain

    Baca Juga: 5 Tips agar Kembali Produktif Setelah Long Weekend

    Nah, itu adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai pentingnya istirahat dari media sosial.

    Ingin mendapat lebih banyak insight seputar kesehatan di dalam dan luar kerja? Kamu bisa mendapatkannya dengan mengakses kumpulan artikel dari Glints, lho.

    Ya, kamu bisa mendapat informasi hingga tips dan trik dalam menjaga kesehatanmu sebagai seorang pekerja.

    Penasaran apa saja? Klik di sini untuk mengakses dan baca kumpulan artikelnya. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait